logo


Jamaluddin, Jangan Pandang Kampus dari Perspektif Rekayasa Sosial Semata

Berikut penjelasanya
Selasa, 10 Des 2019, 01:54:09, 185 View

Jamaluddin,  Jangan Pandang Kampus dari Perspektif Rekayasa Sosial Semata
H. M. Jamaluddin Ketua YPH PPD NW Pancor_dokpri

TAJUJLOMBOK. COM - Ketua Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain Nahdlatul Wathan Pancor, HM. Jamaluddin menyampaikan, selamat dan sukses kepada Universitas Hamzanwadi dan Institut Agama Islam Hamzanwadi yang menyelenggarakan Wisuda IV untuk UNHAM dan wisuda XXIX bagi IAIH, Sabtu dan Ahad(07-08/12/2019).

"Selamat dan sukses kepada wisudawan-wisudawati dan keluarga, seraya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya, karena telah mempercayakan proses pendidikan di Universitas Hamzanwadi," jelas H. Jamaluddin dalam rilisnya, Senin (09/12/2019).

Menurutnya, saat ini tantangan perguruan tinggi dari waktu ke waktu semakin kompleks, sejalan dengan tuntutan dinamika global. Meski demikian, Universitas Hamzanwadi terus melakukan upaya terbaik agar bisa memberi manfaat bagi seluruh masyarakat.

"Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) dan standar khusus melalui SPMI-SPME terus diupayakan. Pemenuhan standar tersebut untuk memenuhi aspek akuntabilitas badan penyelenggara dan pelaksana pendidikan tinggi kepada masyarakat dan pemerintah," jelas adik kandung TGB Zainul Majdi itu.

Oleh karena itu, Universitas Hamzanwadi dan IAI Hamzanwadi turut bertanggung jawab mengambil peran pengembangan masyarakat secara partisipatif dengan stakeholders lainnya, dan terus melakukan inovasi dan kreasi bersama masyarakat, secara kolaboratif dengan tetap pada domain tri dharma Perguruan Tinggi. 

Dipaparkan, penyelenggaraan pendidikan tinggi dewasa ini harus tidak dipandang menurut perspektif rekayasa sosial semata, namun perlu dilengkapi dengan paradigma korporasi sebagaimana layanan barang dan jasa kepada konsumen. 

Menurut pandangan korporasi, kampus harus terus berpegang dan bergerak pada paradigma mutu sebagai jaminan institusional. Jaminan berikutnya adalah menjaga kepercayaan pelanggan dengan tetap menjaga komunikasi dan kerja-kerja kolaborasi dengan masyarakat. 

"Kampus harus mampu memberikan warna ke arah positif, dan tidak menjadi kultur terpisah dengan masyarakatnya. Konteks relasi seperti ini sudah menjadi keunikan tersendiri dalam sejarah YPH PPD NW Pancor dan seluruh lembaga pendidikannya, sebagai lembaga pendidikan inklusif, dulu, sekarang dan di masa depan," pungkas kandidat doktor ITB itu. (TL/Red)

Editor : Amaq Auliya