logo


Berantas Hoax AMSI NTB Mengadakan Cek Fakta Bersama Puluhan Media Siber di NTB

Berikut penjelasanya
Sabtu, 23 Nov 2019, 12:48:21, 172 View

Berantas Hoax AMSI NTB Mengadakan Cek Fakta Bersama Puluhan Media Siber di NTB
Pembukaan Acara Google News Initiative Training Network

TAJUKLOMBOK.COM – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Nusa Tenggara Barat bekerjasama dengan AJI dan Google News Initiative mengadakan pelatihan Cek Fakta, yang berlangsung selama dua hari, 23-24 November 2019.

Pelatihan Cek Fakta yang diikuti 40 jurnalis dari berbagai media yang tergabung dalam Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Nusa Tenggara Barat dilaksanakan di Gedung Graha Bhakti Kantor Gubernur NTB.

Kegiatan ini menghadirkan Narasumber dari Google News Initiative, yang di adakan serentak pada 23 newsroom di seluruh wilayah Indonesia.

Ketua AMSI NTB, TGH Fauzan Zakaria mengungkapkan, pelatihan Cek Fakta penting dilakukan untuk mencegah informasi bohong (hoax) yang kini marak berseliweran di sejumlah media sosial.

“Kemajuan teknologi informasi saat ini membuat penyebaran berita bohong atau berita fitnah sangat mudah di tengah-tengah masyarakat,” kata TGH Fauzan Zakaria.

Ketua AMSI NTB tersebut berharap ke depan pemerintah provinsi NTB maupun seluruh kabupaten / kota bisa bekerjasama dengan AMSI untuk membuat pelatihan dan penguatan kapasitas para pelaku media.

“Kami juga berharap ada kerjasama berkelanjutan antara pemerintah Provinsi serta Pemerintah Kabupaten/Kota di NTB dengan media yang tergabung dalam AMSI,” ucap Fauzan Zakaria.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, I Gede Aryadi yang hadir membuka acara pelatihan tersebut mengungkapkan, kegiatan pelatihan Cek Fakta merupakan bagian mewujudkan harmonisasi di NTB.

Beliau menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi NTB telah mendapatkan penghargaan Anugrah Badan Publik Terbaik di Tahun 2019 ini tentunya karena program dari Bapak Gubernur NTB Dr. Zulkiflimansyah yang antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat seolah-olah tidak ada skat yang membatasi keduanya sesuai dengan undang-undang No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik dan tentu hal ini juga merupakan kontribusi dari Media di NTB dalam memberikan berita dan informasi kepada masyarakat.

I Gede Aryadi menyebutkan, beberapa tantangan pelaku media, diantaranya masyarakat tidak lagi sekedar menjadi penerima informasi tetapi juga bertindak sebagai produsen informasi.

Banyaknya media abal-abal juga menjadi pemicu maraknya Hoax sehingga Dewan Pers mengharuskan Media Online memiliki Badan Hukum yang di akui oleh Negara Indonesia. Media juga memiliki kode etik yang harus dipatuhi oleh jurnalisnya jangan terlalu fokus di bisnis malah melupakan lewajibannya pada Negara. Ucap I Gede Aryadi

Adapun sambutan dari Tim Google News Initiative lebih menekankan tentang bagaimana meningkatkan SDM Jurnalis sehingga mampu bersaing dengan Perkembangan Teknologi saat ini di mana kebanyakan informasi sekarang dibuat oleh Mesin. Diharapkan Jurnalis dapat memanfaatkan Tools yang tersedia di Google untuk melakukan verifikasi dan pengecekan terhadap informasi Hoax. (TL/Red)