logo


Nikmat Tuhan Manakah Yang Engkau Dustai...?

Berikut penjelasanya
769 View

Nikmat Tuhan Manakah Yang Engkau Dustai...?
(Ilustrasi tajuklombok.com_internet)

TAJUKLOMBOK.COM - Beberapa bulan terakhir --bahkan sejak 2018, musibah bencana alam silih berganti menimpa Indonesia yang sering terbaikan makna dibaliknya .

Sebut saja dari musibah gempa bumi, erupsi gunung berapi, tsunami dan angin puting beliung yang selalu menelan banyak korban jiwa, harta dan menghancurkan ratusan bangunan.

Bencana alam terjadi yang sering disebutkan sebagai faktor dan gejala alam, namun yang dominan --diabaikan dan tidak dipedulikan adalah atas kehendak Allah SWT.

Kalau Allah berkehendak, bencana di suatu daerah bisa terjadi karena memang sudah ada izin dari Yang Maha Kuasa. 
Lalu apa alasan Allah menurunkan bencana di suatu negeri, apakaöh Allah murka, apakah Allah benci sama penduduknya atau sebagai bentuk peringatan kepada manusia?

Sebenarnya Allah ingin menyampaikan ‘pesan’ pada manusia dengan mengirimkan bencana alam.

Sebab banyak manusia yang tak mengindahkan perintah dan larang Allah, jadi Allah memberikan pesan melalui bencana alam dengan harapan manusia bisa menyadarinya.

Pesan peringatan Allah tersebut agar :

1. Berhentilah berbuat kezaliman


Merujuk pada surat Al-Qasas ayat 59, Allah tidak akan menurunkan bencana di suatu negeri atau daerah, kecuali penduduknya suka melakukan maksiat dan dosa-dosa besar.

“Dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota, kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (QS: Al-Qasas: 59).

Melakukan banyak kemusyrikan, membiarkan maksiat merajalela hingga moral jatuh adalah salah satu contoh kezaliman yang dapat mendatangkan bencana.

Seperti yang terjadi pada kaum Nabi Luth yang dibinasakan oleh Allah karena mereka sudah melakukan tindakan di luar batas dan enggan melaksanakan perintah Allah.

Dengan di datangkannya bencana, siapa tahu banyak orang yang sadar dan mau bertobat. Bencana bisa mengubah jalan hidup seorang pendosa jadi seorang yang beriman.

2. Terlalu mencintai dunia

Ada banyak ayat dan hadist yang menerangkan agar umat muslim jangan terlalu mencintai dunia ini. Sebab hubbud dunya atau cinta dunia bisa membutakan manusia pada urusan akhirat yang kekal.

Melalui bencana, Allah ingin memperingatkan kita bahwa apapun yang kita cintai di dunia ini, istri, anak, dan harta yang sudah kita kumpulkan dengan susah payah, bisa lenyap dalam sekejap dihancurkan bencana.

Hanya amal sholeh yang tidak bisa dihancurkan bencana.

3. Lupa bakal ada kematian

Semua orang pasti yakin kalau hidup ini tidak kekal. Tapi kebanyakan orang mencerminkan sikap seperti mau hidup selama-lamanya.

Contohnya saja sibuk dalam mencari kekayaan dan melupakan urusan ibadah.

Saking cintanya pada dunia sampai menghalalkan segala cara seperti baru-baru ini dana mesjid di sunat berjamaah oleh oknum yang rakus.

Terlalu cinta dunia bisa membuat seseorang lupa akan kematian, tidak memikirkan bagaimana mengumpulkan bekal sebanyak mungkin setelah kematian.

Melalui bencana, Allah ingin menunjukkan kepada kita bahwa kematianlah yang paling dekat dengan kita.

Buktinya saja di tengah-tengah suka cita, lalu tiba-tiba terjadi bencana, semua suka cita tersebut berubah jadi duka.

Contohnya Band Seventeen yang lagi manggung di Banten yang tiba-tiba digulung tsunami.

4. Kembalilah pada jalan yang benar

Pada intinya, bencana yang Allah turunkan bertujuan untuk menyadarkan para pendosa agar mau kembali ke jalan Allah.

Para pendosa yang selamat dari bencana masih diberikan kesempatan untuk bertobat.

Seberapa besarpun dosa yang kita miliki, ketahuilah Allah itu Maha Pengampun selama kita masih bernapas.

Kembalilah ke jalan Allah dan istiqomah-lah di jalan-Nya.

5. Cobaan bagi yang beriman

Bencana merupakan peringatan bagi para pendosa sekaligus cobaan untuk orang-orang beriman.

Dengan di datangkannya bencana, Allah ingin menguji seberapa besar kesabaran dan keikhlasan hamba-Nya menerima semua ketentuan Allah.

Ingat, jangan mengaku beriman, sebelum Allah menguji kita dengan berbagai macam cobaan.

Bencana juga jadi peringatan untuk orang-orang beriman agar mau mengajak suadaranya yang masih melakukan maksiat untuk kembali ke jalan Allah.

Meskipun di suatu daerah ada banyak yang beriman, tapi membiarkan maksiat begitu saja, tak menutup kemungkinan bencana bisa melanda daerah tersebut.

Dari setiap bencana yang terjadi di negeri ini, semoga kita bisa meningkatkan iman dan taqwa kita pada Allah. (tl_karim)