logo


LK2T Lotim Gelar Diskusi Soroti Menjamurnya Tambak Lobster | Tajuklombok

Berikut penjelasanya
188 View

LK2T Lotim Gelar Diskusi Soroti Menjamurnya Tambak Lobster | Tajuklombok
Direktur LK2T, Karomi M. Pd_Tajuklombok/istimewa

TAJUKLOMBOK. COM - Lembaga Kajian Kebijakan dan Transparansi ( LK2T) Lombok Timur, mengelar diskusi lewat Forum ( FOKUS) Lombok Timur,  melibat pihak terkait dengan tema Tambak Udang lobster Menjamur di Lombok Timur, yang mengacu pada peraturan no 2 tahun 2012 tentang perencanaan, dan tataruang, Sabtu (04/09).

Direktur LK2T Karomi, M.Pd. menjelaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya acapkali menggelar diskusi guna menyuarakan isu kesejahteraan bagi nelayan.

"Forum Diskusi ( FOKUS) Lombok Timur, sudah satu bulan ini 10 kali kita mengelar diskusi. Untuk menangkap isu-isu penting soal upaya kesejahteraan masyarakat nelayan, khususnya sekup Kabupaten maupun NTB,” ungkapanya.

Ditambahkannya, materi diskusi sangat berkaitan erat dengan pihak yang berkompeten sehingga akan menghasilkan pokok pikiran yang nantinya bisa menjadi sebuah acuan.

"Orentasi Forum Diskusi Merajut peristiwa menyatukan  Pokok Pekiran  ( Pokir) dari pihak – pihak terkait, dan menghadirkan Narasumber berkompetensial di Lombok Timur ini,” imbuhnya.

Dikatakannya, Dalam setiap diskusi mingguan yang digelar, harapannya untuk memajukan Lombok Timur, kemudian menghindari gejolak perdebatan tidak subtansional. Kejenuhan saling menjatuhkan itu bukan sikap seorang pejuang, dan aktivis.

"Maka kami dengan tim LK2T memilih tema Tambak Udang lobster, Mengkaji sisi administarsi. Sebab soal budidaya lobster ini ialah peringkat no 2 paling bergaining isi laut. Jalur diskusi ini sebagai upaya kita semua terbuka, dari masyarakat sampai dengan pihak-pihak terkait, hadir membedah tema ini,” jelasnya.

Selain itu banyak hal serius perlu di Diskusikan total terkait permasalahan yang ada di Lombok Timur. perlu kita bedah bersama. Kalau tidak gelar Diskusi, bagaimana dasar atau merespon suatu permasalahan. justru lewat diskusi ini kita terbuka. 

"Keberadaan FOKUS ini tempat semua peduli penomena birokrasi, politik,dan sosial sekaligus tempat mendidik diri secara mandiri,” tutup Karomi saat di acara diskusi. (TL/Red).

Laporan : Yayan

Editor : Amaq Auliya