logo


Pawang Hujan Diantara Peserta Aksi Damai Dukung ZAMIA

Berikut penjelasanya
Kamis, 21 Nov 2019, 13:32:24, 343 View

Pawang Hujan Diantara Peserta Aksi Damai Dukung ZAMIA
Salah satu poster yang dibawa oleh peserta aksi damai_Tajuklombok. Com

TAJUKLOMBOK. COM -  Satu per satu mobil pengangkut massa tampak mulai bergabung di tengah lapangan Bundar Praya. Dari data yang ada, elemen masyarakat tersebut  berkumpul untuk menuntut penuntasan pergantian nama Bandara Internasional Lombok menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid sesuai dengan SK Menteri Perhubungan nomor 1421.

Terpantau, warga masyarakat dari berbagai desa dan kecamatan di Lombok Tengah perlahan menyemut di Lapangan Bundar Praya, bahkan salah seorang tokoh TGH. Imanuddin melakukan longmarch dari Bunkate Kecamatan Jonggat hingga Praya. Dalam aksi tersebut, mereka membawa puluhan poster yang bertuliskan pengesahan nama bandara menjadi BIZAM dan beberapa tulisan lainnya.

Setelah berkumpul di tengah Lapangan Bundar, sekitar pukul 10.30 WITA, massa yang dikoordinatori M. Syamsul Qomar bergerak menuju Kantor Bupati Lombok Tengah. 

Selama perjalanan, massa mendapatkan pengawalan dari anggota Polres Lombok Tengah, bahkan di beberapa titik perjalanan disediakan air minuman kemasan untuk peserta aksi.

Selama perjalanan, beberapa ruas perjalanan mengalami kemacetan karena satu ruas jalan ditutup untuk memfasilitasi massa aksi yang berjalan kaki. Sepanjang perjalanan, yel-yel dan lagu-lagu sindiran bergema dan membuat masyarakat yang berada di jalur aksi menonton aksi tersebut.

Setelah sampai di depan Kantor Bupati Lombok Tengah, massa kemudian melanjutkan dengan melakukan orasi dari masing-masing korlap kecamatan.

Dalam orasinya, Massa Aksi yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Lombok Tengah Bela Ulama Pahlawan Nasional ini menganggap bupati Lombok Tengah Suhaili, FT telah menjual masyarakat Lombok Tengah dengan mengatakan tidak setuju terhadap perubahan nama bandara.

"Jangan jual kami yang setuju, mengatakan tidak setuju" ungkap Himni dalam orasinya pada kegiatan aksi Masyarakat Lombok Tengah Bela Ulama Pahlawan Nasional.

Dari aksi damai hari ini, ada peristiwa menarik diseputar aksi yang tidak banyak diperhatikan semua orang.

Ditengah kerumununan peserta aksi damai Masyarakat Lombok Tengah Bela Ulama Pahlawan Nasional, ada sekumpulan jamaah yang menggunakan pakaian putih-putih, terlihat mulutnya komat-kamit sepanjang perjalanan seperti orang yang melafazkan doa layaknya seorang pawang hujan.

Tidak bisa dipastikan entah secara kebetulan atau memang do'a sekelompok jamaah yang berpakaian putih-putih dalam kerumunan peserta aksi ini yang dikabulkan oleh sang Kuasa, namun yang jelas cuaca yang sebelumnya cerah menjadi mendung. Tidak diketahui juga secara pasti, apakah jamaah putih-putih ini sengaja didatangkan  atau  datang atas inisiatif sendiri? 

Namun satu yang pasti, dinegeri ini belum mampu mengikis kepercayaan kita terhadap hal-hal yang berbau mistik seperti ini.  

Untuk diketahui, bahwa sebelumnya ada aksi yang digelar untuk menolak nama bandara ke gedung DPRD Provinsi NTB. Acara yang dihadiri kalangan pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN), jajaran pemerintah dengan menggunakan kendaraan mobil dinas.

Kembali ke persoalan, setelah gagal menemui bupati Lombok Tengah, peserta aksi membubarkan diri dengan tertib dan sekira pukul 03.00, Lombok Tengah diguyur hujan seakan merestui perjuangan para peserta aksi. (TL/Red).