logo


Gelar Temu Bisnis, Lotim Tak Mau Hanya Dapat Asap Moto GP

Berikut penjelasanya
Jumat, 08 Nov 2019, 16:46:42, 76 View

Gelar Temu Bisnis, Lotim Tak Mau Hanya Dapat Asap Moto GP
Penyampaian materi_Tajuklombok.com/ Benn

TAJUKLOMBOK. COM - Kabupaten Lombok Timur (Lotim) bagian selatan memiliki keindahan alam yang sangat menarik. Sederetan pantai-pantai yang indah sangat potensial sebagai salah satu destinasi wisata. 

Sadar akan keindahan alam yang dimiliki tersebut, Lombok Timur tak tinggal diam, dan mulai berbenah  dengan menggelar TEMU BISNIS PELUANG INVESTASI Kabupaten Lombok Timur yang mengangkat
tema "Potensiku Investasiku" Kamis (7/11).

Dalam kesempatan tersebut, dihadiri oleh Ketua BPPD Ahmad Roji SE, Kadis Pariwisata Mugni, Kadis Penanaman Modal dan Perijinan Satu Pintu, Kadis BAPPEDA Lombok Timur serta di hadiri pula puluhan investor dan dan pelaku bisnis dari berbagai bidang.

Wilayah selatan Lotim ini konon disebut sebagai penopang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Atas dasar itu, Lotim coba fokus untuk kembangkan potensi wisata pantai selatan tersebut.

"Imbas moto GP 2021 dan KEK Mandalika
tentu akan mendapatkan dampak yang signifikan sebagai kawasan wilayah  penyangga potensial dan terdekat dengan KEK Mandalika Kute Lombok Tengah jadi harus betul-betul di persiapkan dengan matang dan totalitas," papar Kadis BAPPEDA Lombok Timur Dewantoro.

Dalam pertemuan tersebut hal yang paling utama di bahas yakni mengenai potensi sektor pariwisata  terutama yang ada di wilayah selatan atau potensi pariwista yang ada di Kecamatan Jerowaru, dimana kita sama-sama ketahui bahwa daerah selatan adalah lokasi pariwisata yang kaya potensi wisata yang sangat menjanjikan diantaranya Pantai Pink yang cuman ada dua di indonesia yakni di NTT dan di Lombok Timur.

Selain itu, ada juga Kite Surving (berselancar dengan layang-layanh) yang menjadi nomor tiga terbaik dunia yang sudah di akui publik internasional.

Begitu pula di daerah utara misalnya, GUNUNG RINJANI dimana Rinjani juga menjadi tujuan pendakian favorit wisatawan lokal dan mancanegara, kemudian keindahan Sembalun yang juga di sebut Sembah Ulun  yang menjadi tempat hanimun terbaik di dunia.

"Kawasan dataran tinggi (1000s/3176m), Sentra Holtikultura komoditas pertanian unggulan seperti potensi kesesuaian lahan untuk tanaman strawbery, kentang, cabai, tomat, wortel, kentang, bawang putih dan keunikan budaya lokal yang ada di kawasan utara", imbuhnya..

Lebih jauh, ia berharap bahwa Lombok Timur tidak hanya kecipratan asap knalpot Moto GP.

"Jangan sampai pengembangan yang di lakukan oleh pemerintah pusat lalu Lombok Timur tidak mendapatkan apa-apa, hanya dapat bau asap knalpot Moto GP, karena masuk dalam key tourism area", tandasnya.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Lombok Timur Mugni (Amaq Ega, ia ingin menjadi nama sapaannya_red) yang langsung menyapa para peserta temu bisnis dengan bahasa inggris dengan wajah optimis dan sumringah, ia mengajak pelaku wisata untuk lebih menonjolkan kearifan lokal.

"Orientasi pariwisata dengan penyajian budaya-budaya khas Sasak seperti berpakaian adat dan budaya dulang yang harus kita pertahankan, bukan yang berpakaian celana bolong-bolong dan pakai anting di telinga dan di hidung", sentil Mugni.

"Karena bukan itu yang di cari para touris dan wisatawan", lanjutnya.

"Kalau kita sajikan celana bolon-bolong, dan telinga beranting ngapain mereka jauh-jauh sampai ke Lombok?, mereka sudah bosan dengan itu semua di negaranya", jelas Mugni.

Dibagian akhir, Ama Ega kembali menegaskan untuk lebih mengedepankan kearifan lokal.

"Jadi, kita harus menyajikan lokal culture yang sangat potensial untuk bisa menjadi nilai marketing yang tinggi", tutupnya. (TL/Red).