logo


Dibimbing Tenaga Honor, Geger Wakili NTB Kuis Kihajar Hingga Tingkat Nasional

Berikut penjelasanya
Selasa, 22 Okt 2019, 01:26:31, 3692 View

Dibimbing Tenaga Honor, Geger Wakili NTB Kuis Kihajar Hingga Tingkat Nasional
Ibu guru Farah paling depan diikuti Lazuardi, David, Alfian dan Geger_Tajuklombok. Com

TAJUKLOMBOK. COM - Kaget bercampur bahagia sekaligus terharu, itulah yang dirasakan Geger ketika disebutkan namanya yang akan mewakili NTB dalam ajang Kuis Kihajar 2019 di Jakarta.

Kelahiran Batu Sambak, Santong Terara Lombok Timur ini memiliki nama lengkap Geger Yudha Anggara.

“Wah kaget saya, dan terharu bisa mewakili NTB di tingkat nasional. Saya senang sekali, dan menjadi pengalaman tak terlupakan,” ucap remaja yang sudah lama ditinggal sang bapak dan hanya mengandalkan ibunya tersebut ketika ditemui di sekolahnya Senin (21/10).

Sebelum masuk tingkat nasional, ia mengatakan sekitar bulan Maret 2019 mengikuti penyaringan tingkat provinsi.

“Saya tidak berharap banyak bisa masuk tingkat nasional, karena pesaingnya kan dari sekolah bergengsi se-NTB," ujar Siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kopang tersebut yang mengaku gemar matematika.

Dalam ajang kuis Kihajar ia membawa pembahasan teknologi tepat guna penyulingan air laut menjadi air tawar.

“Kebutuhan air bersih di kawasan pesisir dari waktu ke waktu terus bertambah seiring terus meningkat jumlah penduduk yang ada di kawasan tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan itu, pasokan air bersih terus diusahakan dengan berbagai cara, salah satunya melalui teknologi penyulingan air laut menjadi air tawar", katanya.

Kehadiran teknologi itu, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan air bawah tanah di kawasan pesisir.

"Sumber Daya Alam kita kaya, air laut melimpah dan juga panas matahari cukup. Kan karakter geografis Lombok Selatan panas kering kerontang, atas dasar tersebut saya prihatin dan sangat ingin membantu dengan teknologi sederhana penyulingan air tawar" imbuhnya.

Geger mengatakan, teknologi untuk mengolah air laut menjadi air tawar temuannya itu bisa melakukan penyulingan dengan sederhana. 

Secara fisik, ia menyebutkan, teknologi tepat guna temuannya hanya membutuhkan panci, kaca UV (cermin cekung) dan pipa.

“Dengan terpaan panas matahari, air yang dihasilkan dari penguapan akan mengalir air pada pipa paralon yang terpasang,” tuturnya.

Persoalan air bersih masih menjadi masalah yang serius, meski Indonesia dikenal luas sebagai salah satu penyumbang air bersih terbesar untuk Negara di kawasan Asia Pasifik, sebesar 21 persen.

Akan tetapi, pada kenyataannya hingga saat ini masih ada masyarakat kita yang belum mendapatkan akses air bersih.

Sementara itu, Farah Hayrunnisa, S. Pd selaku guru pembimbing mengungkapkan bahwa kesuksesan Geger merupakan kerja tim. Ada Pak Pajrun dan Kepala sekolah yang terus memantau kami. Dibagian produksi Pak Pajrun sebagai manager, M. Lazuardi sebagai kameramen sekaligus sutradara, David Agus Saputra dibagian editor, dan untuk animasi merupakan keahlian dari M. Alfiansyah, ketiganya satu kelas di kelas media, ungkapnya.

Untuk diketahui bahwa Kuis Kihajar (Kita Harus Belajar) merupakan ajang kompetisi untuk peserta didik SD/SMP/SMA/SMK (Sederajat) di seluruh tanah air dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Kuis Kihajar merupakan salah satu wahana untuk mensosialisasikan pemanfaatan siaran TV Edukasi, Suara Edukasi, Streaming dan Video on Demand.

Farah, merasa haru dan bangga ketika mendengar anak didiknya bisa mewakili NTB di tingkat nasional.

"Hanya bisa terharu dan tentunya sangat bangga" kata wanita berhijab yang mulai mengabdi menjadi tenaga honorer di SMKN 1 Kopang sejak 2015 tersebut.

Ibu Farah dan timnya berharap kedepan, inovasi penyulingan air laut menjadi air tawar temuan Geger bisa dikembangkan sehingga bebisa berguna bagi masyarakat.

"Harapannya inovasi ini bisa dikembangkan untuk masyarakat pesisir, paling tidak untuk sekedar mandi dan menyiram tanaman. Karena untuk dikonsumsi kami belum sampai kesana penelitiannya. Kan butuh penelitian lebih lanjut sehingga air sulingan tersebut bisa disebut higienis" tandas alumni matematika Unram 2007 tersebut. (TL/Red).

Saksikan videonya disini