logo


Mengonstruksi Rasionalisasi Islah RTGB dan TGB

Berikut penjelasanya
315 View

Mengonstruksi Rasionalisasi Islah RTGB dan TGB
Ilustrasi_foto doc. FB Lalu Parhan Lalu

TAJUKLOMBOK. COM - Kesepakatan RTGB dan TGB menjadi kontroversi mengisi ruang pikiran sebagian kader dan warga NW. Kesepakatan yang berisi komitmen untuk saling menghormati dan saling mendukung dalam menyebarkan kebaikan seolah tertutup oleh curiga dan benci. 

Disinilah komitmen beragama, berbangsa,
bernegara   dan komitmen menjalankan wasiat Almagfurlah tengah diuji.

Membuat kesepakatan untuk saling menghormati, saling menghargai, tidak saling ganggu dan saling mendukung dalam perbuatan baik merupakan nilai-nilai universal. Apa dalil yang menyalahkan kesepakatan itu? Kesepekatan itu, mungkin tidak mewakili keseluruhan  konsensus organisasi tapi yaqinlah kesepakatan itu benar dalam perspektif agama, negara bahkan organisasi. Seandainya kesepakatan itu dikecam dan di caci, lalu  kebaikan apa yang bisa dilakukan dalam organisasi ini?  

Misi organisasi bukan hanya memperjuangkan konsensus organisasi. Jauh lebih mulya dari itu, yaitu: untuk menegakkan "Iman dan Taqwa", dan ikut serta menjaga keutuhan bangsa. 

Saya paham, bagi sebagian pihak kesepakatan itu seolah merugikan organisasi NW karena dalam diktumnya  ada ormas baru menggunakan nama lembaga yg sejatinya dibawah naungan ormas NW. Diktum kesepakatan mendirikan ormas baru dengan nama NWDI selanjutnya disetujui oleh RTGB. 

Sebenarnya, jika dipahami secara positif sekedar menjambatani persoalan yang terjadi. Agar kedua belah pihak tetap dalam khittah yang digariskan oleh niniknya untuk tetap berbuat baik. 

Kalau kesepakatan ini dihakimi negatif, berarti kita lebih ridho membiarkan warga berhadap-hadapan, saling intimidasi, saling lecehkan saling halangi melakukan amal-baik, daripada tetap komitmen menjaga ukhwah. 

Jadi, diktum pendirian ormas baru NWDI,  bukan memecah NW. Pahami semangatnya supaya tidak keliru mengambil sikap.  Hanya solusi terbaik saat ini. Agar semua pihak punya acuan hukum beramal atas nama NW. Kenapa namanya harus NWDI? Tentu beliau-beliau yang tahu kenapa namanya NWDI. 

Apapun itu, Menurut hemat Amaq Bongoh, nama tersebut merepresentasikan semangat bahwa NW dan NWDI punya kesamaan semangat, karena lahir dari rahim yang sama, hasil karya Almagfurulah Maulanasyaikh  untuk menegakan iman taqwa (Li i'laaikalimatiddin, izzul islam wal muslimiin).

Kita aminkan saja, semoga islah ini menjadi tangga mewujudkan persatuan sejati. jika bersatu dalam satu wadah tidak memungkinkan, setidaknya bersatu dalam satu visi dan semangat menegak iman taqwa, memajukan madrasah-madrasah. Berkarya bersama dibawah panji-panji Nahdlatul Wathan bisa kita dorong. 

Ingat! organisasi adalah kendaraan menegakkan iman taqwa, membangun tanah air, serta  ikut menjaga keutuhan bangsa dan negara. Oleh karennya, selayaknya Keseluruhan tindak tutur dalam berorganiasi masih dlm koridor nilai-nilai agama, bangsa dan negara.

Ingat misi pokok organisasi adalah menegakkan Iman-Taqwa. (Wa'tashimu Bihablillahi Walaa Tafarraqu). (TL/Red).

Oleh : Amaq Bongoh, 28 Maret 2021

Editor : Amaq Auliya