logo


Melatih Kekuatan Pikiran Dengan Meditasi

Berikut penjelasanya
2325 View

Melatih Kekuatan Pikiran Dengan Meditasi
(Ilustrasi tajuklombok.com)

TAJUKLOMBOK.COM - Telah lama diteliti bahwa selama hidupnya, manusia hanya menggunakan kurang dari 10% potensi diri yang tersembunyi di dalam otak. Bahkan sebagian besar manusia menggunakannya di bawah bilangan 5%. Lalu kemana yang 90% ? Jawabannya adalah potensi diri tersebut menunggu untuk digali. Dua dekade terakhir, penelitian tentang potensi diri manusia mengalami peningkatan yang signifikan.

Semakin banyak metode-metode up to date dengan hasil penelitian yang mengungkap potensi diri dengan cara pengembangan potensi otak manusia. Bagaimanakah hubungan antara potensi diri atau potensi otak ini dengan kehidupan anda ? Pada realitasnya keduanya mempunyai hubungan yang erat sekali. Hal ini berarti, kemampuan anda untuk mengoptimalkan daya otak anda akan sangat membantu anda untuk meraih target kesuksesan anda.

Dapat dibayangkan besarnya prestasi apabila manusia mampu mendayagunakan potensi diri yang lebih besar lagi, hingga mencapai 50 % nya saja. Sebab biar seberapapun kemajuan dan kedahsyatan potensi manusia seperti contoh di atas, kenyataannya bagian yang 90% potensi masih terpendam di dalam diri dan dibiarkan sia-sia begitu saja. Maka tugas masing-masing kita adalah bisa membuka, menggali, mengenali, mengembangkan, lalu memanfaatkan potensi diri lebih baik daripada hari ini. Bukan untuk mengejar kepentingan pribadi, melainkan untuk menggapai kebaikan yang lebih utama, yakni menghayati makna berkah bagi alam semesta, dengan berprinsip memanfaatkan hidup kita agar berguna bagi sesama, seluruh makhluk, dan lingkungan alam. Apabila prinsip ini Anda terapkan dalam lembaga terkecil keluarga, niscaya keluarga anda akan harmonis, tenteram, selamat, sejahtera, dan selalu kecukupan rejeki. Kalis ing rubeda, nir ing sambekala. Terlindung dari segala kefakiran ; fakir kesehatan, fakir harta, fakir ilmu, fakir hati nurani, fakir budi pekerti.

MEDITASI

Meditasi bukanlah sebuah ritual keagamaan tertentu ataupun praktek pemujaan. Meditasi juga bukan untuk menarik energi atau kekuatan dari mahkluk ghaib ataupun sarana berkomunikasi atau berhubungan dengan semacam jin atau setan. Meditasi sama sekali tidak ada hubungannya dengan klenik ataupun ilmu-ilmu perdukunan lainnya.

Belajar meditasi merupakan bagian dari latihan mengendalikan pikiran, mempertajam pikiran dan meningkatkan kepekaan terhadap suasana sekitar. Meditasi adalah salah satu cara seseorang agar lebih mengenal diri sendiri termasuk sisi baik dan buruk. Keseimbangan ini melahirkan perasaan tenang, damai, sabar dan bahagia. Secara medis meditasi juga dapat menyehatkan dan menyembuhkan luka batin, trauma berkepanjangan, masa lalu yang suram, kalutnya pikiran. dll..

Meditasi bukanlah pengosongan pikiran, melainkan memusatkan pikiran pada satu objek. Misalnya, memperhatikan tarikan dan hembusan nafas, dll….

Ada dua macam meditasi, yaitu meditasi diam dan meditasi bergerak. Intinya, seseorang dapat dikatakan dalam keadaan meditasi apabila gelombang pikirannya berada dalam tingkat theta ( frekuensi gelombang otaknya berada antara 4-8Hz ).

Saat meditasi, suasana hening dapat menekan produksi hormon adrenalin biang pemicu kecemasan menjadi hormon epinefrin yang meredakan stress.

Dengan semakin meningkatnya hormon epinefrin aliran darah juga menjadi lancar, tekanan darah turun, beban jantung berkurang. Kondisi seperti ini otomatis membuat sistem kekebalan tubuh meningkat. Dengan meningkatnya kekebalan tubuh maka kesehatan organ-organ tubuh pun meningkat. (cr/Abdul_K)