logo


Mencari Pemimpin NU Lotim

Berikut penjelasanya
749 View

Mencari Pemimpin NU Lotim
(Ilustrasi tajuklombok.com)

Oleh: Bambang Dwi Minardi

TAJUKLOMBOK.COM - “Tanggung jawab pemimpin, bukan hanya  membuat organisasinya tumbuh, berkembang dan berkinerja cemerlang, tetapi juga mempersiapkan pemimpin masa depan, agar perpindahan tongkat estafet kepemimpinan dapat berlangsung mulus.”


Pergantian kepemimpinan adalah proses yang perlu dilakukan dan dipersiapkan di setiap organisasi. Organisasi yang baik mempunyai proses yang baik, sehingga pada saat pergantian, kapanpun itu, mampu memilih pemimpin terbaik yang  akan membawa keberhasilan organisasi.

Usaha proaktif dilakukan, baik melalui percepatan pembibitan pada potensi-potensi yang ada di dalam organisasi, maupun dengan mencari potensi dari luar organisasi untuk dipersiapkan bila potensi yang ada di dalam organisasi tidak mencukupi. Dengan cara seperti ini, pergantian tongkat estafet kepemimpinan dapat berjalan mulus.

Salah satu peran penting pemimpin adalah memberdayakan segenap timnya. Coaching adalah teknik yang bisa digunakan. Dalam bukunya yang berjudul “Coaching for Performance”, John Whitmore mendefinisikan, “Coaching adalah membuka pintu penyumbat potensi orang dan memaksimalkan kinerjanya. Membantu mereka untuk belajar dan berkembang, bukan menggurui mereka.”

Coaching mencakup pendekatan komunikasi, gaya kepemimpinan, dan keterampilan untuk mengeluarkan segenap potensi sehingga menghasilkan kinerja yang maksimum. Coaching yang efektif merupakan suatu pola tingkah laku di mana kita lebih banyak bertanya bukan memerintah, mendengar bukan bicara, memberdayakan bukan mengatur. Coaching sebenarnya adalah sebuah mindset, bukan sekadar ketrampilan.

Dalam coaching, pertama yang kita lakukan adalah membimbing agar coachee (orang yang di-coach) mendapatkan informasi yang lengkap dan dapat menentukan fakta-fakta yang relevan dalam menghadapi masalah atau menyelesaikan suatu pekerjaan. Melalui keterampilan bertanya, seorang coach akan membuat coacheemenemukan beberapa pilihan dan kemungkinan yang sebelumnya tidak dipertimbangkan. Coachee pun dapat menjadi sadar akan hal-hal yang mempengaruhi kinerjanya. Masukan dari orang lain dan observasi dari coach juga akan meningkatkan kesadaran akan fakta-fakta yang relevan.

Mempersiapkan pengganti adalah tugas lain seorang pemimpin. Kita tentunya ingin terus berkembang dan tidak ingin ada di suatu posisi dalam waktu yang terlalu lama. Agar kita bisa naik ke posisi yang lebih tinggi, maka pengganti perlu kita siapkan. Mentoring adalah cara mempersiapkan pemimpin masa depan.

Untuk naik ke posisi yang lebih tinggi, calon potensial harus mempelajari berbagai ketrampilan. Mentor dapat membantu calon tersebut mempelajari keterampilan itu. Selain itu, mentor bisa memberikan petunjuk tentang politik dalam organisasi, serta membantu sang kandidat untuk belajar tentang budaya organisasi, yakni nilai-nilai, sejarah, norma, dan standar yang diterapkan dalam organisasi.

Coaching dan mentoring, dua tanggung jawab yang perlu dilakukan oleh seorang pemimpin dalam meyakinkan bahwa kinerja organisasinya cemerlang dan tongkat estafet kepemimpinan dapat berlangsung mulus. Tidak heran jika Jack Welch mengatakan, “Sebelum Anda menjadi pemimpin, sukses adalah tentang membuat diri sendiri tumbuh dan berkembang. Ketika Anda menjadi pemimpin, sukses adalah tentang membuat orang lain tumbuh dan berkembang.”

Sementara Walter Lippmann berpesan, “Ujian akhir seorang pemimpin adalah ketika kepergiannya meninggalkan keyakinan dan kemauan yang kuat untuk maju terus.”

Maka dari itu, kita berharap dalam konfercab NU Lombok Timur kali ini mengemuka calon ketua dan pengurus yang muda dan progresif dalam bertindak.

NU Lombok Timur mempunyai kader muda yang banyak dan ini perlu diakomodir dalam menjalankan roda kepemimpinan organisasi, terutama dalam struktur Tanfiziah sebagai pelaksana keputusan organisasi tentunya mempunyai tanggung jawab yang berat kedepannya, oleh karena itu diperlukan energy muda dan waktu luang dalam mengurus organisasi.

Dua periode kepemimpinan H. Imron Faozi dalam menahkodai NU Lombok Timur sudah melakukan hal yang banyak untuk Lombok Timur. Tentu tidak lepas dari kekurangan dan kelebihannya. Yang nampak jelas kiprah NU Lombok Timur dalam penanganan musibah gempa dengan membuka 5 titik posko Peduli NU di Lombok Timur dan 1 Posko di Pemenang KLU. Jauh sebelum PWNU NTB bergerak PC NU Lombok Timur sudah bergerak pada hari gempa pertama.

Dalam pengalaman itu satu yang terlihat bahwa menejemen organisasi PC NU Lombok Timur harus dibenahi kedepannya, karena pengalaman saya terlibat sebagai relawan NU Lombok Timur hanya H. Imron Faozi Ketua sendiri yang bergerak. Sementara pengurus lain belum tampak.

Pola fikir dalam berorganisasi perlu dimatangkan, bahwa jalannya organisasi itu perlu kerja tim dan seluruh pengurus.
Konsep seperti ini hanya bias dipahami dan dilaksanakan oleh orang orang yang sudah mengikuti jenjang perkaderan dalam tubuh NU untuk itu kami berharap melalui Konfercab NU Lombok Timur yang akan digelar tanggal 26 Januari 2019 di Pendopo Bupati Lombok Timur melahirkan pengurus NU yang Muda enerjik dan penuh keihlasan.

Penyunting: Abdul Karim