logo


Pertama di Arab, Indonesia Pasarkan Rajungan Khas Tanah Air

Berikut penjelasanya
585 View

Pertama di  Arab, Indonesia Pasarkan Rajungan Khas Tanah Air

TAJUKLOMBOK.COM - Pemasaran  komoditas unik Tanah Air berupa "rajungan" sampai pertama kali ke Arab Saudi dalam ajang Saudi Agrofood 2018 di Riyadh.

"Kami adalah salah satu dari tujuh peserta asal Indonesia dari berbagai sektor yang ikut. Kami memanfaatkan  momentum itu untuk Rajungan goes to Arab," kata Direktur PT  Blue Star Anugrah (BSA) Arie Prabawa, sebagaimana dimuat Antara.news, Senin, (8/10/2018) pagi.

Sebagaimana diketahui, PT BSA adalah perusahaan industri perikanan rajungan yang dikenal dalam istilah Latin bernama portunus pelagicus yang berpusat di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Dilaporkan Antara.news, pameran Saudi Agrofood yang diselenggarakan  bersamaan dengan Saudi Agriculture 2018 di Pusat  Pameran Internasional Riyadh, Arab Saudi itu berlangsung pada 7-10 Oktober 2018 lalu dan diikuti peserta dari mancanegara.

Arie Prabawa menjelaskan, bahwa produk rajungan merupakan pionir yang ditawarkan untuk masuk ke pasar Arab Saudi melalui pameran berskala internasional itu.

"Produk yang kami tawarkan memiliki ciri khas berbeda dari market tradisional rajungan ke Amerika Serikat (AS)," katanya.

Dengan ciri khas yang berbeda, produk rajungan  diharapkan bisa menembus pasar retail dan food service seperti untuk hotel, restoran, dan katering di negeri "Petro Dolar".

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada Kemenlu melalui KBRI di Riyadh karena memberikan fasilitasi untuk mengikuti  Saudi  Agrofood, pameran internasional untuk produk makanan dan minuman, teknologi pemrosesan dan pengemasan, serta peralatan katering dan acara makanan  tertua di Arab Saudi itu melalui Paviliun Indonesia.

"Kami berharap dengan ajang ini produk komoditas rajungan dari Indonesia semakin dikenal dan diminati, tidak hanya untuk pasar Arab Saudi, namun juga di kawasan Timur Tengah lainnya," demikian Arie Prabawa.

Berdasarkan data dari Kemenlu, pada Saudi Agrofood ke-23 tahun 2016, pengusaha Indonesia telah mencatatkan transaksi trial order sebesar 1.130.605 dolar AS.

Jumlah tersebut terdiri atas transaksi eceran/ritel sebesar 36.726 dolar AS dan estimasi nilai kontrak dagang sebesar 1.093.879 dolar AS.

Editor : Bambang Hilmawan

Pewarta: Andi Jauhary
Sumber: Antara.News