logo


Dicatat, 14 dan 15 Februari Bau Nyale, tapi Pusatnya Bukan lagi di Seger

Berikut penjelasanya
Sabtu, 11 Jan 2020, 11:48:22, 143 View

Dicatat, 14 dan 15 Februari Bau Nyale, tapi Pusatnya Bukan lagi di Seger
Keseruan bau nyale tahun lalu_doc. Facebook

TAJUKLOMBOK. COM – Salah satu event besar yang dinanti oleh masyarakat Sasak adala 'Bau Nyale'. Sejak hari ini, hujan rintik-rintik alias hujan awet masyarakat selatan biasa menyebutnya sudah mulai turun sebagai penanda. 

Dan benar saja, berdasarkan hasil keputusan sangkep warige pada Sabtu 11/1/2020 di Dusun Ende Desa Sengkol Kecamatan Pujut Lombok Tengah NTB, yang didasari atas kesepakatan dan kajian dari puluhan tokoh budaya, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dari 8 arah mata angin yang ada di Lombok Tengah, menetapkan tanggal 14 hingga 15 Februari 2020 sebagai puncak dari bau nyale. 

"Event Bau Nyale 2020 akan digelar tanggal 14 hingga 15 Februari" rilis sejumlah media. 

Akan tetapi, Core event bau nyale tahun ini  lokasi puncak perayaannya akan digelar di kawasan Tanjung A’an Desa Sengkol Kecamatan Pujut, yang sebelumnya, acara puncak bau nyale biasa dipusatkan di Pantai Seger Kuta seperti sebelum-sebelumnya.

Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT., kepada wartawan, Jumat, 10 Januari 2020, menjelaskan, ada beberapa pertimbangan kenapa lokasi puncak perayan bau nyale digeser ke kawasan Pantai Tanjung A’an. Di antaranya, di kawasan Pantai Seger Kuta saat ini tengah ada kegiatan pembangunan berbagai infrastruktur oleh pihak ITDC selaku pengelola kawasan The Mandalika. Termasuk di antaranya pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika.

Meski lokasi perayaan bergeser, ujar Suhaili, tidak ada larangan bagi masyarakat untuk menggelar ritual menangkap nyale yang merupakan agenda utama bau nyale di kawasan Pantai Seger Kuta. Apalagi selama ini kegiatan bau nyale digelar hampir di sepanjang pantai Loteng bagian selatan. Hanya saja perayaan resminya digelar di Pantai Seger Kuta.

“Begitu pula tahun ini, perayaan Bau Nyale sendiri memang digelar di Pantai Tanjung A’an. Tapi untuk bau nyale-nya sendiri bisa di pantai manapun di sepanjang pantai Loteng bagian selatan,” jelasnya.

‘’Ini juga salah satu cara untuk memecah konsentrasi masyarakat pada perayaan bau nyale nantinya. Tidak hanya terkonsentrasi di satu lokasi saja. Tapi bisa menyebar di beberapa lokasi,” tambahnya. (TL/Red).

Editor: Amaq Auliya