logo


Keluarga Korban Terseret Gelombang Gelar Zikir dan Doa di Lokasi Kejadian

Berikut penjelasanya
2828 View

Keluarga Korban Terseret Gelombang Gelar Zikir dan Doa di Lokasi Kejadian
Keluarga korban saat menggelar zikir di Pemancingan Tebing Desa Sekaroh_foto Benn/Tajuklombok. Com

TAJUKLOMBOK. COM - Keluarga korban yang terseret ombak saat memancing menggelar zikir dan doa di Tanjung Ringgit Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, Jum'at (29/5). Hal itu dilakukan agar korban yang hilang terseret ombak bisa kembali.

"Pagi tadi kita melakukan zikir dan do'a bersama di lokasi tempat korban mancing, dengan harapan semoga korban segera ditemukan sekaligus memberikan ta'ziah kepada keluarga korban", jelas Kepala Desa Gunung Rajak Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur L. Samsul Jamhari.

Dikatakannya, upaya pencarian akan tetap kami lakukan bersama tim dan relawan selama 7 hari. Namun kami berharap penuh kepada tim supaya korban segera ditemukan dalam keadaan hidup ataupun mati. 

"Kami dari Pemerintah Desa sudah melakukan upaya lain, termasuk berkoordinasi dengan beberapa Kepala Desa yang ada di daerah pesisir pantai utara maupun di selatan untuk menginformasikan kepada nelayan yang ada di wilayah itu, dengan harapan korban akan segera kita temukan," imbuhnya. 

Lebih lanjut, Samsul menghimbau kepada semua masyarakat terutama yang ada di Desa Gunung Rajak, supaya tidak melakukan aktivitas memancing di laut disaat cuaca buruk supaya tidak ada lagi kejadian seperti ini. 

Proses pencarian korban pemancing tebing yang terseret ombak di Tanjung Ringgit Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Lombok Timur telah memasuki hari kedua, setelah sehari sebelumnya saat kejadian juga dilakukan pencarian namun tak membuahkan hasil, kali ini diupayakan untuk menyisir setiap sudut dengan areal pencarian yang lebih luas. 

Pencarian menggunakan perahu karet untuk menyisir areal kejadian, Tim SAR dan Anggota TNI/ Polri beserta anggota Tagana dibantu masyarakat Desa Gunung Rajak membagi tim untuk menyisir korban melalui jalur darat.

Selain di wilayah Desa Sekaroh, tim dan relawan juga berpencar ke beberapa titik untuk mencari korban, salah satunya di perairan Desa Seriwe. 

Sementara itu, Kepala Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru melalui Sekdesnya Masdan mengatakan, Pemerintah Desa Sekaroh bersama masyarakat sudah membantu melakukan pencarian korban sejak pagi sampai sore pada awal kejadian kemarin, dengan menurunkan tim penyelam. 

"Sejak hari kemarin kita sudah berupaya membantu pencarian korban dengan melakukan penyelaman dan menyisir areal pantai Pink 1 dan 2 menggunakan perahu nelayan, dan langsung menginformasikan kepada semua Kadus untuk terus memberikan perkembangan informasi," ungkap Masdan. 

Selain itu, dirinya juga menuturkan bahwa kejadian hari kemarin merupakan yang ke 5 kalinya ditempat yang sama, padahal dari Pemerintah Desa sudah cukup sering melakukan upaya pencegahan, namun banyak yang tidak mengindahkan. 

"Ini merupakan korban yang kelima, sebelumnya lokasi pemancingan itu juga pernah menelan korban, namun 2 orang berhasil ditemukan di perairan Desa Seriwe dan Awang Lombok Tengah. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, biasanya korban ditemukan setelah memasuki hari kelima," tuturnya. 

Lebih lanjut, Masdan mengatakan. Sejauh ini, sekitar 20 orang menjadi korban kecelakaan laut yang terjadi di Desa Sekaroh, baik itu pemancing maupun wisatawan. 

"Dua minggu sebelum kejadian ini kami sudah menginformasikan sekaligus menghimbau kepada semua masyarakat untuk tidak melakukan aktifitas laut karena kondisi cuaca sedang ekstrim," terang Masdan melanjutkan. 

Sebelumnya, Pemerintah Desa Sekaroh juga pernah memblokir areal pemancingan tebing dengan memasang kawat berduri di jalur utama, namun dirusak oleh masyarakat yang tidak mau dilarang. 

"Kami tutup jalur darat, namun banyak juga yang tidak mau dilarang, sehingga mereka memilih jalur laut untuk bisa sampai di lokasi itu," pungkasnya. (TL/Red).

Laporan : Benn

Editor : Amaq Auliya