logo


Dewan Aprisiasi Pemda

Berikut penjelasanya
763 View

Dewan Aprisiasi Pemda
Ketua-Komisi-IV-DPRD-Lobar-Munawir-Haris-SIP.-dan-Direktur-RSUD-Tripat-drg.-Haji-Arbain-Ishak-MM.-dalam-dialog-Membangun-Lombok-Barat-561x316.jpg

TAJUKLOMBOK.COM - Pemerintah Daerah Lombok Barat berkomitmen salam meningkatan pelayanan kesehatan dan menjadikannya sebagai salah satu program prioritas, sehingga mendapat apresiasi positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Hal tersebut mencuat dalam “Dialog Interaktif”, Senin (3/12/2018), yang digelar di Lobi Kantor DPRD Lobar.

Melalui "Dialog Interaktif" tersebut, Munawir Haris, SIP. Selaku Ketua Komisi IV DPRD Lobar yang hadir dalam kesempatan tersebut memaparkan bahwa sejauh ini Pemda Lombok Barat telah membuktikan diri dalam peningkatan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kami selaku lembaga legislatif selalu mendorong agar pelayanan kesehatan ini dilakukan sebaik-baiknya. Dimana setiap pengusulan anggaran itu selalu kita kawal sampai menemui hasil yang pasti,” paparnya.

Munawir juga berharap semua pihak secara bersama-sama ambil bagian dalam mensukseskan ikhtiar pemda tersebut.

“Keterlibatan semua unsur sanagat dibutuhkan,  paling minim itu memberikan dorongan, motifasi atau gagasan bagaimana mengembangkan pelayanan kesehatan,” paparnya.

Disisi lain, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju (RSUD Tripat) Lombok Barat drg. Haji Arbain Ishak, MM., yang juga hadir dalam dialog yang bertema “Membangun Lombok Barat” ini mengemukakan, bahwa komitmen dan keseriusan Pemda Lombok Barat sudah berjalan.

“Bukti nyata peningkatan kesehatan masyarakat, dalam tahun anggaran 2018, Pemda melalui Dinas Kesehatan (Dikes), melakukan penambahan Puskesmas sebanyak 19 unit, dan Puskesmas Pembantu dua unit,” tandasnya.

Arbain juga menambahkan, hal ini juga terbukti dengan peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Tripat yang ia pimpin.

“Sekedar menginformasikan, RSUD Tripat saat ini sudah mempunyai 120 tempat tidur, 13 dokter spesialis, 17 dokter umum, 182 perawat, 623 non perawat, serta 159 tenaga non medis,” imbuhnya.

Akant tetapi, kata H. Arbain, hingga saat ini RSUD Tripat masih membutuhkan beberapa dokter spesialis, seperti speaialis jantung, Urologi, THT dan dokter spesialis lainnya.

“Kami akui tenaga speaialis di RSUD Tripat masih kurang, itu yang menyebabkan pasien yang penyakit tertentu, harus dirujuk ke provinsi RSUP NTB,  jelasnya. (tl_karim)