logo


Audiensi Petani dengan PT Semen Gembong Temui Jalan Buntu

Berikut penjelasanya
128 View

Audiensi Petani dengan PT Semen Gembong Temui Jalan Buntu
Dokpri

TAJUKLOMBOK. COM - Masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (PERPAG) melakukan audiensi bersama dengan PT Semen Gombong yang difasilitasi oleh Pemerintah Kecamatan Buayan dan Polsek Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kamis, 28 November 2019

Audiensi tersebut bertujuan untuk mengklarifikasi surat edaran PT Semen Gombong yang ditujukan kepada petani penggarap lahan yang dikuasai oleh PT Semen Gombong perihal penghentian kegiatan pemanfaatan lahan. 

"Petani penggarap lahan yang dikuasai oleh PT Semen Gombong merupakan para petani di tiga desa yang mayoritas penompang kebutuhan sehari-harinya adalah dari hasil penggarapan lahan yang di kuasai oleh PT Semen Gombong tersebut", kata Agus Fujiyanto dalam keterangan resminya.

Dikatakannya, Awal mulanya tanah yang sekarang digarap oleh petani penggarap merupakan tanah para petani penggarap yang dipaksa untuk dijual ke PT Semen Gombong pada tahun 1995 dengan cara ditakut-takuti dan diintimidasi oleh PT Semen Gombong. 

"Setelah masyarakat menjual semua tanahnya kepada PT Semen Gombong, kemudian dibuatlah perjanjian secara lisan bahwa masyarakat boleh menggarap lahan yang telah di kuasai oleh PT Semen Gombong sebelum lahan tersebut digempur", imbuh Agus. 

Berdasarkan perjanjian lisan tersebut akhirnya masyarakat menggarap lahan yang dikuasai oleh PT Semen Gombong hingga sekarang dengan teguh pada komitmen; terus menerus melakukan penghijauan lahan. 

Adanya surat edaran penghentian penggarapan lahan secara tiba-tiba oleh PT Semen Gombong membuat resah para petani penggarap karena beberapa petani juga sudah melakukan aktivitas pemupukan dan penanaman di lahan tersebut dan telah mengeluarkan banyak biaya. Selain itu, juga karena bagi mayoritas petani hasil lahan tersebut merupakan penompang utama kebutuhan sehari-hari para petani penggarap.  

Oleh karena itu, masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (PERPAG) melakukan audiensi bersama dengan PT Semen Gombong dan Polsek Buayan yang dimediasi oleh Pemerintah Kecamatan Buayan, Kebumen. Pertemuan tersebut dihadiri oleh 30 perwakilan warga yang tergabung dalam PERPAG, direktur PT Semen, Camat Buayan dan Kapolsek Buayan. 

"Hasil dari audiensi tersebut diperoleh klarifikasi bahwa PT Semen ingin mendata lahan yang dikuasasi oleh PT Semen Gombong dan ingin mengalihfungsikan lahan dari lahan yang diperuntukan sebagai lahan tambang bahan baku semen menjadi lahan konservasi", tandas Agus. 

Selain itu, diperoleh kesepakatan lisan bahwa Petani Penggarap masih boleh menggarap lahan sampai musim tani berakhir atau 6 bulan setelah bulan ini yaitu sampai pada bulan Mei tahun 2020.

Di akhir audiensi, Direktur PT Semen Gombong mengambil sikap yang tak kooperatif lantaran tidak mau membuat kesepakatan secara tertulis, hal ini memperkuat asumsi bahwa tujuan utama PT Semen Gombong ingin memperkuat data lapangan guna mengajukan kembali Ijin Usaha Pertambangan (IUP) karena dalam pengajuan IUP sekurang-kurangnya jangka waktu 3 tahun sebelum Hak Guna Bangunan (HGB) habis harus sudah memperpanjang dan tidak ada sengketa terhadap lahan tersebut. Berdasarkan hal tersebut, terlihat jelas niat PT Semen Gombong tetap masih bersikukuh untuk menambang. (TL/Red)

Laporan : Jibril
Editor : Amaq Auliya