logo


Memperingati Hari Bumi | Tajuklombok

Berikut penjelasanya
90 View

Memperingati Hari Bumi | Tajuklombok
Ilustrasi_foto internet stock

TAJUKLOMBOK. COM - Tepat hari ini, 22 April tengah ramai diperingati sebagai hari bumi oleh orang-orang di seluruh dunia. Namun, sadarkah kita bahwa Islam sendiri telah memberikan pelajaran tersendiri terhadap hari bumi ini?

Sebelum ditetapkannya hari bumi pada tanggal 22 April 1970, sesungguhnya Islam telah lebih dahulu berbicara mengenai penciptaan bumi dan alam semesta ini. Dalam Al Qur’an Allah ta’ala menjelaskan proses penciptaan langit dan bumi dengan jelas dan rinci. Yang kemudian dibuktikan kebenarannya dengan ilmu pengetahuan modern.

Berdasarkan keterangan Al-Qur'an, Allah menciptakan langit dan bumi selama enam hari. Dimulai dari hari ahad dan berakhir dengan hari jum’at. Dengan alasan inilah hari jum’at menjadi hari raya bagi umat Islam. Di hari itu Allah ta’ala selesai menciptakan langit dan bumi.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy…” (Qs. As Sajadah : 3).

Meskipun para ulama berbeda pendapat mengenai enam hari masa penciptaan langit dan bumi. Mayoritas ulama menyatakan bahwa yang dimaksud dengan enam hari adalah ukuran hari hari biasa. Adapun pendapat yang lain menyatakan bahwa enam hari disitu berbeda dengan hitungan hari hari biasa, melainkan setiap harinya seperti 1000 tahun hari hari biasa.

Penciptaan bumi di dahulukan sebelum penciptaan langit. Sebagaimana ditunjukan oleh firman Allah (yang artinya), Dia-lah Allah, yang menciptakan segala yang ada di bumi untuk kamu kemudian Dia naik ke atas dan menjadikan tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu,” (Al Baqoroh : 29).

Karena ibarat sebuah bangunan, pondasi atau asas dibuat terlebih dahulu sebelum atap. Maka bumi adalah asas atau pondasi dan langit adalah atapnya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap,” (Qs. Ghofir : 64).

Demikianlah Allah menjelaskan secara rinci bagaimana penciptaan bumi ini. Sebagai umat Islam, sudah seharusnya kita meyakini segala sesuatu yang tertera dalam Al-Quran. Termasuk perihal penciptaan bumi. Hari bumi yang ditetapkan manusia, bisa kita jadikan salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan cara mentafakuri dan mensyukuri penciptaan bumi itu sendiri. Wallahualam. (TL/Red).

Oleh : Ahmad Zulkarim