logo


Laporan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di YPH PPD NW Pancor

Berikut penjelasanya
Rabu, 13 Nov 2019, 06:43:34, 219 View

Laporan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di YPH PPD NW Pancor
Ketua Umum Dewan Tanfiziyah PBNW DR. TGB. KH. Zainul Majdi MA_dokpri

TAJUKLOMBOK. COM - YPH PPD NW Pancor mengadakan pengajin maulid Rasulullah SAW, yang di hadiri oleh Ketua Umum Dewan Tanfdziyah PBNW TGB. Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, MA. Rabu (13/11/2019).

Dalam maulid kali ini, banyak ilmu yang tercurah, dari sambutan Ketua Umum YPH Pondok Pesantren Darunnahdlatain NW Pancor Bapak H. Muhammad Djamalluddin BE. M.kom. yang berpesan harus bisa memahami sifat rasulullah (shiddik, amanah, tabligh, & Fathonah) supaya bisa mengetahui mana berita yang benar, mana berita dan mana berita yang hoax.

Begitu pula pesan dari pengajian umum maulid yang disampaikan oleh Tuan Guru Bajang, dimana beliau mengajak thullabul ‘ilm, harus bisa menjaga tradisi dari santri itu sendiri, dari qiyamul laiyl, sampai menghargai ilmu yang telah di dapat untuk di sebarkan luaskan ke penjuru dunia.

Acara ini diawali dengan cukuran yang merupakan sunnatan Hasanatan organisasi Nahdlatul Wathan yang diwariskan pendirinya Alamghfurlah Maulana Syeikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

"Kita doakan semua guru-guru kita semoga selalu sehat sebagaimana kita doakan orang tua kita semoga selalu sehat dan panjang umur" kata TGB memulai tausiyahnya.

Hari ini kita bersama bermajlis untuk memperingati maulid nabi muhammad SAW. kalau kita perhatikan bahawa salah satu pendidikan almaghfurlah kepada kita sebagai kader NW yakni dengan mengajak kita semua untuk menghidupkan hari hari yang membawa arti dalam menghidupkan perjuangan agama, hari hari yang di dalamnya tercatat sejarah islam, almaghfurullah mengajarkan kita untuk memperingati hari hari itu, maka maulanasyekh mengajarkan bagaimana cara kita untuk mentakzim hari itu salah satunya adalah maulid Nabi Muhammad saw.

"Karena tidak ada nikmat yang allah berikan kepada kita kecuali ada jalan sampai kepada kita baik secara sababun zohir ataupun sababun batin, yakni sebab itu yang bisa kita lihat ataupun tidak bisa kita lihat", lanjutnya.

Mari kita lihat diri kita, apa yang ada pada diri kita, lihat jasad kita, jasad kita ada karena ada sebabnya yakni orang tua kita. Ada juga sesuatu yang berharga dan tidak terlihat yakni ilmu, ilmu itu juga ada sebabnya sampai kepada kita yaitu guru kita. Jadi semua nikmat Allah sampai kepada kita pasti melalui sebab. 

Bahkan kata para ulama nikmat iman yang Allah lemparkan kepada hati manusia, walaupun iman itu allah sendiri yang memberikannya tapi tidak terlepas dari adanya sebab, bisa jadi orang tua kita, guru kita, dan yang paling besar sebab iman sampai kepada kita adalah rahmat Allah SWT. 

Salah satu dari sebab yang paling besar yang membuat kita mendapatkan banyak nikmat adalah Nabi Muhammad SAW. Maka maulid ini adalah bagian dari kita memperingati kelahiran nabi muhammad SAW. 

Mari lihat pokok-pokok dalam agama, rukun iman, rukun islam semuanya melalui perantara Nabi Muhammad SAW. 

Syeikh Amin al- Qutbi mengatakan "lailatul qodr, dan semua hari besar (Al Qodr wal I'yad Wal Mi'roj).

