logo


Konawe Utara Dilanda Banjir

Berikut penjelasanya
Minggu, 09 Jun 2019, 23:00:14, 237 View

Konawe Utara Dilanda Banjir
Jembatan penghubung di Konawe_doc. Liputan6.com

TAJUKLOMBOK.COM - Tingginya intensitas hujan beberapa hari di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebabkan beberapa daerah di Kabupaten Konawe Utara (Konut) tergenang banjir.

Mengutip Tempo.co, Ribuan warga di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi menyusul terjadinya musibah  banjir bandang yang menerjang enam kecamatan. Enam kecamatan itu ialah Kecamatan Wiwirano, Langgikima,  Landawe,  Asera,  Oheo, dan Andowia. 

Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD) Sulawesi Tenggara,  jumlah pengungsi sampai Minggu sore, 9 Juni 2019, mencapai 4.089 jiwa. Kepala BNPBD Sulawesi Tenggara Boy Ikhwansyah ketika dikonfirmasi Tempo  mengatakan menerima laporan banjir di Kabupaten Konawe Utara ini sejak dua hari sebelum lebaran. Namun puncak banjir terjadi pada Sabtu, 8 Juni 2019. 
 
Ratusan  rumah warga tenggelam hingga setinggi 4 sampa 6 meter.  Tak hanya rumah, masjid, dan sekolah, persawahan hingga kebun juga tak luput dari terjangan banjir. Tiga  unit jembatan penghubung antardaerah putus. 

Situasi itu membuat daerah hasil pemekaran Kabupten Konawe pada 2007 silam ini dalam keadaan darurat banjir. Sebagaian harta benda masyarakat pun tak bisa terselamatkan dari kepungan banjir. Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. 

“Laporan yang kami terima dan update tiap saat, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir ini. Di sejumlah wilayah rumah, sawah, kebun dan infrastruktur umum terendam banjir,” ujar Boy yang dikutip Tajuklombok.com, Ahad (9/6).
 
Menurut Boy banjir juga melanda Kota Kendari, Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Kolaka Timur, Kabupaten Konawe dan Kabupaten Bombana. “Banjir terparah berada di Kabupaten Konawe Utara, Kolaka Timur dan Konawe,” ucapnya. 

Boy mengatakan banjir disebabkan oleh curah hujan yang  sangat tinggi dalam sepekan terakhir. Bupati Konawe Utara Ruksamin mengistruksikan seluruh jajarannya, terutama dari BPBD, Dinas Sosial, Kesehatan dan Pertanian, agar meningkatkan penaganan penanggulangan banjir. "Posko penanggulangan kita pusatkan di rumah jabatan bupati, tenda darurat untuk para korban kami dirikan," katanya. (TEMPO.CO/TL/Red).