logo


Ceramah di Masjid Bual, TGH. Abdul Baasith Kupas Tuntas Alfatihah

Berikut penjelasanya
Kamis, 12 Des 2019, 05:36:47, 808 View

Ceramah di Masjid Bual, TGH. Abdul Baasith Kupas Tuntas Alfatihah
TGH. Abdul Baasith Asdjazzi_Tajuklombok. Com/istimewa

TAJUKLOMBOK. COM - Dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru dan mengajak orang untuk beriman dan taat kepada Allah SWT, seperti yang dilakukan oleh dai muda yang lagi naik daun, TGH. Abdul Baasith Asdjazzi LC yang mengisi Pengajian Silaturrahim di Masjid Nurul Yaqin Dusun Bual Desa Aik Bual Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (12/12).

Mengawali ceramahnya, TGH. Abdul Baasith menjelaskan Alquran sebagai petunjuk dapat mengantar manusia menjadi mulia. 

"Semua yang berhubungan dan berkaitan dengan Alquran pasti menjadi mulia dan dimuliakan oleh Allah SWT," jelasnya. 

Ia memaparkan, dekat dengan Alquran dalam arti bukan hanya sekadar membacanya atau mentadabbur, tetapi juga mengamalkannya dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan demikian, menurut dia, semua yang berhubungan dan berkaitan dengan Alquran pasti menjadi mulia dan dimuliakan oleh Allah SWT.

"Malaikat Jibril disebut Sayyidul Malaikat dan juga malaikat yang mulia karena dialah malaikat yang ditugaskan Allah membawa Alquran kepada Nabi Muhammad SAW. Kemuliaan Nabi Muhammad SAW juga karena beliau menerima wahyu Alquran dari Allah SWT," paparnya.

Malam Alquran diturunkan pada Ramadhan dan disebut sebagai malam yang mulia. Sesuai Firman Allah dalam Surah Al Qadr ayat 1 dan 3 disebutkan Alquran diturunkan pada malam kemuliaan. 

Ia menyebut hanya dengan kembali pada Alquran kemuliaan dapat dicapai.

"Jadi kalau kita umat Islam ingin menjadi mulia disisi Allah bahkan juga di kalangan makhluk lainnya, haruslah kita dekat dengan Alquran," ujar dia.

Alquran adalah kalamullah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril untuk menjadi pedoman dan petunjuk hidup manusia agar dapat membedakan antara yang hak dan yang bathil. Alquran diturunkan secara berangsur-angsur agar mudah dipahami dan diamalkan serta berdasarkan peristiwa dan kejadian yang terjadi, baik yang dialami Rasulullah maupun sahabat dan pengikutnya.

Orang akan semakin mulia dengan Al Quran. Baik ketika ia membacanya, baik ia menghafalnya, baik ia memahaminya, atau mengamalkannya.

Dalam hadits disebutkan, “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seseorang dengan kitab ini (Al Qur’an) dan merendahkan yang lain dengan kitab ini.” (HR. Muslim no. 817, dari ‘Umar bin Al Khattab:red).

Sebelumnya, dari pengurus Masjid Jami' Nurul Yaqin Bual, Khairul Anam,  QH, S. Sos, menyampaikan terima kasih atas kerauhan dari cicit Pahlawan Nasional TGH. K. H. M. Zainuddin Abdul Majid.

"Terima kasih kepada Bapak TGH. Abdul Baasith Asdjazzi yang bersedia hadir memenuhi undangan kami, ditengah kesibukan beliau", ucap Anam. 

Selanjutnya, Ia mengupas ada banyak rahasia dan keistimewaan surah al-Fatihah, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw;   (jika kita punya suatu hajat apapun, surah Al-Fatihah bisa menjadi perantara untuk hajat tersebut). 

Dikatakannya, hal ini tentu saja sudah masyhur dalam tradisi umat Islam, terutama dikalangan Nahdhiyyin.

"Biasa kalau kita ada acara pasti MC menyebut selanjutnya pembacaan fatihah-fatihah dan solawat Nahdlatain", katanya. 

Surat Al-Fatihah merupakan sebuah surat dalam Al-Quran yang kerap kita lantunkan, terutama di saat sedang melakukan shalat. Baik itu ketika melaksanakan shalat fardhu maupun sunnah. Sepintas dalam benak pikiran, Pernahkah kita telusuri dan perhatikan kembali akan setiap makna dalam surat Al fatihah yang biasa dibacakan setiap hari tersebut..?, dan apa saja makna-makna yang patut kita jadikan renungan pada surat yang menjadi Ummul Kitab ini…?

Di kala kita mengarah pada isi yang terkandung dalam surat Al fatihah ini, maka ada suatu kalimat doa yang cukup menonjol dan patut kita jadikan renungan. Yakni Lafadz “IHDINAS SHIRAATAL MUSTAQIIM” yang berarti “ Tunjukkanlah kami jalan yang lurus”. Dan ternyata pada ayat tersebut memang tersimpan akan beragam makna yang cukup menjadi sentuhan hati, dan sebagai penyejuk pikiran dalam jiwa dan raga.

Dijelaskannya, ada satu do'a utama yang jadi pamungkas dalam “IHDINAS SHIRAATAL MUSTAQIIM”.

"Ada empat Hidayah yang ada dalam kata IHDINA tersebut : yang pertama Hidayah Fitrah, yang kedua Hidayah Akal, yang ketiga Hidayah Agama (ini yang harus kita tuntut dengan bersekolah, ngaji dan lain-lain) dan yang keempat Hidayah Taufiq (Kesuksesan dunia akhirat)", tandas putra dari Ummi Rohmi tersebut. 

Ditambahkannya, Hidayah Taufiq inilah yang menjadi harapan kita. 

"Makanya, dalam setiap kesempatan NW selalu memperbanyak Fatihah dalam setiap kesempatan". 

Dalam acara pengajian tersebut, TGH. Abdul Baasith juga diminta menyimak hafalan Qur'an (yang kemudian diterjemahkan menggunakan bahasa Inggris) santri MTs. Nurul Yaqin NW dan SMK Pariwisata NW Aik Bual.

Selanjutnya acara ditutup dengan melantunkan do'a pusaka. (TL/Red).

Editor : Amaq Auliya