Siapa yang memberitahu kita kalau lailatul qodr itu malam yang lebih baik dari seribu bulan, ada idul fitri, hari-hari istimewa, waktu-waktu istimewa, siapa yang mencontohkan kita.

Siapa yang mengajarkan kaifiyatnya, selain Nabi Muhammad saw? Karena wahyu turun ke beliau. 

Begitu juga isro' mi'raj dalam peristiwa itu karena cinta beliau kepada kita, Nabi meminta keringanan dari kewajiban solat 50 kali menjadi 5 kali sehari semalam. Permintaan keringanan itu bukan untuk beliau tapi untuk kita karena bagi beliau tidak ada beratnya untuk ibadah. 

Sayyidah Aisyah mengatakan; bahwa beliau pernah beribadah sampai kakinya bengkak. 

Maka saat kita berada di majlis ini ataupun di acara - acara yang lain jangan sekali kali hati kita putus dalam membaca sholawat kepada Nabi SAW. 

Sayyidina abu Sulaiman ad-daroni mengatakan; “Siapa saja, lebih - lebih bagi penuntut ilmu, yang memiliki hajat, harapan, cita-cita yang baik, maka awali do'a itu dengan sholawat kepada Nabi dan tutup do'a itu dengan sholawat kepada Nabi. Lalu diantara sholawat itu berdo'alah dengan apa pun yang kita inginkan. Karena sholawat itu wajib di terima oleh Allah SWT, maka jika di awal di terima dan di akhir di terima pula, maka akankah Allah bakhil menerima doa kita itu?”

Allah SWT (dalam bahasa kita sasak) dek maik angen ne, kata ulama hanya solawat yang Allah dan Malaikat langsung melakukannya

"Innalloha Wamalaaikatahu Yushalliina 'Alannabiy"

Ulama mengatakan ini adalah isyarat dari sholawat itu tidak akan di tolak. 

Memperingati maulid Nabi SAW ini adalah Kesempatan kita untuk belajar, meneladani Nabi Muhammad SAW, Rasulullah SAW diberikan segala macam keistimewaan dan beliah mulia atasnya. Tetapi meskipun begitu hidup beliau tidak mudah, hidup nya penuh dengan tantangan dan cobaan. 

Jangan ada dalam fikiran kita bahwa saat kita belajar di pondok pesantren kita tidak akan di timpa oleh hal-hal yang tidak baik, tidak demikian, Nabi saja orang yang penuh dengan kebaikan dan di Muliakan sarat akan cobaan.

Dan ingat, Aib bagi "tolibul ilm" ialah kalau malamnya tidak di hidupkan dengan ibadah dan mutola'ah.

Zaman moderen 4.0 ini bukan berarti kita meninggalkan cara ulama-ulama terdahulu. 

Kalau kita terbiasa menghidupkan malam dengan ibadah dan mutola'ah maka kelak kita akan terbiasa menghadapi tantangan dan cobaan di masa depan.

Banyak tempat yang meminta kepada TGB untuk menjadi tenaga pengajar membantu pondok pesantren di luar daerah.

"Laguk luek pada Kembok-kembok, ndek ye, ina ne kembok, Ndak te ngeno deh. Embe ongkat te sik Kagum lek Maulana syeikh? Lamun te ngakuk cinta lek Almagfurullah siap berjuang deh" (Basen TGB).

Semua perjuangan harus di mulai dengan benih-benih kebaikan. Kalau kita berbicara tentang perjuangan maka mulailah dari hal-hal kecil. Jangan takut pergi ke tempat jauh, kebutuhan kepada da'iyyah tidak kurang dari pada kebutuhan kepada da'i. 

Pada saat almaghfurlah mendirikan nahdatul banat beliau mencantumkan atsat. Perempuan itu sebagai tiang bangunan. kalau tiang itu kuat maka bangunan itu pun kuat, kalau tiang itu runtuh maka runtuh pula bangunan itu. 

