logo


Kisah Inspiratif Honorer Pengrajin Busur Panah

Berikut penjelasanya
Sabtu, 12 Okt 2019, 23:44:37, 567 View

Kisah Inspiratif Honorer Pengrajin Busur Panah
M. Fauzan Azima menunjukkan cara menggunakan busur panah_Tajuklombok. Com

”Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah,” (HR Bukhari, Muslim).
Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda).”(HR Muslim)

 

TAJUKLOMBOK. COM - Memanah, adalah salah satu olahraga yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dari hadits tersebut, terlihat dengan jelas bahwa memanah memiliki kaitan yang sangat erat dengan peradaban Islam.

Pada masa Rasulullah dan khulafaur rasyidin, panah dan memanah menjadi sarana penting untuk berperang. Keahlian memanah memberi sumbangsih besar kepada kaum Muslimin dalam memetik kemenangan di berbagai medan perang.

Dalam kisah yang lain, kepiawaian memanah diyakini menjadi kunci kemenangan pasukan yang dipimpin Sultan Muhammad Alfatih saat berjuang merebut Konstatinopel pada abad ke-14.

Menarik busur kemudian merentangkannya. Sejurus kemudian anak panah meluncur menancap di sasaran berbentuk lingkaran. Ada kepuasan ketika anak panah tepat mengenai bagian tengah sasaran. Itulah kepuasan seorang pemanah ketika berhasil menembakkan anak panahnya tepat sasaran.

Seperti itulah gambaran perasaan M. Fauzan Azima, SHI yang tercatat sebagai tenaga honor disebuah madrasah swasta di kota Praya yang kini menggeluti hobi barunya. Hobi terkadang bisa menjadi sumber rezeki. Bapak 3 anak ini kini sedang menikmati usahanya sebagai perajin busur panah.

Di halaman rumahnya, di BTN Renteng Agung, Fauzan (37) kerap melakukan aktivitas olahraga panahan. Namun mahalnya peralatan panahan mengahalangi dirinya untuk menyalurkan hobi.

"Dari situ saya mulai berpikir, kenapa tidak membuat mainan panah sendiri. Mengajari anak memanah juga merupakan anjuran Nabi Muhammad SAW," kata Fauzan. 

Bukan perkara mudah untuk merealisasikan keinginannya untuk membuat panah. Lantaran, Fauzan sama sekali tidak memiliki pengalaman membuat alat memanah.

Ia belajar membuat alat panah mulai dari sekadar melihat foto-foto, membaca artikel, hingga melihat tayangan video.

"Ternyata di youtube banyak sekali orang baik yang memposting cara-cara membuat busur panah. Mulai dari yang sulit hingga yang mudah dikerjakan dengan alat sederhana, semua saya tonton," ujarnya mengenang.

Hal itulah yang mendorong Fauzan untuk membuat sendiri busur panah melalui bantuan internet. Diapun mampu membuat busur panah tradisional berbahan fiber Glass, maupun pipa paralon yang kini menjadi lahan bisnisnya.

“Untuk membuat sebuah busur panah tergantung pesanan, untuk anak-anak biasanya berukuran satu meter sedangkan dewasa diatas ukuran tersebut,” kata Fauzan.

Fauzan mejelaskan, cara membuatnya setelah fiber glass atau pipa paralon dipotong dan dibentuk sedemikian rupa, kemudian dipasang kayu dan direkatkan dengan lem. setelah itu dililitkan tali agar rapi dan dilakukan pengecatan. Tahap terakhir adalah pemasangan tali.

Dalam sehari Fauzan, mampu membuat dua buah busur panah. Produknya itu dia jual tak hanya di sekitaran Praya tapi juga Lombok Barat dan Lombok Timur hingga Mataram dengan sistem Online menggunakan reseller. 

Melalui bisnis itu, Fauzan mampu meraup omset minimal Rp3 juta perbulannya. Kalau harga jual kisaran Rp700 ribu hingga Rp800 ribu tergantung besar kecil dan kerumitan dan termahal bisa Rp1 jutaan. 

Dari segi harga, produksi busur panah milik Fauzan relatif terjangkau. Dia mematok harga berkisar antara Rp250.000 hingga Rp1 juta. 

"Harga saya tentukan berdasarkan tingkat kerumitan dan material yang digunakan," katanya.

Saat ini Fauzan hanya mampu memproduksi dua busur panah saja untuk setiap pekannya. Menurutnya, jumlah tersebut masih bisa ditingkatkan jika dia memiliki sarana dan prasarana yang memadai.

Sedikitnya busur panah yang dia produksi, disebabkan selama ini proses produksinya masih menggunakan alat manual. 

"Selain masih menggunakan peralatan manual, saya tidak punya asisten," ucapnya.

Meski begitu, Fauzan tak patah semangat. Dia tetap meyakini jika kerajinan yang digelutinya akan mendapat banyak perhatian dari para penghobi panah. Salah satu keyakinannya dikarenakan saat ini hanya segelintir orang saja yang menggeluti bidang ini.

Ke depan Fauzan berharap akan lebih banyak lagi yang akan berminat mengajari anaknya memanah sehingga bisnis yang ia geluti tumbuh dan berkembang. 

"Ke depan saya berharap bisnis ini dapat tumbuh dengan baik," dia berharap. (TL/Red).