logo


Mengenal Thrust Fault Pemicu Gempa Tadi Malam

Berikut penjelasanya
747 View

Mengenal Thrust Fault Pemicu Gempa Tadi Malam
Ilustrasi Tajuklombok.com_doc. BMKG

TAJUKLOMBOK. COM -  Hari Sabtu, 13 Juli 2019, pukul 01.01.57 WITA, wilayah Kab. Sumbawa diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=5,5 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,3. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,99 LS dan 117,82 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 70 km arah tenggara Kota Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 43 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng", kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto dalam keterangan resminya. 

Ia juga menambahkan bahwa gempa bumi ini hasil dari deformasi bebatuan. 

"Dalam hal ini Lempeng Indo-Australia menunjam kebawah basemen Kepulauan Sunda Kecil (Lesser Sunda). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme naik (thrust fault)", imbuhnya. 

Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di Sumbawa dalam skala intensitas V MMI, Bima, Lombok Barat, Lombok Tengah, Mataram, Lombok Timur dalam skala intensitas IV MMI, dan Kuta, Karangasem II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Hingga pukul 01.30 WITA, Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya dua aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan kekuatan M=3,1 dan M=3,7.  Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Lalu apa sih itu thrust fault? 

Dalam istilah ilmu bumi, kata ‘thrust’ yang dimaksud merujuk pada salah satu mekanisme gerakan lempeng bumi yang menimbulkan gempa dan memicu gelombang pasang atau Tsunami. Sederhananya, jika lempengan antar dua benua bertemu, maka akan terjadi sebuah bencana gempa yang disebut megathrust. Wilayah pertemuan antar lempeng ini disebut sebagai zona subduksi jika ditinjau dari sudut pandang geologi tektonik. Wew, lumayan ribet tapi mesti tau nih Saboom semua.

Zona megathrust Indonesia sudah tercipta sejak jutaan tahun lalu

Yang mengkhawatirkan, zona mematikan tersebut ternyata sudah ada di Indonesia sejak jutaan tahun silam. Sebagai area berpotensi gempa, dikhawatirkan sejumlah wilayah dapat memicu gempa bumi dengan skala yang cukup besar. Gempa megathrust ini sangat menakutkan bagi umat manusia karena mempunyai ukuran magnitudo besar yang getarannya sanggup memicu gelombang Tsunami untuk naik ke daratan. Meski demikian, data di lapangan menunjukan gempa yang terjadi di wilayah Megathrust merupakan jenis getaran kecil dengan kekuatan kurang dari 5,0.

Zona megathrust di Indonesia yang siap aktif sewaktu-waktu

Menurut penelitian ilmiah yang dilakukan oleh Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN) 2017, ada sekitar 16 titik gempa megathrust yang tersebar di sejumlah kota-kota besar. Di antaranya adalah Aceh-Andaman, Nias-Simeulue, Kepulauan Batu, Mentawai-Siberut, Mentawai–Pagai, Enggano, Selat Sunda Banten, Selatan Jawa Barat, Selatan Jawa Tengah-Jawa Timur, Selatan Bali, Selatan NTB, Selatan NTT, Laut Banda Selatan, Laut Banda Utara, Utara Sulawesi, dan Subduksi Lempeng Laut Pilipina.(TL/Red).