logo


From Hero to Zero

Berikut penjelasanya
Rabu, 27 Nov 2019, 02:22:31, 191 View

From Hero to Zero
Berdiskusi dengan Kades Dasan Lekong tentang zerowaste_Tajuklombok.com/istimewa

TAJUKLOMBOK. COM - Dilayar lebar tidak sedikit film yang mengangkat tema "Hero" dalam animasi "Wall E" atau Film Ellysium yang dibintangi Matt Damon, berkisah tentang masa depan bumi yang terancam sampah dan terus bergerak menuju kehancuran yang kumuh.

Sutradaranya luar biasa, mereka bersungguh sungguh menghendaki keselamatan ummat manusia, dari kehancuran dan kepunahan akibat ulah tangan mereka sendir, Begitu Tafsiran Jalan Lain Ar_Rum 41.

Alasan memilih animasi dan film tentu mempertimbangkan jumlah, dan yang penting emosional effect bagi penontonnya, urusan menyelamatkan manusia butuh kesabaran sebab para nabipun mendapati hal yang sama.

Diantara kedua film itu, banyak jalan lain untuk menyadarkan masyarakat tentang pentignya mengelola sampah sebagai Residu Bumi, Sebagai ancaman masa depan. di Lombok Timur Wakil Bupati Haerul Warisin pada tahun 2017 mengangkat dai dai kesehatan sebagai penyambung lidah dan penyampai pesan kebersihan.

Hasilnya, masih dibawah standar 40%, sebab mengajak hidup bersih tidak cukup dengan ayat dan dalil "Eksperien Is the best Teacher" dalilnya begitu. Bila tidak, gagal. sebabnya tentu saja "Ah Teory".celetuk mereka

Di NTB dibawah komando Duo Doctor energi untuk itu menjadi prioritas, selain NTB adalah obyek wisata Internasional juga harus menjadi teladan, Malu dong kalah oleh Bali. Dengan minoritas muslim.

Nggak zaman mungkin kalau agama hanya dibuat alat mobilisasi massa tanpa di imbangi dengan upaya Edukasi tentang prinsif dan nilai TAHARAH, karena taharah adalah awal berislam yang baik menurut syariah.

Taharah itu pondasi dan langkah kecil memulai pondasi bangunan keislaman ummat, Allah cinta kepada mereka yang gemar menyucikan batin dan jiwaya dengan taubat dan megasihi mereka yag gemar menjaga kebersiha begitulah kitab suci umat islam mewanti pemeluknya.

Sebagai pemeluk agama suci ini edukasi sampah sukar dilakukan sebabnya juga agaknya "Njelimet dan Kusut" masih lebih senang dengan jihad ala Demonstrasi atas nama bela agama.

Dimedia sosial misalnya lebih banyak diisi khutbah semacam itu dari upaya edukasi sampah, saat gubernur berpose di jalan gajah mada kemarin buktinya, gubernur dituding eksen dan penuh pencitraan, cengeng dan lain sebagainya.

Soal Gubernur, itu hal yang mesti karena tak seorangpun dari golongan apapun yang ma'shum dari kritik tetapi semua muslim wajib untuk taat pada ajaran itu kita mestinya Mafhum.

Sampah adalah masalah utama lebih lagi di zaman yang sarat dengan persaingan Digital ini. Sebagai muslim tuntutannya harus pandai menempatkan mantan pada tempatnya dan menjual sampah sesuai dengan harganya.

Akhir kata tak ada dusta diantara kita, mari berbuat untuk bumi dan anak cucu kita. (TL/Red).
Jurnalis : Eyounk
Editor : Karim