logo


Hadapi Pandemi, ini 3 strategi Pariwisata NTB

Berikut penjelasanya
176 View

Hadapi Pandemi, ini 3 strategi Pariwisata NTB
Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah_foto doc. Diskominfotik NTB

TAJUKLOMBOK.COM - Mataram, Pandemi Covid-19  membuat sektor pariwisata di berbagai belahan dunia menjadi cukup lesu. Meski begitu, Pemprov NTB tidak tinggal diam. Di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dan Dr. Sitti Rohmi Djalilah, pariwisata di NTB akan terus digenjot dengan berbagai strategi. 

Ummi Rohmi, panggilan akrab Wagub NTB, menjelaskan tiga strategi pada sektor pariwisata NTB dalam Webinar Virtual dengan Menko Maritim dan Investasi RI dengan Tema "Kebijakan pemerintah NTB tentang Reaktivitas Sektor pariwisata dan  ekonomi kreatif menuju adaptasi kebiasaan baru, (Rabu, 12/08). 

Yang pertama, jelas Ummi Rohmi, Pemprov NTB akan melakukan penyempurnaan destinasi. Seluruh destinasi diharuskan mendapatkan sertifikat CHSE (Clean, Healthy, Safety dan Environmentagar)  agar aman dari Covid-19. Pelaku pariwisata akan di dorong untuk menjaga destinasi pariwisatanya dengan baik dan menjalani standar-standar yang telah ditetapkan, yaitu  Destinasi aman, destinasi sehat, destinasi Indah. 

“Seperti apa yang dikatan Pak Menko, tidak ada lagi destinasi yang kotor, pengelolaan sampahnya harus betul-betul diperhatikan. Dan bagi kami, ini adalah pekerjaan rumah yang terus menerus kami dorong,” ujar Ummi Rohmi. 

Strategi kedua yakni menjadikan parisawata yang berkualitas dan menggencarkan promosi. 

"Tentunya kami kita tidak kehilangan akal bagimana caranya untuk memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya untuk terus mempromosikan, memasarkan wisata kita, dan terutama untuk domestik," terang alumni ITS tersebut. 

Strategi yang ketiga yakni, Pemprov NTB dalam pembangunan pariwisata di NTB menggunakan prinsip konsep Pentahelix, dimana melibatkan akademisi, swasta, komunitas, dan media. Hal tersebut menjadi sinergi yang tidak bisa terlepas satu sama lain. 

Ummi Rohmi juga mengakui banyak hal yang harus diperhatikan dalam menjaga eksistensi industri pariwisata di NTB. Misalnya dengan bantuan modal kerja, relaksasi pajak, kredit penangguhan cicilan dan bantuan lainnya. 

Diakhir paparannya, Ummi Rohmi mengatakan bahwa Pemprov NTB akan mendukung dan mendorong program CHSE berbasis desa, karena di NTB tumbuh kembang desa wisata sangat luar biasa sehingga Pemprov NTB akan terus menyemarakan dan menggelorakannya. 

“Untuk itu, program CHSE dari kementerian parisawata sangat tepat untuk kita implementasikan, dan kami di NTB sangat serius dengan masalah ini karena dari awal memang program unggulan kami adalah program-program yang benar-benar memperhatikan lingkungan, termasuk program Zero Waste, NTB hijau, bersih dan lain sebagainya,” tandasnya. 

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dalam kesempatannya berpesan kepada seluruh pemerintah daerah untuk melakukan  hal yang baru, agar pariwisata bangkit kembali  seperti yang dilakukan oleh daerah-daerah lain yang pariwisatanya mulai berjalan kembali.

"Mari kita semua bekerja sama untuk memulihkan ekonomi kreatif ini dengan menjaga kebersihan destinasi, team work, dan mengingatkan masyarakat bahwa pariwisata ini akan bangkit kembali dan ekonomi masyarakat dapat berjalan seperti biasanya," pesannya.

Dalam webinar tersebut, turut hadir Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Gubernur Kalimantan Tengah, Walikota Tual Provinsi Maluku, Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau, GM PT Bintan Resort Cakrawala. (TL/rd) 

Editor : ofik