logo


Kronologi penangkapan 9 warga yang memperjuangkan haknya

Berikut penjelasanya
2009 View

Kronologi penangkapan 9 warga yang memperjuangkan haknya
Salah satu Pimpinan Pembaru Lotim yg sempat dipukul kemudian ditangkap_dokpri

TAJUKLOMBOK. COM - Selasa tanggal 17 Maret pagi hari sekitar pukul 09.00 wita truk material perusahaan datang untuk membuat pal batas namun di hadang masyarakat karena masih dalam kejelasan hak, sopir truk pun menyatakan tidak akan melanjutkan pekerjaannya jika masyarakat masih menolak.

Sekitar 15 menit kemudian pihak perusahaan datang untuk tetap mendorong aktifitas tersebut berjalan dengan bersandar surat izin namun masyarakat menolak, selanjutnya disaat yang bersamaan pihak perusahaan mulai mengintiimidasi masyarakat dengan menggunakan kata kata yang kasar dan mulai menggerakkan alat berat untuk meenggusur lahan masyarakat.

Bersamaan dengan itu, pihak apparat mulai berdatangan dari polsek sembalun dan polres Lombok Timur beserta pihak BPN juga mulai terlibat perdebatan, ditengah alat berat tersebut tetap menggusur kebun mente masyarakat. Salah seorang warga amaq apri yang sedang berdebat dengan pihak kepolisian dan BPN karena telah menelantarkan lahan dan izin yang belum jelas di masyarakat, di tengah perdebatan itu pihak perusahaan juga mmulai menghidar dari perdebatan.

Perdebatan tersebut di akhiri oleh tindakan kekerasan apparat kepolisian dan pihak kepolisian juga menyatakan untuk membela perusahaan sepenuhnyaserta mengabaikan masyarakat dengan ancman pihak kepollisian tidak akan bertanggung jawab jika masih mempertahankan lahan.

Sekitar pukul 11.45 pihak kepolisian langsung memotong penjelasan dari masyarakat bahkan tidak diberikan kesempatan untuk berbicra lagi, lalu tanpa pikir panjang pihak kepolisian mulai memukul mundur masyarakat, akibatnya salah seorang pimpinan Pembaru yaitu Sahrama Wijaya yang juga terlibat dalam perdebatan terkena pukulan menggunkan pentungan hingga hidung nya berdarah. Tidak hanya itu para pemuda desa juga di tendang oleh pihak kepollisian karena ingin melindungi kawannya.

Di tengah kericuhan tersebut, secara sembarangan menarik warga satu persatu ke mobil polisi, baru diketahui hanya 9 warga yang di tangkap termasuk pimpinan organisasi. (TL/Red).

Editor : Amaq Auliya