logo


Lawan Radikalisme dengan Optimalisasi Medsos

Berikut penjelasanya
Rabu, 21 Nov 2018, 07:32:57, 935 View

Lawan Radikalisme dengan Optimalisasi Medsos
(Ilustrasi tajuklombok.com)

TAJUKLOMBOK.COM - Maraknya pemberitaan tentang terpaparnya masjid sebagai sarang radikalisme membuat pemerintah panas getir, pun lembaga rakyat ikut-ikutan menekan BIN supaya bekerja lebih ekstra. 

Lalu sebagai masyarakat umum apa yang mesti kita perbuat guna turut serta menjaga keutuhan NKRI? berikut crew tajuklombok.com memberikan sedikit bocorannya.

Sebagai insan yang menyadari tugas dan fungsinya, kita harus selalu berupaya sungguh-sungguh untuk memahami dan mempraktekkan dengan benar penegakan Syariat Islam dengan cara yang sesuai dengan islam. Meskipun kenyataan hari ini, banyak upaya yang dilakukan umat islam dalam menegakan kalimat Allah itu dengan berbagai cara. Adakalanya islami tapi parsial, adapula yang tidak islami tetapi berusaha melegitimasi dengan dalil-dalil syar'i. Seperti yang lagi hangat dibicarakan, yaitu penegakan Khilafah ala HTI yang berujung pembubaran ormas tersebut karena bertentangan dengan dasar negara kita.

Berbagai corak perjuangan yang dilakukan umat islam dalam menegakkan syariat islam tentu saja berbeda-beda, sesuai dengan latar belakang keilmuan masing-masing. Para politisi muslim, menekankan perjuangan islam yang paling efektif adalah melalui jalur politik. Sementara para ekonom muslim menganalisa, mana mungkin perjuangan islam bisa berhasil kalau umat islam lemah ekonominya. Demikian pula para juru dakwah mengemukakakan bahwa perjuangan islam yang paling dominan adalah umat islam ini kembali berpegang kepada islam agar mereka jaya, tanpa memperinci lebih jauh apa dan bagaimana merealisasikannya, dan dalam hal ini, bagi para penyuluh agama islam diharapkan bukan hanya jago di mimbar-mimbar ataupun majelis ta’lim akan tetapi juga jago dalam memanfaatkan media sosial sebagai ladang dakwah mereka.

Karena perang melawan radikalisme dan terorisme memang tidak pernah ada habisnya. Satu persatu pelaku ditangkap, tapi satu persatu pula muncul generasi baru. Meski para pelaku sudah dipenjara, tapi ideologi radikalisme tak bisa dipenjara, karena terus menyebar kedalam pemikiran generasi muda kita. Kemajuan teknologi telah dimanfaatkan kelompok radikal, untuk menyebarluaskan pemahamannya yang salah. 

Media sosial telah dijadikan 'alat' propaganda yang efektif, dan secara tidak langsung digunakan untuk melakukan perekrutan. Sementara ruang publik dunia maya ini, nyata-nyata terus mendapatkan perhatian tersendiri bagi generasi muda. Karena media sosial menawarkan hal yang baru bagi anak muda millennial saat ini.

Untuk itu para Penyuluh harus uptodate, harus selalu mengikuti perkembangan zaman, tidak gaptek (Gagap Teknologi, tidak bisa memanfaatkan Facebook, Whatsapp).

Maka dari itu tema ini dipandang penting untuk dibahas dalam rangka merekonstruksi perjuangan umat islam dalam menegakkan kalimat Alloh sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya serta perjalanan salafus sholeh sepanjang sejarah perjuangan umat islam. Dengan memanfaatkan berbagai macam kecanggihan teknologi, seperti Whatsapp, Facebook, Twiter, dan media sosial lainnya. (cr/Abdul_K)