logo


Halaqah Tuan Guru di Pancor ingin cetak Dai wanita

Berikut penjelasanya
436 View

Halaqah Tuan Guru di Pancor ingin cetak Dai wanita
Dewan Mustasyar PBNW yang turut hadir dalam Halaqoh_Tajuklombok. Com/istimewa

TAJUKLOMBOK. COM – Untuk menjalankan amanat organisasi yang tertuang dalam rekomendasi hasil Rakerwil PWNW di Ponpes Al-Hannaniyah NW Sebenge Kelurahan Panjisari Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah beberapa waktu yang lalu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan Nusa Tenggara Barat(PWNW-NTB) Bidang Dakwah, menggelar acara Halaqoh dengan tema Optimalisasi Potensi dan Ekstensi Amalliyah Dakwah NW Berdasarkan Nilai-Nilai Ahlussunnah Wal Jama’ah Dalam Mewujudkan Moderasi Beragama Di Indonesia, beertempat di Mushalla Al Abror Pancor, Sabtu(14/03).

Kegiatan kali ini dihadiri oleh sekitar 140 orang Alim Ulama’, Tuan Guru dan Para Da’I NW se NTB dan dibuka langsung oleh Amidul Ma'had  DQH NW Pancor TG.H.Yusuf Makmun.

Kegiatan tersebut dihajatkan untuk memperkuat peran organisasi keagamaan dalam menjalankan tugas keagamaan, khususnya penguatan Da’wah Islamiah yang menekankan Moderasi Beragama. 

“Jadi diantara lajnah Dakwah itu menghasilkan satu rekomendasi diantaranya perlu kita melakukan koordinasi secara terstruktur dan massive dalam rangka Dakwah Islamiah ini,” ungkap ketua panitia yang sekaligus Ketua majlis Dakwah PWNW NTB Dr.Abdul Fattah, M.FiI.I dalam sambutannya.

Ditambahkannya bahwa kebaikan yang tidak terkoorganisir akan bisa dikalahkan oleh kejahatan yang terkoorganisir dengan baik. Maka tema yang diambil oleh panitia tersebut diatas memiliki empat makna yang dipandang cukup relevan.

“yang pertama potensi yang secara tidak langsung ini berkaitan dengan kemampuan dan kekuatan sebuah organisasi, sehingga dari segi potensi NW sangat kuat terutama di NTB, karena kita memiliki para Tuan Guru, Masyaikh, Alim Ulama’ dan Para Da’I yang cukup banyak dan semuanya rata-rata Hafiz Alquran dan menghapal ribuan Hadist,” imbuhnya.

Diharapkannya, potensi yang sudah dimiliki oleh NW perlu untuk di Ekstensipikasi (perluasan) sehingga tidak monoton, dimana Tuan Guru Kita yang di Lombok Barat jangan hanya mengajar di Lobar, dengan begitu akan tumbuh satu harapan baru.

“Potensi yang dimiliki oleh Para Masyaikh dan Tuan Guru serta Da’I Kita. Kita kembangkan, kita organisir ulang melalui organisasi kita ini dari PWNW, PDNW,PCNW sampai Anaka Cabang NW sehingga kekuatan-kekuatan ini terorganisir untuk menyebarkan Da’wah Islamiah berdasarkan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah,” tegasnya.

Sementara itu Pengurus Wilayah NW NTB Dr.Muslihun Muslim dalam kata sambutannya mengajak para peserta Halaqoh untuk memampaatkan momen tersebut sebagai wahana tempat menyatukan diri untuk menyatukan tekad dan melanjutkan apa yang telah diwariskan oleh Guru Besar kita maulasyaikh TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Majid.
Kegiatan ini harus kita hidupkan sebagai sarana untuk memaksimalkan pengelolaan atau manajemen dakwah kita di Nahdlatul Wathan, karena saat ini diera digitalisasi dengan adanya android ini adalah tantangan dakwah kita.

“Ada chalenge (tantangan) dari Dakwah kita, yang akhirnya justru yang dominan dalam dakwah kita adalah kelompok Salafi dan seterusnya,” ungkapnya.

Dr.Muslihun Muslim menyentil tentang adanya warga NW yang pindah organisasi sehingga memiliki akhir hayatnya yang memprihatinkan karena tidak dibacakan Talqin, takziah dan tidak ada Doa dan Tahlil.
“Ini sudah luar biasa, kita sudah berpuluh-puluh tahun mengaji, tiba-tiba diakhir hanyat, dikuburkan tanpa do’a, tanpa Talqin, tanpa Tahlil dan takziah,” ungkapnya penuh keprihatinan.

Dari kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini, terungkap bahwa ada keinginan dari peserta untuk mencetak Dai dari kalangan kaum hawa, karena selama ini dirasa sangat minim. (TL/Red).

Editor : Amaq Auliya