logo


Komite S7S Launching Tantangan Wisata Pendakian 7 Puncak Sembalun

Berikut penjelasanya
62 View

Komite S7S Launching Tantangan Wisata Pendakian 7 Puncak Sembalun
Dokpri

TAJUKLOMBOK. COM - Geliat parIwista di Sembalun khususnya dan Lombok pada umumnya, belum begitu bergairah seperti tahun sebelumnya. Meskipun banyak terobosan baru maupun inovasi dari pemerintah dan para pelaku wisata untuk mendatangkan para wisatawan.

Dalam kurun dua tahun terahir ini, sejak pasca gempa bumi mengguncang lombok pada tahun 2018, kemudian disusul pandemi Covid-19 saat ini. Sembalun masih dibilang sepi dari para wisatawan khususnya yang berkunjung ke Rinjani, tidak dipungkiri setiap akhir pekan puluhan bahkan ratusan wisatawan lokal yang berkunjung ke Sembalun hanya sekedar jalan-jalan dan liburan, namun belum memberikan dampak yang signifikan untuk roda perekonomian masyarakat Sembalun.

Dalam hal ini, Komite Sembalun Seven Summits (S7S) yang merupakan kumpulan pemuda dan pelaku wisata petualangan yang berdomisili di Sembalun menggagas konsep tantangan wisata pendakian dengan menetapkan tujuh puncak tertinggi di Sembalun, yang diresmikan langsung oleh Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. bersama Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Mataram, Dedy Astriadi dan Bupati Lombok Timur, H Sukiman Azmi MM. Acara tesebut berlangaung di Rest Area Sembalun, Minggu (25/10).

Serta dirangkaikan dengan hari sumpah pemuda yang ke 92, ada pun yang turut hadir dalam acara tersebut. Diantaranya, Kadispar NTB, H.L. Moh. Faozal, Danlanud ZAM Kolonel ( P )  Andri Gandi, M. Sc, Sekda Prov NTB, Lalu Gita Aryadi, Wakil Bupati Lotim, H. Rumaksi SH, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, H. Abdul Hadi, Ketua MPWA Pemuda Pancasila, Lalu Wirahman, Camat Sembalun, HM Zaidar Rohman, Danramil 1615-10/ Sembalun Kapten Inf Muslim, Kapolsek Sembalun, Iptu Lalu Panca Warsa SH, dan para undangan lainnya.

Konsep wisata pendakian ini menyasar target wisatawan yang suka berpetualang dan tantangan, istilah inggerisnya challenge. Adapun ide dan gagasan Sembalun Seven Summits terinspirasi dari konsep tujuh puncak gunung tertinggi di dunia (Word Seven Summits) dan Indonesia.

"Ini murni ide dan gagasannya dari kami masyarkat lokal, ya.... bisa dibilang Sembalun Saven Summit ini produk lokal", jelas, Hamka Abdul Malik, salah satu pioner Komite Sembalun Seven Summits, dalam sambutannya.

Dimana, ke tujuh puncak tertinggi di kawasan Sembalun ini. Memiliki potensi tantangan wisata pendakian yang sulit dicari tandingannya, sejarah letusan Gunung Sembalun purba dan Gunung Samalas telah meninggalkan karakter unik geologi di kawasan Sembalun yang menarik untuk dikemas dalam konsep wisata pendakian yang menjadi bagian dari Sport Tourism.

"Intinya ketujuh puncak bukit yang paling tinggi itu, mudah di akses dari Sembalun. Dan kita pusatkan di Sembalun, meskipun salah satu diantara bukit itu berda di luar wilayah Sembalun", imbuhnya.

Tujuan dari konsep Sembalun Seven Summits itu sendiri yakni, guna untuk membangkitkan parwisata di Sembalun, setelah dampak gempa dan pandemi Covid-19, juga memamfaatkan potensi perbukitan yang ada di Sembalun. Karena perbukitan-perbukitan yang ada si Sembalun ini membentuk suatau tantangan yang unik, termasuk Rinjani.

"Selain itu, untuk mensejahterakan masyarakat Sembalun dan sekitarnya, serta untuk memacu roda perekonomian masyarakat dari sektor parwisata. Dan menjadi salah satau alternatif bagi para wisatawan jika Rinjani ditutup", pungkasnya.

Lebih lanjut, Hamka, mengatakan. Konsep Sembalun Seven Saummits ini, memberikan pengakuan dan pengharagaan kepada siapa saja yang sudah pernah menggapai ketujuh puncak bukit tertinggi di Sembalun termasuk Rinjani. Dan tidak ada batasan usia meskipun peserta sudah pernah ketujuh puncak bukit yang direkomendasikan oleh komite, hatapun sepuluh tahun yang lalau. Tentunya dengan bukti photo dan videonya berda di ketujuh puncak bukit dan Rinjani.

"Yang di sebut finisher itu, kan sudah pernah menggapai ketujuh puncak yang ditetapkan oleh komite. Misalanya ada salah satu finisher pernah naik ke puncak Rinjani tahun 2000, atau pernah ke bukit Pergasingan tahun 2018. Ia berhak diberikan penghargaan sebagai finisher", tuturnya. 

