logo


Dua TGB Bersua, Fatwa Maulana Terbukti Nyata

Berikut penjelasanya
Jumat, 10 Jan 2020, 16:40:12, 767 View

Dua TGB Bersua, Fatwa Maulana Terbukti Nyata
Duo TGB kekayaan NW, Anjani dan Pancor_dokpri
Aduh sayang !
Seperlima abad anakku berpisah
Selama itu timbullah Fitnah
Disana sini anakku berbantah
Sesama saudara di dalam Nahdloh (Wasiat Renungan Masa)

TAJUKLOMBOK. COM - Nahdlatul Wathan (NW) gencar sekali ditimpa ketegangan akhir-akhir ini. Dimana pada saat yang bersamaan, saat euforia kemenangan atas calon yang diusung Zul-Rohmi terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, tepatnya hari Jum'at 7/9/2818 pesta pora warga NW diwarnai CAP JEMPOL DARAH BUPATI LOMBOK TENGAH yang menolak pergantian nama bandara dari BIL menjadi ZAMIA.

Setahun berselang dari aksi cap jempol darah bupati, Gubernur NTB Zulkieflimansyah meminta pihak Angkasa Pura I mengumumkan pergantian nama bandara dari Lombok Internasional Airport (LIA) ke Bandara Zainuddin Abdul Madjid.

Hal itu tertuang dalam surat bernomor 550/375/Dishub/2019 tertanggal 15 November 2019. Dalam surat tersebut ditandatangani Gubernur NTB dengan stempel Sekretariat Daerah.

Atas adanya surat tersebut, tak tanggung-tanggung, pihak yang menolak sampai menyeret ASN lengkap dengan mobil dinasnya untuk menyatakan penolakan ke gedung DPRD NTB pada hari Senin 18 November 2019.

Aduh sayang !
Wahai anakku mari kembali…!
Kepada NW karya sendiri
Tak usah lari kesana kemari
Agar bersama sepanjang hari (Wasiat Renungan Masa)

Tak tinggal diam, berselang satu hari,  tepatnya Rabu (20/11) warga pun mengepung kantor bupati Lombok Tengah mempertanyakan pengerahan ASN untuk berdemo menolak nama bandara.

Ketegangan ter-update, para tokoh sentral di tubuh organisasi Nahdlatul Wathan (NW) yang sedang perang dingin sepakat untuk melakukan gencatan senjata, dengan menghadiri proses mediasi yang difasilitasi Kementerian Hukum dan HAM RI, di Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020.

”Dimediasi oleh Kemenkumham melalui Dirjen, baguslah sangat positif. barusan selesai. dari jam 2 siang undangannya sampai sebelum magrib. Dipimpin sama TGB berserta seluruh wakil ketua sama sekjend, Anjani juga dipimpin oleh RTG, wakil ketua dan Sekjend. lengkap," kata Irzani seperti dirilis sejumlah media. 

Hadirnya dua TGB (Tuan Guru Bajang), yaitu H. M. Zainul Majdi dan H. Lalu Gede M. Zainuddin Atsani, memberikan optimisme bahwa pertemuan ini akan mengarah pada proses islah atau penyatuan.

“InsyaAllah ini adalah proses menuju islah,” imbuhnya. 

Kedua kubu sebenarnya gencar mempromosikan bersatunya dua kubu yang sebelumnya bertengkar, NW Anjani dan NW Pancor. Beragam cara dilakukan organisasi ini, dari yang kecil-kecil seperti diskusi di kampus hingga yang besar berskala nasional. 

Seperti diketahui bersama, beberapa waktu lalu ada upaya islah di Lombok Tengah. Namun sayang, Islah ini kurang simpatik karena momentumnya kurang tepat. Islah dilakukan ketika pilkada sedang hangat-hangatnya di beberapa kabupaten dan kota di NTB. Akibatnya, asumsi masyarakat, bersatunya dua NW hanya karena kepentingan politis belaka terutama di Lombok Tengah. 

Aduh sayang !
Aku melihat banyaknya fitnah
Karena anakda berpisah-pisah
Tidak seturut pada ayahanda
Masya’ Alloh wa Innalillah (Wasiat Renungan Masa)

Lalu spekulasinya, benarkah bibit islah ini ada karena adanya penolakan nama bandara dari BIL menjadi Zainuddin Abdul Majid, mengingat kedua tokoh sentral yang bertemu ini adalah cucunya, ataukah hanya pengulangan dari islah yang pertama, dimana momennya saat hangatnya pilkada?

Namun jika dirunut dari awal mula perpecahan, bisa saja dan mudah mudahan terwujud. Karena NW pecah berawal di Lombok Tengah saat Muktamar ke-X 1998 silam, maka benang merah Wasiat Renungan Masa "Seperlima abad anakku pisah" kian jelas dan mendekati kenyataan. Apalagi jika dikaitkan dengan satu bait syair dari renungan masa ini:

"Disana sini berangsur angsur
di Lombok Tengah dan Lombok Timur
Rasyid di barat sampai terkubur
Pada akhirnya NW mengatur"
(Wasiat Renungan Masa)

(TL/Red)

Editor: Amaq Auliya