logo


Kades Cerdas, Sulap Dana Desa

Berikut penjelasanya
5431 View

Kades Cerdas, Sulap Dana Desa
Kades Ketapang Raya, Sayyid Zulkifli_Tajuklombok.com/Ayat

TAJUKLOMBOK.COM - Kisah kades cerdas bukan saja ada di daerah lain,  halnya seperti Desa Ponggok Kelaten Jawa Tengah, salah satu desa yang mampu menghadirkan PADes 40 miliar dalam satu tahun. 

Semangat membangun desa mengelahkan keterbatasan hingga kini sekelas Menteri Ibu Sri Mulyani memuji hasil karya tangan dingin tersebut. Namun kali ini kita beralih pandang ke Pulau Lombok bagian selatan, tepatnya Desa Ketapang Raya Desa pecahan dari Desa Tanjung. 

Tahun 2011 merupakan babak baru bagi pembangunan peradaban di desa tersebut, setelah di mekarkan dan di tetapkan definitif maka mulailah otak di putar dengan harapan eksistensi bisa sejajar dengan desa induk. 

Sayid Zulkifli Kepala Desa Ketepang Raya yang menjadi aktor utama dari pembangunan desa tersebut. Dalam obrolan santai kami waktu lalu banyak sekali harapan serta cita-cita yang harus dia kerjakan, ide serta pikiran brilian dia tuangkan di meja obrolan kami waktu itu. Potensi Desa Ketapang Raya tentu tidak kalah dengan desa induk, desa yang sama-sama berada dipinggir pantai, desa yang sama-sama mengandalkan hasil laut sebagai mata pencaharian. 

Dengan pekerjaan rata-rata penduduk sebagai nelayan. Namun pada perkembangannya pekerjaan sebagai nelayan dalam waktu tertentu menemukan kendala-kendala di tengah masyarakat, tidak sedikit masyarakat mulai mengeluhkan hasil tangkapan yang mulai berkurang akibat cuaca buruk atau faktor- faktor lain. Dari sanalah pikiran kreatif itu muncul yaitu bagaimana membangun potensi lain sebagai solusi perekonomian masyarakat. 

"Zaman terus saja berkembang artinya ia harus selaras dangan keadaan masyarakat”, tuturnya. 

Ia juga menambahkan, sekarang ini di era pemerintahan pak Jokowi Dana Desa memang ada namun kita tidak bisa mengandalkan itu. 

“Ketapang Raya menerima 1,1 milyar/tahun tapi dengan jumlah penduduk sebayak 5000 jiwa maka uang sebanyak itu tentu tidak cukup”, imbuhnya. 

“Kami harus berpikir keras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kami melihat potensi yang ada di Desa Ketapang Raya tidak kalah dengan desa lain terutama pantainya karna kebetulan desa kami terletak di bibir pantai Lungkak”. 
Zulkifli juga berharap bisa membuka desa wisata sebagaimana yang di programkan Gubernur Zulkieflimansyah.

“Kami berpikir pariwisata bisa di kembangkan didesa ini dengan satu prinsip bisa membuka jalur ekonomi bagi masyarakat”, tandasnya. 

Namun sudah barang tentu untuk membangun satu destinasi membutuhkan modal dan tekat yang besar. Baik itu soal sarana dan prasarana penunjang agar bagaimana ketertarikan masyarakat terutama di luar bisa besar. 

"Modal bukan hanya berkutat pada Uang tapi soal SDM masyarakat juga meski menjadi prioritas bagi kami. Kami terus menggenjot itu, terutama pemuda untuk mengeluarkan ide-ide kreatif dan alhamdulillah sekarang ini kami seudah bisa menikmati hasilnya”, pungkasnya. 

Dengan adanya wisata Lungkak ini desa menerima pemasukan sebesar 20 juta dalam satu bulan. Wisata ini semua di kelola oleh BUMDES dan Karang Taruna. Target kedepan tepatnya di tahun 2020 kami sudah siapkan rencana, terutama (red).

“Untuk pengembangan pariwisata. di pinggir pantai kami akan membuat kolam renang, lesehan. Target bukan hanya wisatawan lokal namun mancanegara juga perlu jadi pertimbangan. Selain itu kami juga berencana membangun unit usaha baru seperti "BUMDES MART" di Desa ketapang Raya ini, tujunnya selain kualitas ekonomi hal ini juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru", ungkap Zulkifli menutup obrolan ringan kami.

Meski sudah bisa merasakan buah dari keringat akan tetapi bukan berarti semua tanpa kendala. Hal terberat yang harus dilalui adalah bagaimana membangkitkan SDM masyarakat. yang lain UU desa juga perlu dipahami bersama dengan cita-cita pemerintah dalam kemandirian berdesa, artinya desa bukan hanya soal administrasi saja tapi desa berhak dan wajib mengembangkan diri sesuai dengan geografis. Kita tentu tidak boleh manja, harus mampu memamfaatkan ruang apalagi dengan adanya kucuran dana desa dari pemerintah pusat. (TL/Red).

Jurnalis : Ayat
Editor : Karim

Penjelasan Redaksi : Berita ini sudah melalui proses editing, dari segi gambar maupun konten.