Setelah kita mempelajari semua di madrasah, jangan kita menjadi orang yang tidak berani keluar dari rumah kita. Maka kalau bukan kita yang mengisi tempat-tempat itu maka tempat itu akan di isi oleh orang-orang yang tidak memahami Agama. 

Para guru mengajarkan kita ilmu bukan hanya untuk kita sendiri tetapi agar ilmu itu berguna bagi sebanyak-banyak manusia.

Rasulullah SAW menyampaikan "ada 7 amal yang pahalanya terus mengalir sampai mati salah satunya yakni ilmu yang di ajarkan" , ilmu itu akan terus mengalirkan pahala kalau murid muridnya terus menyampaikan ilmu-ilmu itu. Kalau kita tidak menyebarkan ilmu itu maka sungguh kasihan ilmu kita.
Konsep ilmu itu adalah semakin di sebarkan semakin bertambah.

 Imam Ali Mengatakan; "Harta itu apabila digunakan maka akan semakin berkurang, sedangkan ilmu itu apabila di manfaatkan akan semakin bertambah. 

Jangan melihat hasil akhir yang di peroleh oleh seseorang tapi lihat pula proses bagaimana seseorang itu bisa memberoleh hal itu sehingga ia bisa mencapai kesuksesan dan di kenang sampai sekarang. 

"Contohnya seperti Almagfurullah, kita hanya bisa mengagumi beliau dan karya-karyanya tapi akankah kita pernah melihat bagaimana prosesnya? Beliau selalu tanamkan rasa Tekun, Sabar, Ikhlas, Istiqomah", tandas Gubernur NTB dua periode tersebut.

Jangan harap kita menjadi seperti Almaghfurlah kalau kita tidak mengikuti cara beliau. 

Jangan memikirkan hal-hal lain, jangan kita mengerjakan hal yang menghilangkan modal terbesar kita sebagai penuntut ilmu.

Rasulullah berhasil mencapai kesuksesan meskipun dakwahnya tidak lama, yakni berhasil merubah peradaban dunia. Yang Rasulullah lakukan di madinah hanya 4 yakni: membuat masjid, pasar, menyatukan aus dan khazraj, dan membuat piagam Madinah. Beliau dapatkan semua itu karena Fokus. Beliau fokus pada tujuan, tidak semua beliau kerjakan, dan beliau memperoleh hasil yang tidak di peroleh oleh orang lain. 

Cari sahabat yang bisa menambah kebaikan kita, yang bermanfaat untuk ilmu, ibadah atau kebaikan apapun itu supaya kita bisa mencontoh kebaikan itu,. Ulama mengatakan "sebaik-baik teman duduk saat ini adalah kitab".

Dimana mana orang membicarakan perubahan, namun esensi tidak akan berubah, akhlak yang di perlukan baik manusia zaman ini atau zaman nanti akan sama, jangan lupa untuk menjaga karakter kita. 

Hal yang perlu kita perbaiki
1. Semangat juang
2. Fokus pada tujuan

Dalam al-quran kata majlis disebutkan berkaitan dengan konteks ilmu, buka zikir. Banyak ulama mengatakan _al majalis_ di ayat itu adalah majlis ilmu. Kalau majlis ilmu itu istimewa maka sebagai thullab tolibat yang bermajlis adalah orang yang paling istimewa. 

Kalau kita memiliki kekurangan maka carilah sahabat yang mampu melengkapi itu.  Yakni:

  1. Tanamkan semangat perjuangan
  2. Bangun kekuatan dengan kebersamaan
  3. Terus isi hidup dengan hal hal yang bermanfaat
  4. Jangan hancurkan diri dengan terus berbuat maksiat. Segeralah bertaubat

Lalu Kembali ke tempat masing masing, tekun, tekun, tekun, ikhlas dalam menuntut ilmu. (TL/Red).