logo


Pengaruh Penggunaan Medsos Terhadap Penjualan Barang Bekas

Berikut penjelasanya
49 View

Pengaruh Penggunaan Medsos Terhadap Penjualan Barang Bekas
Ilustrasi_foto internet stock

TAJUKLOMBOK. COM - Barang bekas adalah bagian dari properti pribadi yang dibeli oleh atau ditransfer ke pengguna akhir kedua atau setelahnya. Barang bekas juga bisa berarti barang tersebut tidak lagi dalam kondisi yang sama seperti saat dipindahkan ke pemilik saat ini .yak orang yang memanfaatkan keadaan tersebut untuk mendapatkan keuntungan dari barang yang tidak terpakai tersebut.

Sebagai manusia tentunya kita dapat melihat suatu barang yang tidak terpakai dapat mengubahnya menjadi barang bernilai dan memiliki daya jual kembali. 

Biasanya barang yang masih memiliki daya jual yaitu barang perabotan dan pakaian dan terbukti banyak di daerah Yogyakarta tentunya yang menjual barang bekas tersebut. Dan mereka berhasil atas inovasinya untuk menjual barang bekas kembali. Biasanya mereka juga menjual barang bekas tersebut dengan menggunakan media sosial untuk mempromosikan barang tersebut.

Media sosial sangat membantu dimasa pandemic seperti ini untuk mempromosikan barang bekas tersebut, karena media sosial dapat berinteraksi dengan banyak orang dan masyarakat pun lebih mudah untuk mencari barang yang dibutuhkan. 

Contoh media sosialnya misal instagram, di instagram kita dapat mengunggah foto barang bekas tersebut serta manmbahkan deskripsi barang tersebut sama seperti di facebook.

Dengan adanya media sosial tersebut kita dapat melakukan kegiatan usaha, berkat media sosial juga kita bisa berinteraksi dengan banyak orang, menjadikan tempat promosi, dan masih banyak manfaat lainya. Oleh karna itu banyak wirausaha yang memanfatkan kemudahan media sosial ini.

Berwirausaha adalah suatu kegiatan melihat dan merealisasi suatu peluang usaha. Wirausaha adalah jalan pekerjaan seseorang yang dijalankan dengan kemungkinan memperoleh keuntungan atau kerugian yang tak terhingga berdasarkan skala kualitas seseorang tersebut, sehingga untuk melangkah diperlukan wirausaha yang tangguh, pantang menyerah, percaya diri, dan kemampuan membaca peluang (Alfianto, 2012). Wirausaha adalah perilaku dinamis yang berani mengambil resiko serta kreatif dan berkembang (Novitasyari, 2017). 

Wirausaha adalah suatu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi pengangguran (Aban, 2020). Selain hal itu, wirausaha juga dapat menjadi alternatif bagi mahasiswa yang ingin memulai usahanya sejak dini. 

Berdasarkan hasil pengamatan tersebut diantaranya mengenai pemanfaatan media sosial untuk meraup pundi pundi rupiah dengan cara yang mudah dan memiliki keunggulan daripada berwirausaha secara offline, maka banyak pelaku usaha yang bergerak di bidang penjualan barang bekas berniat untuk melakukan usaha dengan menggunakan media sosial tersebut. 

Dalam  media sosial juga terdapat system untuk mempermudah dan menfasilitasi dalam aktifitas jual beli. Seperti di facebook dan instagram yang terdapat fitur market place dan grub atau akun jual beli yang telah dipilih sesui katagori. Dari fasilitas itulah pelaku usaha barang bekas semakin termotivasi untuk berwirausaha karena di anggap prospek. 

Media sosial merupakan sebuah layanan jejaringan yang dapat digunakan untuk aktifitas jual beli, contohnya penjualan barang bekas. Media sosial disertai beberapa system yang sangat bagus dan bervareatif selain untuk melakukan aktivitas jual beli, media sosial juga bisa langsung terhubung ke e-commerce guna memperluas jaringan jual beli. Hal tersebut dapat mengangkat angka penjualan barang bekas dengan cara yang mudah serta inovatif dimedia sosial. Menurut saya sosial media berpengaruh terhadap aktivitas jual beli barang bekas. Semakin banyaknya grub jual beli barang bekas di kalangan masyarakat maka media sosial semakin menarik untuk digunakan berwirausahan. (TL/red).

Oleh : HUDA PRAMANA Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sarjawiyata Tamansiswa