logo


Gagal Jadi Dewan, Pernyataan Caleg Picu Bentrokan di Tidore

Berikut penjelasanya
630 View

Gagal Jadi Dewan, Pernyataan Caleg Picu Bentrokan di Tidore
Ilustrasi tajuklombok.com/Tawuran antardua kelompok warga dari Kelurahan Tomolou dan Gurabati di Tidore dipicu pernyataan caleg. Foto/iNews/Agus Suprianto

TAJUKLOMBOK.COM - Pemilu serentak 2019 menyisakan serba-serbi cerita yang beragam, dari bahagia sampai aksi penarikan kembali hibah yang sudah terlanjur disalurkan.

Adalah Achmad Hatari dikabarkan kecewa berat karena tak terpilih menjadi anggota dewan. Calon legislatif (Caleg) Partai NasDem asal Kelurahan Gurabati ini pun mengungkit kembali bantuan yang pernah diberikan untuk Masjid Nurul Bahar, di Kelurahan Tomolou, Kota Tidore, Maluku Utara, berupa karpet dan jam dinding duduk.

Dikutip tajuklombok.com dari Beritakini.co, Caleg NasDem itu mengaku tak puas karena hanya memperoleh 700 suara di kelurahan Tomolou, sehingga merasa sangat kecewa.

Dikabarkan, Achmad Hatari mengungkit bantuan tersebut saat berbicara di atas mimbar masjid Nurul Bahar usai salat Jumat kemarin.

Akibatnya, warga setempat yang tersinggung dengan ucapan caleg itu kesal dan mengusir caleg tersebut. Bukan hanya itu, warga juga mengembalikan semua bantuan dia untuk masjid.

Politikus Partai NasDem itu pun langsung dievakuasi aparat kepolisian untuk menghindari amuk warga. Sementara bantuannya berupa karpet dan jam dinding berdiri masih di kawasan masjid.

Tak berselang lama, warga menggulung karpet itu dan beramai-ramai mengantarnya ke rumah Achmad Hatari di Kelurahan Gurabati. Terlihat dalam sebuah video yang beredar, sebagian warga sedang menyeret karpet pemberian caleg gagal itu.

Bentrokan juga sempat terjadi antara warga Kelurahan Tomolou dan Gurabati diduga karena salah paham. Ditulis Sindonews, warga Gurabati terprovokasi melihat banyak warga Tomolou datang ke desa mereka.

Mereka mengira kedatangan warga Tomolou hendak menyerang desa mereka. Warga setempat langsung melakukan perlawanan hingga aksi saling lempar batu dan kayu tak terhindarkan.

"Bentrokkan baru berakhir setelah anggota polisi dan TNI tiba di lokasi kejadian. Petugas melerai kedua kubu yang bertikai. Warga Gurabati melakukan pengejaran dan pelemparan batu karena mendapat informasi telah terjadi perusakan rumah milik Achmad Hatary. Mereka berupaya melakukan tindakan balasan," kata Kapolres Tidore AKBP Doly Heriyadi seperti dikutip tajuklombok.com dari Beritakini.co pada Ahad (21/4).

Sejauh ini, lanjut Doly, polisi masih menginventarisi dampak akibat pertikaian dua kelompok warga. Kejadian ini masih diselidiki dan dipastikan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

"Kami dan TNI sudah bersiaga dan berpatroli di dua kelurahan untuk meredam pertikaian dan mencegah konfik ini berlanjut," katanya. (TL/Karim).