logo


Penyuluh Anti Korupsi NTB Siap Tancap Gass

Berikut penjelasanya
1478 View

Penyuluh Anti Korupsi NTB Siap Tancap Gass
Anggota LSP-KPK NTB_Tajuklombok. Com/istimewa

TAJUKLOMBOK. COM - Sebagai salah satu upaya pencegahan korupsi, Lembaga Sertifikasi Profesi Komisi Pemberantasan Korupsi (LSP- KPK) telah banyak mencetak penyuluh anti korupsi di setiap daerah,  khususnya di Nusa Tenggara Barat. 

Hari ini perwakilan penyuluh Anti Korupsi dari berbagai Kabupaten yang ada di NTB menyelenggarakan pertemuan guna membahas pembentukan Pengurus Penyuluh Anti Korupsi (PAK-NTB). 

Diharapkan penyuluh antikorupsi menjaga integritas selayaknya ibadah yang dilakukan setiap hari.

Kegiatan sertifikasi yang digelar KPK merupakan salah satu upaya agar integritas para penyulub antikorupsi terjaga dan mereka bisa melakukan tugas-tugasnya dengan baik.

Penyuluh anti korupsi ini berasal dari berbagai profesi, mulai dari Guru, Dosen, Widyaiswara, LSM dan masyarakat secara umum. 

Sertifikasi kompetensi Penyuluh Antikorupsi bagi dosen, guru, widyaiswara, aktivis komunitas antikorupsi, dan penggiat antikorupsi lainnya yang telah melakukan kegiatan penyuluhan antikorupsi di masing-masing wilayah mereka. 

Haely selaku Ketua menegaskan bahwa,  kami sebagai peyuluh anti korupsi wilayah NTB (PAK-NTB) akan mengupayakan memberikan penyadaran terhadap masyarakat dari tingkat paling bawah.

"Kedepan kegiatan-kegiatan penyuluhan yang akan kami lakukan dapat berjalan sesuai harapan guna memberikan penyadaran bahaya korupsi dimulai dari pendidikan paling bawah sampai masyarakat secara umum dan keberadaan kami jelas dan resmi berkegiatan sesuai dengan level masing-masing", tegasnya. 

Sementara itu, Sekretaris terpilih Lalu Nurul Watani bahwa kegiatan hari ini guna mengukuhkan kepengurusan agar bisa langsung bekerja sesuai wilayah masing-masing.

"Kami berkumpul di BPSDM mataram guna menetapkan kepengurusan resmi dalam melakukan penyuluhan di wilayah kerja masing-masing", ungkapnya. 

Kegiatan Penyuluhan antikorupsi yang dimaksud antara lain: sosialisasi, seminar, lokakarya, bedah buku, diklat, mata kuliah, insersi dalam mata pelajaran, nonton film, dan kegiatan penyuluhan antikorupsi lainnya.

Tony menuturkan, korupsi adalah masalah besar sehingga penanaman karakter antikorupsi sejak dini sangat perlu dilakukan. Siswa pun harus dibekali keterampilan dan kemampuan dasar dalam menganalisis tindakan korupsi. Dengan begitu, lanjut Tony, akan tumbuh jiwa antikorupsi pada siswa yang merupakan generasi calon pemimpin di masa depan.

“Nantinya kegiatan-kegiatan penyuluhan ini mendorong sosialisasi anti korupsi untuk memberikan pengenalan, pembelajaran dan pemahaman kepada siswa sekolah tentang korupsi dan bahayanya,” imbuhnya.

Tony pun berharap gencarnya sosialisasi antikorupsi di wilayah NTB akan semakin menekan angka korupsi.

“Mudah-mudahan dengan gencarnya kegiatan-kegiatan antikorupsi semakin menekan angka korupsi termasuk dengan kegiatan deklarasi ini mudah-mudahan anak muda di usia belajar semakin paham tentang antikorupsi,” tutupnya. (TL/Red).

Editor : Amaq Auliya