logo


Mediasi Pjs Desa Lekor, Forum Kadus Pilih Walk Out

Berikut penjelasanya
425 View

Mediasi Pjs Desa Lekor, Forum Kadus Pilih Walk Out

TAJUKLOMBOK. COM - Kisruh pjs Lekor masih belum usai. Untuk menemukan jalan keluar, Rabu kemarin (18/8/2021) di lakukan mediasi yang berlangsung di kantor camat Janapria.

Hadir dalam mediasi tersebut antara lain, camat janapria, kapolsek, BPD, Sekdes, anggota DPRD, kepala-kepala wilayah (Kadus) dan Aliansi Lekor Bersatu (ALI BATU).

Camat Janaria H.L Mahlan, S. Sos dalam sambutannya menyampaikan harapan agar ada solusi terbaik dari mediasi ini.

"Harus ada hasil final dari mediasi hari ini" harapnya.

Ia menambahkan bahwa menyampakan aspirasi adalah hal yang sah asal tidak dengan cara anarkis.

"Menyampaikan aspirasi sah-sah saja, namun satu permintaan saya, jangan sampai melakukan anarkis," ucapnya.

Sementara itu anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah asal dapil Kopang-Janapria Ahmad Rifa'i menyampaikan bahwa mediasi ini terlaksana atas inisiatif bersama antar dirinya, Pak Camat dan Kapolsek.

"Pertemuan hari ini terlaksana atas inisiatif kami bertiga, saya, pak camat dan pak kapolsek," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar lewat mediasi ini Kisruh pjs Lekor akan menemukan jalan keluar.

"Saya berharap lewat pertemuan ini, masalah yang membelit desa Lekor akan selesai," tambahnya.

Sementara itu suasana mediasi sempat memanas ketika forum kadus Lekor memilih walk out dari ruang mediasi.

Hal itu terjadi sesaat setelah forum kadus/kawil di berikan giliran untuk berbicara.

"Kami hanya datang menyampaikan surat, dan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya sekalian kami izin untuk pulang" ungkap saharudin, ketua forum kadus Lekor yang kemudian langsung keluar di ikuti para kadus.

Hal itu membuat perwakilan warga marah bahkan sempat memukul-mukul meja, namun suasana dapat di kendalikan setelah pinak kepolisian turun mendamaikan. Alhasil, mediasi pun di lanjutkan.

Dari mediasi itu, Pak camat, Pak Kapolsek dan Anggota dewan memberikan tiga opsi. 

Opsi pertama, menerima SK pjs yang sudah di tetapkan oleh Bupati. Kedua, mengusulkan Pjs dari luar kecamatan janapria. Dan ketiga, menyerahkan sepenuhnya kepada Bupati.

Dari ketiga opsi tersebut Aliansi Lekor Bersatu (ALIBATU) lewat perwakilannya Abu Sujaiyah menyampaikan memilih opsi ketiga namun dengan beberapa catatan antara lain, agar pjs yang di putuskan bupati nanti bukan berasal dari luar desa dan tidak berasal dari Staff kantor camat Janapria.

"Kami memilih opsi ketiga dengan catatan pjs yang di tunjuk nanti bukan berasal dari Luar desa dan bukan pula berasal dari staff camat janapria," ungkapnya.

Hasil dan surat kesepakatan bersama itu kemudian di serahkan ke  Anggota dewan (Ahmad Rifa'i) yang selanjutnya akan di sampaikan ke Bupati. (TL/Red)

Laporan : Hasan

Editor : Amaq Auliya