logo


Baru Dilantik, H. M. Rizal Dicecar Media Untuk Kritis

Berikut penjelasanya
1722 View

Baru Dilantik, H. M. Rizal Dicecar Media Untuk Kritis
H. M. Khairul Rizal_dokpri

TAJUKLOMBOK. COM -  Senin, 2 September 2019 menjadi sejarah baru politisi Udayan, Sebanyak 65 anggota DPRD Provinsi NTB dilantik guna melaksanakan tugas-tugas sesuai yang telah diamanatkan konstitusi selama lima tahun kedepan (periode 2019-2024).

DPRD memiliki peran strategis dalam fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan. Mereka diminta bisa mengoptimalkan fungsi-fungsi untuk memperjuangkan aspirasi.

Selain itu, diharapkan agar DPRD periode 2019-2024 senantiasa menjaga kualitas yang merepresentasikan pluralitas. Sekaligus, setia kepada kepentingan masyarakat.

DPRD Provinsi juga diharapkan bisa memelihara dan membangun hubungan kerja, saling mendukung dengan eksekutif, tanpa abaikan sikap kritis, seperti yang diungkap Politisi Partai Nasdem H. M. Khairul Rizal melalui akun facebooknya yang dilihat Tajuklombok. Com pada Kamis (5/9).

"Baru dilantik sudah langsung ditanya oleh teman wartawan. Seperti artis saja", tulis suami Wagub NTB tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia menjawab pertanyaan media "apakah bisa kritis sementara di satu sisi ummi menjadi wakil gubernur?"

"Fungsi DPRD itu penganggaran dan pengawasan. Tentu saja pemerintahan tidak bisa jalan sendiri-sendiri (eksekutif) saja. Harus ada kolaborasi legislatif. Begitu juga peran lembaga lainnya, yudikatif. Termasuk juga peran media", jelasnya. 

Dikatakannya, "Banyak kebijakan pemerintah yang masih kurang tepat, ketika dikasi masukan oleh media, kebijakan itu berubah menjadi lebih baik. Media adalah salah satu corong masyarakat. Media adalah salah satu mitra DPRD dalam sama-sama mengawasi jalannya pembangunan". 

Dalam postingan tersebut, nampak sosok dari H. M. Khairul Rizal yang tidak gerasa gerusu tanpa pertimbangan. 

"Walaupun 10 tahun pernah menjadi pimpinan DPRD ( Lotim), tentu saja beda kondisi di DPRD Provinsi NTB. Awal-awal ini tentu saja kami melengkapi alat kelengkapan dewan. Belum banyak yang bisa tiang komentari", imbuhnya. 

Melalui postingan tersebut, ia ingin menyampaikan pesan bahwa sebagai pejabat publik, ia bersama keluarga juga merupakan manusia biasa yang butuh bercengkrama dan bersenda gurau dengan anggota keluarga. 

"Walaupun ummi adalah wakil gubernur, tapi ketika kembali ke rumah, kami adalah orang tua bagi anak-anak kami. Di rumah kami lebih banyak mencurahkan  waktu untuk bersama keluarga. Kami sama-sama menjadi pejabat publik yang menjadi milik masyarakat. Tapi kami juga adalah ummi dan abi bagi anak-anak kami", kata pria asal Mujur Lombok Tengah yang berhasil melenggang ke Udayana melalui Dapil III Lotim Utara tersebut. 

Anggota dewan merupakan harapan baru yang bisa menuntaskan agenda reformasi, otonomasi daerah seluas-luasnya, penegakan supremasi hukum, maupun pemerintah yang bersih. "Bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), apalagi 43 orang yang baru dilantik merupakan wajah baru, yang denganya rakyat NTB menitipkan nasib mereka lima tahun kedepan. (TL/Red).