logo


Laporan Penyelewengan APBDes Desa Teduh Memasuki Tahap Penyelidikan

Berikut penjelasanya
476 View

Laporan Penyelewengan APBDes Desa Teduh Memasuki Tahap Penyelidikan
Ilustrasi_foto internet stock

TAJUKLOMBOK. COM - Lombok Tengah, Gerak cepat Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah menindak lanjuti laporan dugaan Korupsi APBDes Tahun 2018, 2019 dan 2020 oleh Kepala Desa (Kades) Teduh Kecamatan Praya Barat Daya. 

Hal tersebut diketahui berdasarkan surat pemberitahuan mengenai perkembangan hasil laporan yang diterima oleh pelapor Abdul Manan, dari Polres Lombok Tengah dengan nomer surat SP2HP/199/IV/2021/Reskrim, bertanggal 17 April 2021. Dimana dalam surat tersebut dijelaskan beberapa poin, antara lain adanya Surat Perintah Penyelidikan dengan nomer SP Lidik/194/IV/2021/Reskim, dan sekaligus penunjukan seorang Penyelidik dari Subdit Tipidkor Sat Reskrim Polres Lombok Tengah.

"Hari ini kami menerima surat pemberitahuan mengenai tindak lanjut atas laporan kami tentang adanya dugaan korupsi Dana Dana Desa yang telah masuk beberapa hari yang lalu," ujar Manan melalui keterangan resminya yang diterima Redaksi Tajuklombok. Com, Selasa (19/4).

Manan melanjutkan, pihaknya mewakili warga Desa Teduh mengapresiasi tindakan cepat dari Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah.

"Warga Desa Teduh sangat berterimakasih dan memberikan aplaus kepada Kasat Reskrim berserta jajarannya," lanjutnya.

Ia juga meminta kepada semua pihak untuk tidak mengintervensi proses hukum yang tengah berjalan. 

Abdul Manan Pegiat LSM Lombok Tengah  juga Warga Desa Teduh dan sekaligus pelapor dalam hal ini meminta kepada pihak manapun agar tidak terlibat dan intervensi mengenai proses hukum yang baru saja mulai berjalan. 

“Mari kita percayakan sepenuhnya penanganan kasus dugaan korupsi APBDes Desa Teduh ini kepada Tipikor Polres Lombok Tengah, dan sebagai warga desa kita tetap menjaga kerukunan dan ketentraman terlebih saat ini kita sedang menjalani ibadah puasa,“ pintanya.

Selain itu, ia juga berharap kasus ini cepat selesai agar menjadi contoh bagi yang lain.

“Saya berharap agar kasus ini sesegera mungkin ada hasilnya sehingga akan menjadi contoh bagi Para Kepala Desa yang lain untuk lebih teliti dan berhati-hati dalam mengelola Dana Desa,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Teduh Jumadil Awal melalui keterangan resmi yang dimuat Suaralombok. News pertanggal 15 April 2021 membantah adanya penyelewengan APBDes sebagaimana dituduhkan.

"Atas dasar apa dia (Manan) mengatakan bahwa tidak ada keterbukaan informasi pembangunan Desa,” kata Jumadil seperti dikutip Tajuklombok dari Suaralombok. News, Selasa (18/4).

Kasus yang menjerat oknum kepala desa saat ini telah menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan bagi kemajuan bangsa ini. Ditengah keinginan warga pedesaan yang mengharapkan pembangunan desa ke arah yang lebih baik. (TL/Red).

Editor : Amaq Auliya