logo


Ikon Wisata Desa Sembalun Lawang, Butuh Perhatian Pemda

Berikut penjelasanya
205 View

Ikon Wisata Desa Sembalun Lawang, Butuh Perhatian Pemda
Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, merupakan satu dari banyak Desa yang ada di Kabupaten Lombok Timur yang memiliki banyak potensi wisata. Desa yang terletak di kaki Gunung Rinjani ini tidak pernah sepi dari pengunjung, baik wisatawan asing maupun Lokal_foto doc. Dokpri

TAJUKLOMBOK.COM - Lombok Timur, Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, merupakan satu dari banyak Desa yang ada di Kabupaten Lombok Timur yang memiliki banyak potensi wisata. Desa yang terletak di kaki Gunung Rinjani ini tidak pernah sepi dari pengunjung, baik wisatawan asing maupun Lokal.

Pada Desa ini terdapat bangunan cagar budaya, setidaknya ada tujuh unit rumah adat (Bale Adat Desa Bleq) yang di sebut masyarakat sekitar sebagai peninggalan leluhur yang di bangun ratusan tahun silam. 

Kendati demikian, akibat dahsyatnya guncangan bencana gempa bumi yang melanda Pulau Lombok pada Tahun 2018 lalu, tidak hanya menelan korban jiwa, juga cukup membuat kerusakan pada fasilitas umum yang ada, termasuk bagunan cagar budaya.

Hingga kini bangunan cagar budaya tersebut belum mendapatkan perhatian yang serius dari Pemerintah Provinsi NTB maupun Kabupaten, karena bagunan cagar budaya tersebut masih dalam kondisi rusak berat, bahkan tiga unit bangunan yang menjadi Icon Desa wisata tersebut masih dalam kondisi rata dengan tanah.

Akibat tidak adanya perhatian serius Pemerintah kemudian membuat Humas kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Mangku Bumi Sembalun Lawang Handanil SH., melontarkan rasa kekecewaannya kepada Pemerintah.

"Saat ini kami tidak bisa berbuat banyak melihat kondisi cagar budaya yang ada karena keterbatasan anggaran, dan saya sangat menyayangkan upaya dari pihak pemerintah yang tidak ada perhatiannya" ucapnya pada saat di konfirmasi media, Senin (5/10).

Di tempat terpisah Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur Dr.H.Mugni, pada saat di konfirmasi media terkait dengan kondisi bagunan Bale Adat Desa Bleq tersebut, di akuinya tidak menjadi tugas pokok dan fungsi Dinas Pariwisata Lotim.

"Balai adat cagar budaya itu tupoksi nya Dikbud Provinsi NTB" kata singkat Mugni, kepada media melalui telepon, Senin (5/10).

Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur H.Daeng Paelori mengakui, saat ini Pemerintah Kabupaten masih kurang perhatiannya dalam mengembangkan potensi pariwisata yang ada di Daerah.

"Pemerintah Daerah belum menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor andalan dalam program skala prioritas. Atas dasar itu DPRD berharap, kedepannya sektor pariwisata ini dapat di jadikan program prioritas" harapnya

Lanjutnya, potensi wisata yang di Kab.Lotim harus dapat di genjot, contoh : meskipun dalam kondisi Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini dimana Sektor-sektor produksi ekonomi lainnya macet, namun hal tersebut tidak terjadi pada sektor pariwisata.

"Saya khawatir, apabila potensi pariwisata yang begitu banyak ini tidak di kelola dengan baik oleh Pemerintah, maka potensi tersebut akan menjadi sia-sia" katanya.(TL/red) 

Editor : ofik