logo


Musim Tanam dan Belajar dari Capaian Surplus Daerah Lain

Berikut penjelasanya
963 View

Musim Tanam dan Belajar dari Capaian Surplus Daerah Lain

TAJUKLOMBOK.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menilai upaya menambah Luas Tambah Tanam (LTT) padi untuk meningkatkan produksi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah menuai hasil.

Atas keberhasilan itu, Kementerian Pertanian mengapresiasi pemerintah daerah yang dinilai berprestasi. Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi selaku penanggung jawab Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) tingkat Provinsi Jawa Tengah memberikan penghargaan kepada Kabupaten Blora atas prestasi yang diraih dalam pencapaian LTT Padi periode Oktober 2017-September 2018.

Suwandi mengatakan, capaian LTT Padi periode Oktober 2017-September 2018 di Blora seluas 110.713 hektar atau surplus seluas 801 hektar.

“Angka ini tentu dibandingkan dengan periode yang sama Oktober 2016-September 2017 yang hanya seluas 109.911 hektar,” kata Suwandi dalam siaran tertulis, Sabtu (3/11/2018). Ia menuturkan, awalnya merasa pesimis melihat laporan awal yang disampaikan.

Namun, Dinas Pertanian Kabupaten Blora berani mengambil inisiatif di saat-saat kritis. “Kabupaten Blora menggenjot gogo-rancah sebagai strategi alternatif,” kata Suwandi. Tanaman padi di areal persawahan yang berada di Desa Mayang, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Dari capaian tersebut, Suwandi menuturkan Kementan melalui Direktorat Jenderal Hortikultura memberikan bantuan benih buah-buahan kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora. Bantuan itu berupa benih mangga sebanyak 5.000 batang, benih durian 3.000 batang, dan benih manggis 3.500 batang.

 “Serta memberikan bantuan benih cabai rawit dan cabai keriting kepada seluruh peserta dari kecamatan yakni Kepala UPT Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kecamatan. Ini untuk memberikan semangat juang agar terus meningkatkan kinerjanya,” ujar dia.

 Produksi padi Blora Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora Reni mengatakan, potensi lahan pertanian berdasarkan laporan Sensus Pertanian, lahan padi pada 2017 seluas 46.620 hektar yang terdiri atas 15.094 hektar sawah irigasi dan 31.526 hektar sawah tadah hujan. Selain itu, potensi lahan kering seluas 23.953 hektar.

 “Diharapkan produktivitas padi Kabupaten Blora mendekati angka 5,7 ton per hektar sebagaimana angka ramalan II oleh BPS Kabupaten Blora,” kata dia. Lebih lanjut Reni menjelaskan, pada musim ini sebetulnya banyak lahan yang sudah disemai benihnya dan lahan sudah diolah.

Akan tetapi, para petani masih menunggu hujan yang belum mencukupi. “Terdapat potensi tanam 35.677 hektar yang benihnya sudah siap namun kekurangan air karena merupakan sawah tadah hujan,” ujar dia. Sistem irigasi penunjang pertanian Selain itu, sistem irigasi di Kabupaten Blora yang mampu mengungkit luas tanam padi di antaranya gelontoran air dari Bengawan Solo di Cepu serta sumur submersible di Cepu, Kedungtuban, Kradenan, dan Randublatung.

 Di samping itu, ada sumur dalam di Kedungtuban dan Randublatung bantuan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. “Dalam mendukung suksesnya program Upsus Pajale baik on farm maupun off farm, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, Bupati Blora, Kepala UPT Dinas Pertanian Kecamatan, TNI, BPS, dan petugas data dengan membangun sinergis bersama instansi terkait,” ujar Reni.

 Stok beras yang dijual di pasar(Dok. Humas Kementan) Sementara itu, Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan, konsumsi beras masyarakat Blora hanya sebesar 22 persen dari total produksi. Dengan demikian, sisa produksi yang tidak terserap masyarakat lokal dikirim keluar Blora. Menurut dia, capaian ini merupakan prestasi bagi petani yang harus terus ditingkatkan.

 “Jika hal ini terus kita lakukan dan tingkatkan, maka hal ini tentunya bisa menyejahterakan petani di Kabupaten Blora,” ujarnya. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Yuni Astuti mengapresiasi pemerintah pusat yang telah memberikan penghargaan kepada kabupaten berprestasi atas capaian yang telah diraih. “Ke depan diharapkan Kabupaten Blora mau menularkan strategi-strategi kesuksesan agar memberikan kontribusi di Provinsi Jawa Tengah tentunya,” kata dia. (tl_bambang)

Sumber:Kompas.com