logo


Janda Malaysia Buang Orok Bayi Hasil Perselingkuhannya

Berikut penjelasanya
Senin, 02 Des 2019, 19:50:07, 319 View

Janda Malaysia Buang Orok Bayi Hasil Perselingkuhannya
Pelaku pembuang bayi HS dan IM_doc. Tribratanewsntb

TAJUKLOMBOK. COM - Warga Desa Mekar Damai Praya digegerkan dengan penemuan orok bayi yang sudah tak bernyawa yang ditemukan warga.

Setelah melakukan olah TKP, Anggota Satreskrim Polres Lombok Tengah bersama anggota Polsek Praya menyumpulkan bahwa orok bayi tersebut adalah hasil selingkuh sepasang kekasih gelap antara HS sang Janda Malaysia (Jamal) dan IM.

Kurang dari 24 jam, Anggota Satreskrim Polres Lombok Tengah bersama anggota Polsek Praya, Sabtu (30/11) berhasil menangkap empat orang terduga pelaku yang teribat dalam kasus pembuangan mayat bayi yang terbungkus kain di Pos pengamanan  wilayah Desa Mekar Damai. Para Pelaku yakni inisial HS (21) Perempuan, AP (25) Laki-laki dan IM (40) Laki-laki Warga Dusun Beber, Desa Pengejek dan MR (40) perempuan Warga Desa Prina, Kecamatan Jonggat.

Kepala Satreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang, SH, SIK yang dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan pelaku kasus penemuan mayat bayi di Desa Mekar Damai tersebut.

“Mayat bayi itu merupakan hasil perselingkuhan antara pelaku HS dan IM pada saat suaminya AP berada di Malaysia dan baru satu bulan pulang,” ujar AKP Rafles P Girsang dalam keterangan resminya.

Dikatakannya, bahwa para pelaku itu ditangkap berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh anggota atas laporan dari kasus penemuan mayat bayi yang menggegerkan warga Desa Mekar  Damai pada hari Sabtu (30/11) pukul 06.30 wita. Dimana pelaku saudari HS dan saudara AP adalah pasangan suami istri yang terlibat dalam kasus pembuangan mayat bayi tersebut dan ditangkap di wilayah Desa Jago Kecamatan Praya.

“Setelah dilakukan interogasi terhadap Pelaku HS mengakui bahwa orok bayi tersebut merupakan hasil perselingkuhannya dengan Pelaku saudara IM,” ujarnya.

Labih lanjut, Rafles mengatakan, berdasarkan informasi itu anggota langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku IM yang saat itu sedang menunggu istrinya opname di RSUD Praya pada pukul 21.00 wita. Pelaku IM mengakui bahwa bayi itu diserahkan oleh pelaku saudara AP dan HS pada Hari Jumat (29/11) pukul 22.00 wita yang tidak diketahui kondisinya apakan masih hidup atau sudah meninggal dunia. Kemudian Pelaku IM membawa bayi itu dan membuangnya di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Pengakuan saudara HS, bahwa orok bayi tersebut di serahkan oleh saudara AP dan IM pada hari Jumat tanggal 29 November 2019 sekitar pukul 22.00 wita di dsn. Panti Desa Jago Kec. Praya yang pada saat tersebut tidak diketahui kondisinya, apakah masih hidup atau sudah meninggal dunia, ” jelas Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles J Girsang

“Sebelum bayi tersebut di lahirkan bahwa Pelaku AP dan IM melakukan perjanjian, bahwa apabila bayi tersebut lahir maka proses persalinan dan bayi tersebut akan di pelihara oleh Pelaku IM,” ujarnya.

“Untuk sementara ke empat Pelaku sudah diamankan di Polres Lombok tengah di Unit PPA untuk di laksanakan proses lebih lanjut,” pungkasnya (TL/Red).

Editor : Amaq Auliya