"Konsep seven summits dimnapun itu, dia mengakui kapan pun finisher itu ketujuh puncak tertinggi. Yang disebut Sembalun Seven Summit finisher adalah, orang yang pernah kepuncak itu. Tentu sekali ada buktinya dalam bentuk photo, video dan bukti-bukti lainnya", imbuhnya.

Hamka, juga memaparkan, Komite Sembalun Seven Summits ini bukan sebagai pengelola salah satu bukit yang ada di Sembalun. Dan bukan sebagai Tour Operator (TO) jasa parwisata, namun Komite Sembalun Seven Summit adalah hanya mempalitasi, mengesahkan orang dan yang berhak menentukan sah atau tidaknya seorang finisher.

"Dan kita, bukan pengelola kegitan dan bukan pengelola bukit-bukit juga. Finisher atau pesereta itu regitrasinya dimasing-masing pengelola bukit, jadi dikita itu tidak ada rigestersai atau pendaptaran. Kecuali mereka bertanya bukit mana saja yang termasuk dalam Sembalun Seven Summit. Itu salah satu keunikannya juga" paparnya.

Aturannya sudah jelas dimasing-masing penglola bukit maupun di Gunung Rinjani, begitu juga larangannya. Jika salah satu finisher melanggar atauran yang ditetapkan oleh para pengelola, maka seorang peserta tidak berhak disebut sebagai finisher Sembalun Seven Summits. Dan akan di beri sangsi yakni akan diblack lis dari finisher SembalunSeven Summit.

"Ya misalnya salah satu peserta calon finisher, melanggar aturannya yakni. Berbuat asusila di salah satu bukit atau menebang pohon dan membakar hutan. Itu bisa menggugurkannya sebagi finisher", ketusnya.

Adapun harapan dan tareget kedepannya dari Komite itu sendiri, setelah di lounching dan diresmikannya Sembalun Seven Summit (S7S) oleh Gubenur NTB itu adalah. Bisa memberi dorongan semangat kepada masyarakat Sembalun khususnya dan para pengelola bukit yang ada di Sembalun, agar lebih memperkenalkan Srmbalun Seven Summit dikancah Naisonal maupun Internasoinal.

"Kedepan kita ingin para wisatawan petualangan itu datang ke Sembalun, dan orang semakin mengetahui Sembalun itu punya potensi sebagai satu kawasan wisata petualang terpadu. Dan kami mintak kepada bapak Gubenur NTB, Bupati Lotim, Kepala Balai TNGR, dan Kadispar NTB untuk berkenan menjadi pembina Sembalun Seven Semmits ini untuk menuju kancah internasional", harpnya.

Sementara itu, Gubenur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. mengatakan dalam sambutannya, bahwa ada sosok pemuda yang namanya Ibrahim. Pada zaman itu ia mencari penciptanya, ini sebagai motipasi bagi para pemuda yang didalam acara Sembalun Seven Summit dan hari sumpah pemuda yang ke 92 tahun.

"Kalok kita lihat, didepan kita ini menjulang tinggi perbukitan untuk kita daki. Dan menjelajahi jiwa kita,  semoga hari ini dengan di launcingnya Sembalun Seven Sammit ini. Semoga bermamfaat bagi masyarakat dan selalu bersinergi", singkatnya.

"Dan yang menjadi motipasi kita, untuk menaklukan ketujuh puncak perbukitan yang ada di Sembalun itu adalah. Bapak Bupati Lombok Timur, H Sukiman Azmy MM, yang sudah mendaki di sapana propok", imbuhnya.

Acara tesebut, dimerihakan oleh antraksi paralyang oleh pilot tandem Sembalun Paralayang Club dan anggota Lanud ZAM serta melepas peserta Sembalun Seven Summits secara simbolis oleh Gubenur NTB didampingi langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Lotim serta Forkopomda pemprov NTB dan forkopimda Lotim.

Ada pun nama ketujuh puncak bukit tertinggi termasuk Gunung Rinjani yang di tetapkan oleh Komite Sembalun Seven Summits sebagai berikut. Yakni, Gunung Rinjani dengan Ketinggian 3.726 Mdpl, bukit Sempana 2.329 Mdpl, bukit Lembah atau Gedong 2.200 Mdpl, bukit Kondo 1.937 Mdpl, bukit Anak Dara 1.923 Mdpl, bukit Pergasingan 1.806 Mdpl dan bukit Baon Ritif 1.500 Mdpl. 

Diantara semua bukit tersebut selain Rinjani, rutenya yang paling menantang itu adalah, bukit Bao Ritif. Jarak tempuhnya pun dari Sembalun, kurang lebih empat jam. Bukit Bao Ritif sendiri terletak di sebelah timurnya bukit Ana Dara menyusuri sungai mentrong yang masih asri serta menyusuri lembah-lembah.

"Yang paling menantang rutenya itu, bukit Bao Ritif. Karena kita jarak tempuhnya empat jam dan menyusuri sungai dan turun naik lembah, itulah keunikan bukit Bao ritif", tutupnya. (*)