logo


LSM AL-ANSHORY Gelar Dialog Terbuka Terkait Penanganan Anak Terlantar

Berikut penjelasanya
223 View

LSM AL-ANSHORY Gelar Dialog Terbuka Terkait Penanganan Anak Terlantar

TAJUKLOMBOK.COM - Lombok Timur, Bukan hanya pemerintah yang mampu memberdayakan anak terlantar, ataupun berlawanan dengan hukum. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga berupaya menuju puncak kerberhasilan. Meski banyak LSM gagal dalam ranah Pemberdayaan sosial, LSM AL-ANSHORY tetap berupaya membangun solidaritas bersama pihak Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah dan Dinas terkait.

LSM Al-Anshory mengadakan dialog terbuka bersama LKS yang ada di Lombok Timur. Adapun Dialog Terbuka tersebut diinisiasi guna menyerap aspirasi para pegiat sosial terkait bagaimana langkah memberdayakan anak terlantar dan anak yang berlawaan dengan hukum. Dalam acara tersebut turut hadir Ketua LKS Provinsi NTB Ibu Niken Saptarina, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB Ahsanul Khaliq. Selasa (23/03/2021). 

Ibu Niken Saptarini, Ketua LKS Provinsi NTB dalam penyampaiannya optimis jika tidak ada anggaran untuk LKS yang ada di lotim. 

"Kondisi kita saat ini harus kreatif, dan berpikir tentang solusi" Ujarnya. 

Lanjut keterangan Kadis Sosial Provinsi NTB, Ahsanul Khaliq menyampaikan perihal Dana APBD yang sejak 2020 dialihkan untuk penanganan Covid-19. Namun untuk tahun depan Sekda Provinsi NTB mengupayakan untuk penormalan anggaran. 

"Mengacu pada APBD, akan ada untuk kebutuhan dasar di LKS, sejak 2020 sebagaian dialihkan untuk menangani pandemi Covid-19. Namun Sekda juga tahun depan akan menormal kan anggaran 1,5 M" Ungkap Ahsanul Khaliq. 

Dalam dialog tersebut banyak timbul kendala terkait bantuan dana. Namun Ketua LSM optimis bisa mengurus anak-anak terlantar itu. Dengan tidak mencukupinya anggaran dari APBD, pihak LSM akan terus mengupayakan untuk mencari anggaran dari luar seperti Baznas ataupun melalui UMKM yang akan di gerakkan oleh para pegiat sosial. 

Fitriani Sekertaris LSM AL-ANSHORY tetap optimis bagaimana anak-anak yang ada bisa tetap bertahan meski anggaran LKS APBD 2020-2021 dipangkas akibat pandemi Covid-19. 

"Kita harus tetap yakin, anak-anak yang ada di LKS harus tetap bertahan, dan kami juga tetap bisa menejemen kreativitas bersama di musim pandemi ini," Ungkapnya. 

"Bahkan sudah 20 anak baru masuk, rata-rata berlawanan dengan hukum, kekerasan seksual juga. Kami tidak malu menyebut nya, ini memang sudah menjadi tangung jawab kami bersama untuk memberikan pendidikan secara maksimal," Terangnya. (TL/Red). 

 

Laporan : Yayan
Editor : Arifilz Soemarta