logo


Memaknai Hari Raya Qurban Ditengah Musibah|Tajuklombok. Com

Berikut penjelasanya
60 View

Memaknai Hari Raya Qurban Ditengah Musibah|Tajuklombok. Com
Abdurrahman, S.Pd.I_dokpri

TAJUKLOMBOK. COM - Kebahagiaan dalam menyambut hari raya Idul Adha merupakan bagian dari nilai ibadah dalam ajaran islam. Karena hari raya ini merupakan hari istimewa dimana seluruh lapisan ummat islam di seluruh dunia berkumpul bersama keluarga untuk saling memaafkan dan berbagi daging qurban kepada kaum yang berhak menerimanya. Keistimewaan hari raya idul adha, selain sebagai hari puncak pelaksanaan ibadah haji juga merupakan hari dimana ummat islam diseluruh dunia menjalankan sunnah penyembelihan hewan qurban sebagaimana yang dicontohkan dalam kisah Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as yang tertuang di dalam kitab Al-Quran.

Hari ini, Jum'at 10 Djulhijjah 1441 H seluruh ummat islam diduni merayakan hari raya idul adha. Tidak terkecuali dengan ummat islam di indonesia. Namun perayaan kali ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnnya karena bersamaan dengan musibah pandemi covid-19. Musibah ini tidak hanya melanda indonesia namun juga melanda negara-negara di dunia pada umumnya. Di daerah NTB sendiri jumlah korban yang meninggal dunia yang diakibatkan oleh virus yang mematikan tersebut cukup banyak hingga mencapai angka 106 orang.

Akibat pandemi covid-19 semua aktifitas dibatasi, sekolah-sekolah diliburkan entah sampai kapan, kondisi perekonomian masyarakat semakin terjepit. Kondisi ini yang membuat masyarakat pada awalnya resah dan khawatir. Namun seiring berjalannya waktu, maayarakat sudah mulai jenuh dengan keadaan. Hingga pemerintah pada akhirnya mengambil langkah kebijakan untuk menerapkan New Normal yakni sebuah bentuk kehidupan baru untuk menyesuaikan diri dengan wabah virus corona yang sedang terjadi. Meskipun demikian, bukan berarti masyarakat bebas beraktifitas seperti biasanya namun tetap dan wajib menerapkan protokoler kesehatan dalam setiap melakukan aktifitas sehari-hari. Senantiasa memakai masker ketika keluar rumah, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan menghindari kontak fisik yang berlebihan.

Belum usai persoalan virus corona, NTB kembali di uji dengan adanya musibah kebakaran di Desa Ntonggu Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima. Kebakaran terjadi begitu cepat dan mengagetkan banyak warga. Kencangnya angin dan panasnya matahari di siang hari membuat api begitu cepat menyebar dan menelan banyak rumah hingga rata dengan tanah. Akibatnya sekitar 50 rumah rata dengan tanah. Suasana kesedihan, tangisan, teriakan menyelimuti musibah kebakaran yang terjadi. Banyak warga yang menjadi korban merasakan kesedihan yang amat mendalam karena musibah datang menjelang hari raya Idul Adha. Kebahagiaan mereka dalam menyambut hari raya seketika berubah disaat rumah mereka habis terbakar oleh api.

Menghadapi situasi seperti ini, Islam mengajarkan kepada ummatnya untuk bersabar dan bertawakkal kepada Allah SWT. Semakin besar ujian yang dihadapi, apabila disertai dengan kesabaran dan tawakkal kepada Allah maka ia akan memperoleh kemuliaan besar di sisi Allah SWT.

Kesabaran dan penyerahan diri kepada Allah SWT tercermin dari kisah penyembelihan oleh Nabi Ibrahim terhadap Nabi Ismail yang digambarkan dalam Al-Quran surat As-Saffat ayat 102:

"Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu! Dia (Ismail) menjawab, Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."
(QS. As-Saffat 37: Ayat 102)

Perkara ini sesungguhnya bukan perkara mudah, namun membutuhkan keimanan dan ketakwaan yang amat tinggi. Kisah ini memberi pelajaran untuk kita ummat manusia bahwa keimanan dan ketakwaan kepada Allah adalah yang paling utama dari dunia dan seisinya. Sehingga ditengah situasi pandemi seperti saat ini, yang harus kita utamakan adalah kesabaran dan menyerahan diri kepada Allah SWT. Segala sesuatunya sesungguhnya sudah tercatat di Lauhil Mahfuz. Ummat manusia hanya menjalankan skenario dari Allah SWT. Yang terpenting saat ini bagaimana kita dapat mengambil hikmah dari semua musibah yang terjadi. Semoga Allah melimpahkan Rahmat dan Karunianya kepada kita semua..Aamiin
Mataram, 31 Juli 2020 (TL/Red).

Oleh: Abdurrahman, S.Pd.I
Editor : Amaq Auliya