logo


Maulid VS Mulut

Berikut penjelasanya
158 View

Maulid VS Mulut
Dulang, sajian makanan maulid khas Lombok_Tajuklombok/istimewa

TAJUKLOMBOK.COM - Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau maulid nabi merupakan sebuah momentum untuk mempertebal ketaqwaan dalam diri kita. Maulid nabi jatuh pada setiap 12 Rabiul Awal kalender Hijriah.

Pada setiap daerah di Indonesia, perayaan Maulid Nabi Muhammad dilakukan dengan cara yang berbeda-beda.

Maulid Nabi adalah ajang napak tilas perjuangan nabi yang ujungnya Taqarrub Ilalloh. 

Mulut ajang mempertontonkan DULANG SIAPA YANG PALING BESAR DAN PENUH TERISI MAKANAN LEZAT atau di sisi lain,  kita akan banyak menyaksikan kampung, dusun bahkan desa mana yang lebih megah perayaan maulidnya pasti akan jadi buah MULUT alias banyak diperbincangkan. 

Maulid memberi makna berbeda-beda bagi orang-orang yang merayakannya, banyak yang merayakan dengan begitu khidmat. Namun tak sedikit di antaranya terjebak dalam lomba bermegah-megahan.

Padahal telah diingatkan dalam Alquran bahwa bermegah-megahan melalaikan akan kehidupan akhirat. 

"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu hingga kamu masuk ke dalam kubur” (QS. At Takatsur: 1-2).

Terbukti saat bulan maulid, misalnya, tidak sedikit di antaranya berlomba menampak-nampakkan banyak harta. 

Pantas Nabi pernah mengingatkan dengan Sabdanya :

"Niyatul Mu'miniin Khairun Nih 'Analogi (Niat orang beriman lebih baik dari perbuatannya)_Hadits Riwayat Imam Baihaqi. 

Karena niat adalah bahasa hati; belum terungkap kepada yang lain dan mustahil niat itu disusupi riya’. Jadi, niat itu mustahil disusupi riya’ sedangkan amal sangat mudah dimasuki riya’. Makanya, terkadang niat itu pahalanya lebih besar daripada amal.

Dalam kehidupan keseharian, disadari atau tidak, manusia seringkali terjebak dalam amalan yang sia-sia (al-laghwu). Perbuatan yang kelak di hari kiamat tidak mendatangkan pahala, bahkan sebaliknya mendatangkan kerugian dan akhirnya menyeret pelakunya ke neraka. Karena itulah kita mesti berhati-hati dalam melangkah, bertindak, dan bersikap. Wallohu A'lamu Bisshowab. (TL/Red).

Editor : Ama Auliya