logo


Jokowi datang FPR NTB Sambut Dengan Berdemo di Mataram

Berikut penjelasanya
1134 View

Jokowi datang FPR NTB Sambut Dengan Berdemo di Mataram

TAJUKLOMBOK.COM - Kedatangan Presiden Jokowidodo ke Lombok hari ini 18/10/2018, mendapat sambutan Dari  Front Perjuangan Rakyat Nusa Tenggara Barat yang berdemo di depan Arena Budaya, Kampus UNRAM lama Mataram, berikut  press rilis FPR NTB :

Sudah hampir memasuki tiga bulan terakhir pasca gempa, kondisi kehidupan korban masih belum menjalani aktifitas hidup secara normal sebagaimana biasanya, warga masih tinggal di tenda - tenda pengungsian dan warga masih belum bisa menjalankan aktifitas ekonomi akibat dari penangan yang lamban dari pemerintah.

Dari peristiwa gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Barat itu masyarakat Lombok dan khususnya korban terdampak bencana masih belum melupakan bagaimana pemerintah pusat  menangani korban bencana, Pemerintah Jokowi yang datang pada tanggal 30 Juli 2018 Desa Medain Kecamatan Sembelie  dan langsung bertemu dengan para korban gempa. Dalam pertemuan tersebut Jokowi langsung menjanjikan bantuan uang 50 juta kepada korban

Begitu juga pada peristiwa gempa yang ke kedua yang terjadi di Kabupaten Lombok Utara, Jokowi juga melakukan hal yang sama yakni berkunjung ke Lombok Utara bertemu dengan korban gempa pada  tanggal 14 agustus 2018 bertempat di Lapangan Tanjung hal yang sama juga di ianjikan oleh Pemerintah Jokowi kepada korban dengan memberikan uang bantuan 50 juta untuk biaya perbaikan rumah bagi yang rusak berat yang di terima oleh korban dan saat itu harapannya bantuan tersebut di banyangkan akan mudah dan cepat terealisasi untuk pemulihan kondisi sosial korban.

Zuki Zuarman selaku Koordinator Front Perjuangan Rakyat Nusa Tenggara Barat menyampaikan bahwa pada perkembangannya peroses realisasi bantuan  50 juta melewati mekanisme birokrasi yang sangat ribet dan peroses yang sangat panjang untuk mendapatkan bantuan itu dan pada peroses pencairannya juga tidak dalam bentuk uang kas tunai langsung di terima oleh korban akan tetapi bantuan uang 50 juta tersebut melalui Kelompok Masyarakat ( Pokmas ) meskipun sudah di bentuk Pokmas oleh korban akan tetapi tetap saja bantuan tersebut masih tidak bisa di terima cash oleh warga akan tetapi dalam bentuk  RISHA.

Selain bantuan 50 juta untuk pembuatan rumah RISHA, bantuan sosial dalam bentuk Bantuan Stimulus Pemulihan Sosial (BPSP) berupa santunan untuk korban gempa dan jatah hidup yang di janjikan Rp.10.000/hari saat ini juga belum ada kejelasan realisasinya bahkan indikasinya terancam untuk tidak di alokasikan dengan terbitnya  surat kementerian no 1899/L95.SET/9/2019. Tentu kebijakan ini menambah kesulitan hidup yang saat ini dibrasakan oleh korban.

Panjangnya proses mekanisme dan konsep yang ditawarkan   oleh pemerintah pusat yang tidak berdasarkan kemauan korban bencana berakibat pada lambannya penanganan hak korban. Hal ini di buktikan dengan masih banyak yang belum memiliki tempat tinggal sementara yang lanyak huni apalagi berbicara tentang rumah hunian tetap. Dari data pemerintah telah mencatat  ada 149.715 kk rusak berat dan belum ada tempat tinggal.

Konsep pembangunan rumah anti gempa yang di tawarkan oleh Pemerintah Jokowi dalam pelaksanaan pengerjaannya di serahkan dengan mekanisme pronyek lelang  melihat dari petunjuk pelaksanaan bantuan stimulan perbaikan rumah korban bencana  gempa bumi Provinsi Nusa Tenggara Barat. dan pada kenyataannya konsep pembangunan rumah RISHA yang di tawarkan pemerintah mendapatkan penolakan yang keras dari masyarakat korban gempa khususnya di Kabupaten Lombok Utara selain alasan trauma dan juga alasan ekonomi yang tidak membantu ekonomi korban artinya apabila melihat dari sisi ke untungan atas konsep pronyek pembangunan risa tersebut yang hanya akan diuntungkan adalah perusahaan pemegang proyek  dari pengerjaan RISHA dan bank - bank yang di tunjuk sebagai penyalur logistik keuangan.

Hari ini tanggal 18 oktober 2018 jokowi melakukan kunjungan kembali ke nusa tenggara barat, kunjungan saat ini adalah kunjungan yang ke tiga dengan agenda memastikan mekanisme pencairan bantuan untuk korban gempa di percepat.

Jika percepatan pencairan yang di maksudkan oleh Jokowi adalah upanya pencairan bantuan keuangan untuk mendorong terbangunnya rumah RISHA artinya tetap saja Pemerintah Jokowi tidak memberikan jawaban atas keadaan obyektif yang saat ini di rasakan oleh korban gempa yang manyoritasnya masih belum  pulih secara ekonomi pasca gempa sampai saat ini.

Kedatangan Jokowi yang ketiga kali di Lombok tidak hanya berputar soal teknis atau mekanisme pencairan bantuan semata melainkan Pemerintah Jokowi datang ke Lombok untuk lebih melihat masalah sosial dan ekonomi yang di alami oleh korban gempa secara menyeluruh dan terlebih penting adalah mengutamakan aspirasi dari korban gempa dan memberikan solusi yang berangkat dari persoalan obyektif korban gempa.

Maka atas dasar pandangan di atas kami dari aliansi Front Perjuangan Rakyat Nusa Tenggara Barat menuntut kepada pemerintah jokowi untuk

  1. Penuhi hak korban bencana
  2. Memberikan bantuan berupa bibit, pupuk dan obat khususnya bagi kaum tani yang mengalami gagal panen akibat gempa sebagai upanya pemulihan ekonomi petani pasca gempa
  3. Realisasikan bantuan kepada korban gempa yang sesuai dengan aspirasi korban

Demikian Zuki Zuarman  Koordinator Front Perjuangan Rakyat Nusa tenggara Barat dalam orasinya di Mataram hari ini. (cr/Abdul_K)