logo


Bertemu Investor, Moeldoko Minta Kenyamanan Pengunjung Tetap di Jaga

Berikut penjelasanya
Selasa, 03 Des 2019, 01:34:34, 88 View

Bertemu Investor, Moeldoko Minta Kenyamanan Pengunjung Tetap di Jaga
Para investor berpose dengan Staf Kepresidenan Moeldoko_Tajuklombok. Com/Benn (istimewa)

TAJUKLOMBOK. COM - Pasca gempa 7.0 yang memporak-porandakan Lombok setahun yang lalu, nama pulau Lombok kian ramai menjadi perbincangan karena keindahannya.

Dari segi pariwisata, Pulau seribu Masjid ini memang sangatlah anggun dan mempesona meski sempat sepi pengunjung pasca gempa, namun kini sektor pariwisata sedang naik daun dan kembali menggeliat.

Salah satu indikator menggeliatnya pariwisata adalah banyaknya investor yang ingin menancapkan sahamnya di Pulau Lombok, seperti yang baru-baru ini, KEPALA STAFF KEPRESIDENAN, MOELDOKO menyambangi pulau Lombok untuk bertemu para investor dan penggerak pariwisata Lombok Timur yang bertempat di Aula salah satu akomodasi di senggigi, Sabtu (29/11).

Lombok Timur memang menyimpan segudang keindahan, mulai dari ombak pantai, alam dan gunung, sehingga tak mengherankan jika banyak investor yang ingin berinvestasi di Bumi Patuh Karya ini.

Dalam kesempatan tersebut tampak hadir Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Lombok Timur Akhmad Roji SE, Ketua Asosiasi Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Lombok Timur Royal Sembahulun SH. 

Melalui pertemuan tersebut, Kepala Staff Kepresidenan yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan kondisi perkembangan bangsa diantaranya isu-isu nasional strategis berkaitan dengan dunia pariwisata.

"Pariwisata adalah salah satu project nasional strategis yang menjadi prioritas pemerintah pusat", kata Moeldoko.

Ia juga menghimbau kepada pemerintah daerah, untuk peduli terhadap perkembangan dan pembangunan pariwisata, bersama-sama dengan masyarakat saling bahu-membahu untuk mewujudkan daerah maju dan mandiri melalui sektor pariwisata.

"Kepada para pelaku, pegiat dan penggerak pariwisata untuk berkomitmen menjaga kebersihan dan menjaga setiap wisatawan yakni dengan sama-sama menjaga keamanan sehingga kenyamanan mampu kita suguhkan kepada mereka yang datang berkunjung ke tempat kita", imbuhnya.

Pada pertemuan tersebut mencuatkan wacana adanya pengadilan investasi yang diusulkan oleh  investor yang berinvestasi di wilayah desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur.

"Kami mengusulkan kepada presiden Republik Indonesia, melalui kepala staff kepresidenan untuk membentuk pengadilan investasi yang bertujuan untuk memberikan kepastian hukum terhadap para investor, karena maraknya terjadi sengketa dan gangguan-gangguan, kepada para investor yang ingin berinvestasi", kata pengusung ide tersebut.

Dengan adanya pengadilan investasi diharapkan segala bentuk hambatan terhadap investasi bisa diminimalisir.

"Hal yang menjadi penghambat arus investasi dan perkembangan sektor pariwisata harus kita kurangi", ucap salah satu peserta.

Investor lainnya juga berharap kepada pemerintah supaya jangan hanya kewajiban para investor, kepada pemerintah saja yang di ingat.namun hak-hak para investor kepada pemerintah juga harus di berikan dan di penuhi secara berkeadilan.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Lombok Timur Royal Sembahulun SH meminta kepada masyarakat untuk tidak mengaitkan antara pariwisata dengan bencana, karena itu adalah qadar Tuhan menurutnya.

"Tidak ada hubungan ramainya kunjungan wisatawan dengan bencana gempa yang menimpa pulau Lombok", katanya. (TL/Red).

Laporan : Benn
Editor : Amaq Auliya