logo


Penjilat dan Pengkhianat | Tajuklombok

Berikut penjelasanya
376 View

Penjilat dan Pengkhianat | Tajuklombok
Ilustrasi_foto internet stock
Dalam setiap perubahan kepemimpinan selalu melahirkan penjilat dan pengkhianat.


TAJUKLOMBOK. COM - Dalam sejarah peradaban manusia, pasti ada saja seseorang yang tiba-tiba berpindah kubu. Entah untuk beberapa alasan sehingga orang berpindah kubu atau yang lebih populer orang menyebutnya pengkhianatan. Ada yang mengkhianati karena menganggap hal tersebut demi kebaikan bersama, beberapa karena terpaksa, dan beberapa karena masalah finansial.

ilustrasi_internet stock

Jika tidak terbeban oleh faktor tersebut, mungkin mereka tidak akan berkhianat. Namun, pengkhianatan tetap saja perbuatan paling tercela dan tidak terpuji dan yang jelas pengkhianatan itu menyakitkan, sebagaimana petikan lirik lagunya Anang Hermansyah.

"Kau khianati hati ini, kau curangi aku!"

Disakiti dan dikhianati pasti akan menyisakan kepedihan di relung hati. Berjuang untuk bisa benar-benar move on pun tak mudah. Bisa butuh waktu yang cukup lama untuk bisa membuat hati kembali tenang. Tidak mudah untuk berkata diri kita baik-baik saja sementara masih ada luka yang masih menganga.

ilustrasi_internet stock

Memaafkan kesalahannya mungkin bisa kita lakukan. Tapi untuk melupakan luka dan rasa sakit hati yang sudah ia torehkan itu persoalan lain.

ilustrasi_internet stock

Sikap kita mungkin tak lagi sama terhadapnya. Kita bisa saja memaafkannya tapi untuk menerimanya kembali seperti sedia kala bukanlah hal mudah. Luka kita perlu waktu untuk sembuh. Perasaan kita butuh waktu untuk bisa kembali baik-baik saja. Hal ini pun sebenarnya wajar sebab kita pun tetaplah manusia biasa yang punya hati.

ilustrasi_internet stock

Namun memaafkannya merupakan langkah awal yang perlu kita ambil. Setidaknya kita sudah melepas satu beban yang ada di benak kita. Tak ada lagi dendam yang tersimpan di dalam dada. Tapi belum tentu segalanya akan membaik dan kembali seperti sedia kala. Melupakan kesalahan dan rasa sakit hati itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Kesetiaan itu mahal harganya. Begitu sudah ternoda dan terluka, hati ini tak lagi sama. Sebelum dia benar-benar memperbaiki sikapnya dan menebus kesalahannya, rasanya sangat sulit untuk melupakan kesalahan yang ia perbuat. Mungkin kita akan tersenyum saat bertemu dengannya tapi hati ini belum benar-benar lapang menyambutnya.

ilustrasi_internet stock

Bisa jadi memang saat ini yang terbaik adalah menjaga jarak. Jangan sampai terjebak dalam jeratannya kembali. Dikhianati memang tak bisa membuat kita merasa baik-baik saja. Tapi bukan berarti itu membuat hidup kita berakhir begitu saja.

Walau mungkin kita belum sepenuhnya bisa melupakan pengkhianatan dan luka yang sudah ditorehkan, kita masih punya waktu dan kesempatan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Relakan saja yang sudah berlalu. Ambil hikmah dan pelajaran dari pengalaman yang ada. Kini, fokuslah untuk menjalani hidup yang lebih baik.

ilustrasi_internet stock

Kita tak punya kendali penuh atas kehidupannya. Biarlah dia yang menanggung akibat dari perbuatannya. Daripada terus menyalahkan sesuatu yang telah lewat, lebih baik kita mulai menata dan merancang hidup yang lebih baik ke depannya.

ilustrasi_internet stock

Karena bukan rahasia umum lagi kalau banyak orang yang pintar dan hebat akan kalah dengan orang penjilat dan pengkhianat. (TL/Red).

Copas dari berbagai sumber.

Editor : Amaq Auliya