logo


Lembaran Pertama 2021 Diawali Gempa 5,0

Berikut penjelasanya
302 View

Lembaran Pertama 2021 Diawali Gempa 5,0
Ilustrasi_foto doc. BMKG Mataram

TAJUKLOMBOK. COM – Mengawali tahun baru 2021, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis kejadian gempa yang mengguncang Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan kekuatan magnitudo 5,0. pada Jumat pagi.

"Episenter gempa terletak pada koordinat 9,27 lintang selatan (LS) dan 119,03 bujur timur (BT), tepatnya di laut pada jarak 21 km arah barat laut Kota Tambolaka, Ibu Kota Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT dengan kedalaman hiposenter 83 km berasal dari lempeng selatan, ujar Ardhianto Septiadhi, S.Si Kepala Stasiun Geofisika Mataram dalam keterangan resminya yang dikutip Tajuklombok. Com, Jum'at (01/01/2021).

Dikatakannya, guncangan gempa yang dirasakan sangat kuat di Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya dalam skala intensitas IV MMI (Modified Mercalli Intensity) menyebabkan warga lari berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

"Sementara di Waingapu dan Waikabubak (NTT) dan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) gempa dirasakan dalam skala intensitas III MMI, dan di Labuan Bajo guncangan dalam intensitas II MMI," imbuh Ardhianto.

Gempa Sumba yang terjadi merupakan jenis gempa berkedalaman menengah akibat adanya deformasi batuan pada bagian slab Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di bawah Kepulauan Sunda Kecil (NTB-NTT).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan kombinasi mendatar dan naik (oblique thrust fault).

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan oblique naik (oblique thrust fault)," ujarnya lebih lanjut.  

Lebih jauh, Ardhianto melaporkan bahwa sampai sejauh ini belum ada tanda-tanda gempa susulan, dan gempa yang terjadi juga tidak berpeluang menyebabkan terjadinya tsunami. 

"Tidak berpotensi tsunami, dan hingga pukul 07.00 WIB pagi, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan," jelasnya.

Menutup rilislnya, Ardhianto mengimbau masyarakat untuk waspada karena akhir-akhir ini aktivitas gempa signifikan dan dirasakan di Sumba sering terjadi.

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,". 

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," tandasnya.   

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa. (TL/Red).          
 
Editor : Amaq Auliya