logo


Empat Tahun Yaspora NWDI Suare

Berikut penjelasanya
667 View

Empat Tahun Yaspora NWDI Suare
Tajuklombok/Rony

TAJUKLOMBOK. COM - Pemandangan berbeda nampak dari angkasa ketika kami melewati jejeran pohon jati di Puncak Kabul yang biasanya tampak kecoklatan karena kering jika memasuki bulan Agustus.

Dari bumi terlihat genangan air disana sini, karena kejadian langka di wilayah selatan hujan turun 2 hari berturut-turut saat kemarau.

Setelah melewati jalan berkelok dan menanjak, serta melalui jalan berbatu yang licin akibat siraman hujan semalam, sampailah kami ke tempat yang dituju.

Yayasan Pondok Pesantren Raudlatussolatiyah NWDI Suare Desa Montong Ajan Kecamatan Praya Barat Daya. Madrasah ini berkembang pesat sejak didirikan empat tahun silam, dan ketika kedatangan saya 2019 lalu hanya tampak dua lokal gedung yang belum lengkap fasilitas bangku dan meja belajarnya.

Tapi, kedatangan kami kali ini suasana berbeda terlihat dari tiang-tiang pancang yang menjulang ke langit tinggal menunggu bahan untuk dikerjakan, kini jejeran pondok santri/wati meski sederhana turut menghiasi halaman Ponpes, selain jejeran empat berugak yang kelihatannya masih baru.

"Alhamdulillah, kalau sudah memulai pasti ada jalan," kata TGH Zainal Arif Sang Pengasuh Ponpes, Selasa (03/08).

Sambil bercengkrama dan bersenda gurau usai menyantap hidangan tuan rumah, alumni Darul Habibi Paok Tawah ini bercerita persiapan hari ulang tahun Ponpes bulan Agustus ini.

"Insya Alloh, tanggal 21 Agustus tepatnya hari Sabtu, kita akan melaksanakan ulang tahun Ponpes yang ke-4," ujarnya.

Dari usianya yang tergolong muda, Yayasan Ponpes Raudlatussolatiyah (Yaspora) NWDI Suare telah membukukan ijin resmi pemerintah, yaitu MI, MTs dan Ponndok Pesantren.

"Tahun ini, kita akan mengajukan proposal ijin SMA Islam, tapi kita sukseskan ulang tahun Ponpes dulu biar satu satu rampung," terang TGH Zainal Arif.

Setelah dirasa cukup dengan apa yang kami hajatkan, kamipun pamit. Namun, langit masih saja menampakkan wajah mendung seperti saat kami berangkat dari Penujak. (TL/Red).

Laporan : Abdul Karim

Kameramen : M. Sya'roni