logo


Kurangi Gadget Dengan Gerakan Jam Bermain

Berikut penjelasanya
285 View

Kurangi Gadget Dengan Gerakan Jam Bermain
Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan istri_doc. Humasntb

TAJUKLOMBOK. COM - Gerakan JamMainKita berlangsung seru di halaman Kantor Gubernur NTB, keceriaan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Ketua TP PKK NTB,  Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah, SE., M. Sc  terlihat saat bermain bersama anak-anak NTB. Bermain permainan tradisional yang sangat menggembirakan. 

"Di era milinel sekarang tidak sedikit orang tua kehilangan banyak kesempat untuk bermain bersama anak-anaknya, penyebab utamanya adalah Gawai/Gedget, seisi rumah memang sedang berkumpul tetapi mata mereka tidak satupun saling memandang karena focus mereka pada obyek yg sedang mereka pegang (gadget), gadget ini bisa mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat", ungkap Kak Seto Mulyadi ketua KPA Indonesia di halaman depan kantor gunernur NTB Kamis, (18/7/19)

Orang tua harus faham dan tau betul kapan anak-anak diperbolehkan untuk memegang gadget dan kapan tidak, hari ini di rangkain acara HAN (Hari Anak Nasional) yang bertajuk JAM MAIN KITA saya mengajak seluruh orang tua agar dapat mendidik /mengajak anak untuk bermain di alam bebas dan memperkenalkan permaiman tradisional.

Senada dengan kak Seto Gubernur NTB DR. H Zulkieflimansya M.Sc yang didampingi Ketua TP.PKK Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE MS.c menyampaikan dukungan yang begitu besar dengan gerakan jam main kita, ini tamparan keras bagi kita semua sebagai orang tua, sebagai pemerintah, semestinya kita tidak boleh kehilangan momentum bermain bersama anak-anak karena alasan gadget ungkap gubernur yang akrab di sapa Bang Zul tersebut.

"Kegiatan ini digagas dalam rangka Hari Anak Nasional Tahun 2019. Dengan gerakan JamMainKita, maka akan membangkitkan semangat anak NTB untuk tumbuh kembang dengan baik. Sehingga Anak NTB YANG SEHAT DAN CERDAS bisa menjadi mewarnai terwujudnya NTB GEMILANG", ungkapnya. 

Hj. Niken selaku Ketua TP.PKK sangat berharap permainan tradisional seperti loncat karet, main benteng,main kelereng, gobak sudur serta permainan tradisional lainya bisa dilestarikan dan diaplikasikan ke sekolah-sekolah. (TL/Red).