logo


Kelompok Masyarakat (Pokmas) Lingkar Rinjani Loteng Bicara...!

Berikut penjelasanya
748 View

Kelompok Masyarakat (Pokmas) Lingkar Rinjani Loteng Bicara...!
Dokpri

TAJUKLOMBOK.COM – Berbagai kebijakan strategis dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah dikaji sekelompok pemuda yang menamakan dirinya Pokmas Lingkar Rinjani Lombok Tengah, Sabtu (18/7). Salah satunya tentang kebijakan pembangunan untuk menyangga KEK Mandalika dan gelaran MotoGP 2021.

Ketua Pokmas Lingkar Rinjani, Dedy Irawan mengungkapkan, pembangunan di Lombok Tengah hanya berpusat ditengah kota dan sedikit bergeser ke selatan, Pemkab Lombok Tengah tidak pernah melirik ke Utara. Padahal di bagian Utara Lombok Tengah ada sektor-sektor  yang harus diperhatikan oleh pemerintah, yaitu sektor pertanian, pariwisata dan sektor UKM.

"Potensi alam wilayah Lombok Tengah bagian utara tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah daerah, mereka hanya berkutat ditengah lalu sedikit menyentuh bagian selatan. Kita lihat sekarang Air Mancur ditengah kota Praya yang kini tidak bisa dinikmati masyarakat, ulasnya.

Ia meminta pemerintah Kabupaten Lombok Tengah maupun Provinsi bisa mengecek langsung untuk bisa mengetahui sejauh mana kondisi Kecamatan di lingkar Gunung Rinjani saat ini.

Menurutnya, sektor pariwisata Lombok Tengah merupakan daerah yang berhadapan langsung dengan Gunung Rinjani tentu sektor pariwisata sangat berpotensi bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan perekonomiannya.

“Namun kenyataanya masyarakat bagian utara masih sangat minim perhatian dari pemerintah. Sehingga banyak objek wisata yang tidak produktif dan terlihat pasif tanpa perawatan,” kata Dedy kepada Tajuklombok.com.

Di bidang pertanian, bagian utara sangat memliki luas lahan yang besar dan sangat subur. Saat ini masyarakat tengah menggarap seadanya, dan masih sangat membutuhkan peran pemerintah untuk bisa menjadi petani yang mandiri dan sejahtera.

Usaha Kecil dan Menengah atau yang biasa disebut UKM merupakan jenis usaha dengan modal kecil. Jenis usaha ini sangat banyak di Kecamatan-kecamatan Lingkar Gunung Rinjani dan perlu mendapatkan perhatian dari lembaga pemerintah untuk menambah modal sehingga mampu bersaing.

Banyak pelaku bisnis UKM di Kecamatan Lingkar Gunung Rinjani yang tidak mengetahui cara mendapatkan tambahan modal tersebut, sehingga mereka memilih pinjam dari koperasi dengan bunga yang relatif tinggi.

Dedy mengajak agar Pemuda yang ada di empat kecamatan Lingkar Gunung Rinjani yaitu Batukliang, Batukliang Utara, Kopang dan juga Janapria untuk melakukan riset, juga kajian terkait dampak yang ditimbulkan dari Bandara dan KEK Mandalika. Baik dari segi sosial, budaya, juga ekonomi dan bisnis.

”Setelah ini Kabupaten Lombok Tengah mempunyai pelabuhan udara kelas internasional, kemudian KEK Mandalika dan MotoGP. Itu perlu dan harus dikaji secara intensif terkait dampak bagi sekitarnya,” ajaknya.

Sementara itu, masing-masing perwakilan turut mengeluarkan uneg-uneg mereka masing-masing:

"Sumber air hilang, debit air berkurang, bahkan warga sekitar tidak mendapatkan air. Terus tak ada ancang-ancang pemkab Lombok Tengah untuk melakukan reboisasi atau sejenisnya," celetuk Saiful Fajri perwakilan Kecamatan Kopang.

"Kebijakan Pemda hanya mengakomodir bahasa 1 kali saja dalam lima tahun itu pada saat kampanye pilkada tapi realisasi minim alias zonk," ungkap Bung Yanto selaku perwakilan Janapria.

"Masyarakat Loteng wilayah utara hanya di mnfaatkan saja, apalagi SDA yang melimpah ruah tapi dampak positif utk kesejahteraan masyarakat sekitar masih jauh api dari panggang," terang Parhan yang dari BKU.

"Harapan kami kepada bupati/Pemda yang akan terpilih nanti  jangan hanya setengah hati dalam membangun, harus merata dong...!," imbuh pemuda yang dari Batukliang yang belakangan diketahui bernama Ramdhan.

Acara diskusi berlangsung lancar dan ditutup dengan fose bersama seluruh peserta.(TL/Red).

Editor : Amaq Auliya