logo


di Duga Bunuh Diri Karena Bullying, KPAI Sampaikan Duka Mendalam

Berikut penjelasanya
287 View

di Duga Bunuh Diri Karena Bullying, KPAI Sampaikan Duka Mendalam
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti_Tajuklombok. Com

TAJUKLOMBOK. COM - Pertama, KPAI menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya ananda YSS yang bunuh diri karena masalah psikologis dan diduga juga mengalami bullying berupa diolok-olok (bullying) sebagai anak pembunuh dari teman-temannya.  Mengingat masa lalu ananda sangat tragis karena memendam dendam kepada sang ayah yang sedang menjalani hukuman karena membunuh sang ibu;

Kedua, KPAI juga menyesalkan bahwa bullying yang diterima ananda dari kawan-kawannya di sekolah tidak ditangani sedari dini, sehingga berpengaruh pada psikologis ananda YSS. Di duga olok-olok ini  menimbulkan depresi pada ananda YSS, sehingga ananda yang dikenal pintar dan berprestasi mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Olok-olok sebagai anak pembunuh membuat ananda YSS yang memang memendam amarah dan dendam pada ayahnya karena membunuh ibunya makin membenci ayahnya. 

Bullying jangan dianggap remeh, karena banyak kasus gangguan kesehatan mental akibat bullying yang tidak tertangani dengan baik. Pasalnya, remaja sering kali tak terbuka soal masalah-masalah yang dialaminya. Begitu pula dengan orang tua dan guru yang abai pada kondisi remaja. Pengabaian ini mengakibatkan anak korban merasa tidak ada solusi dari permasalahannya sehingga akhirnya memutuskan bunuh diri. 

Bullying adalah bentuk intimidasi atau penindasan dari satu individu atau kelompok yang lebih kuat. Bullying berbeda dengan konflik atau pertengkaran pada umumnya, karena dilihat dari tingkat pengulangan dan adanya kekuatan yang tidak seimbang antar kedua belah pihak yang terlibat. Dalam bullying, ada niat untuk menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan bagi korban, secara fisik maupun emosional. Korban di permalukan dan direndahkan martabatnya. 

Ketiga, Kabarnya ananda YSS memiliki dua saudara kandung yang juga diasuh oleh paman/bibinya, untuk itu KPAI mendorong P2TP2A Kupang untuk melakukan asesesmen psikologis dan jika diperlakukan diberikan layanan terapi psikologis pada dua saudara kandung ananda YSS, agar jika ada masalah psikologis sejak sang ibu meninggal dan sang ayah di penjara, maka kedua anak tersebut dapat segera mendapatkan pemulihan (rehabilitasi). Selain itu, para guru dimana kedua saudara YSS bersekolah harus dapat melindungi keduanya dari potensi bully dari lingkungan sekolahnya. 

Orangtua pengganti yang mengasuh saat ini juga didorong memiliki kepekaan untuk melindungi kedua anak tersebut dari bully di lingkungan rumahnya. (TL/Red).