logo


Aku Suka Kamu

Berikut penjelasanya
Rabu, 12 Jun 2019, 11:07:51, 263 View

Aku Suka Kamu
Ilustrasi Tajuklombok.com_doc. Youtube

TAJUKLOMBOK.COM - Pagi benar kamu berangkat sahut Ady seorang teman kepada ku, sambil cengengesan aku menjawab ya aku tak ingin telat datang ke kampus. Ady teman satu kos dengan ku sudah hampir satu tahun ini kami bersama. Aku mengenalnya saat semester dua disebuah kantin dekat kampus tempat kami sering nongkrong untuk minum kopi, sampai bibik pemilik kantin ini pun hafal muka kami yang memang sering makan dan berutang dikantinnya.

Sebenarnya pagi ini aku tak punya jadwal kuliah pagi namun sudah satu minggu ini aku selalu datang pagi, bukan tanpa alasan waktu itu aku melihat seorang mahasiswi yang sering berlalu lalang di depan kelas ku, dan pada waktu aku hendak mengembalikan buku pinjaman ia terlihat sedang mengantri untuk meminjam buku, tak sengaja aku mencuri pandang dikomputer nama dan jurusan nya terlihat sangat jelas dan petugas perpustakaan memanggilnya, Dari situ lah aku kemudian mengetahui nama dan jurusannya, ya dialah mahasiswi yang membuat ku bisa bangun pagi dan berharap bertemu atau berpapasan dilorong kampus bahkan mungkin di perpustakaan.

Dan siang itu tak terduga ia memilih satu meja duduk dengan ku yang lebih dulu duduk untuk membaca majalah keluaran minggu lalu, hatiku berdesir tak terasa keringat ku pun keluar dan aku mencoba membuang muka kejendela .sepertinya ia memahami kegugupan ku dan dari bibir nya yang tipis keluar suara yang manis.
Itu Majalah keluaran bulan lalu
Sambil gugup dan bibir yang kelu aku menjawab sambil terbata bata aku jawab iya ya bulan lalu, dia menyahut aku suka membaca majalah ini kemudian tanpa dimintai menjelaskan tentang hobinya membaca mulai dari majalah, novel, dan cerpen.

Sampai pada ahirnya kami bertukar kontak dan sering kali kami jalan dan ngobrol hanya untuk bertukar pikiran dan saling berbagi cerita tentang buku atau novel yang kami baca. Semakin hari kedekatan kami semakin intens sering kali kami mengerjakan tugas bersama dan sampai detik ini pun aku belum berani mengutarakan apa yang terpendam dalam relung jiwa, tak sadar kah ia aku yang sering memperhatikan saat ia berbicara namun aku urungkan niatku untuk mengutarakan isi hatiku
Hingga tiba suatu hari ia menanyakan dengan berujar 'Kita sering jalan bareng ke perpus bersama mengerjakan tugas bareng apa pacar mu ndak cemburu '
Aku bergumam dalam hati mungkin ini waktu yang tepat untuk mengutarakan isi hati memang sudah lama aku menunggu momen seperti ini karena aku tak punya nyali sedikit pun untuk mengutarakan apa yang sebenarnya aku rasakan.

Akupun mulai mengutarakan kepadanya kalau sebenarnya sampai hari ini aku masih sendiri, dan mengatakan padanya bahwa aku ada perasaan suka kepada nya, aku bercerita sejak kali pertama aku melihat nya dan merasa memiliki kecocokan ketika ia bercerita tentang hobi nya membaca kumpulan cerpen puthut ea seperti isyarat cinta keras kepala, sarapan pagi penuh dusta, sampai novel cinta tak pernah tepat waktu aku pun mengatakan sejak itu aku mulai membaca dan mengoleksi karya puthut ea seperti kelakuan orang kaya

Aku menjelaskan padanya bahwasanya merasa terluka dengan kedekatan kita, kedekatan kita melebihi kedekatan antara hubungan kakak dengan adiknya justru kedekatan yang kurasakan seperti kedekatan sepasang kekasih dan dua sejoli yang sedang dimabuk cinta
Aku menjelaskan kepada nya hasratku untuk menanyakan apakah perasaan mu sama dengan ku namun selalu ku urungkan aku takut kamu akan menjauhiku dan malah tak mau lagi bertemu dengan ku sambil berharap menemukan saat yang tepat dan hari ini waktu yang tepat.

Ia hanya terdiam dan menunjukkan wajah yang kemerah merahan air muka nya surut, sesekali ia menghela nafas beberapa menit aku menunggu ia mengeluarkan suara. Ia tersenyum tipis terlihat gigi nya yang gingsul sambil berucap sebenarnya aku, aku....

Belum sirna kekagetanku saat ia mulai membuka suara,terdengar suara Ady membangun kan ku dari tidur ku, dan aku
mengutuki diri sambil mengumpat dalam hati jadi tadi itu hanya mimpi "Jancok " Aku memaki, Adi menyahut dari dapur ia sudah menjerang air dan kopi siap untuk di minum, ia menyuruh ku untuk mandi dan segera ke kampus.
Dalam hati aku berharap menemukan gadis itu kembali di perpustakaan kampus. (TL/Dayat).